Umar bin Khatthab, Sahabat Nabi Bergelar Al-Faruq yang Ditakuti Setan

Umar bin Khattahab, Sahabat Nabi Bergelar Al-Faruq yang Ditakuti Setan

Pecihitam.org,- Jika membahas tentang para sahabat Nabi, tentulah kita akan mendapati nama Umar bin Khatthab sebagai Sahabat yang sangat pemberani. Bahkan atas keberanian beliau, setan pun akan minggat jika berpapasan dengan sahabat satu ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwasanya suatu hari, Rasulullah Saw. melihat Umar bin Khatthab r.a., mendekat kepadanya. maka Rasulullah Saw., berkata

Ketahuilah wahai Ibnu Khattab, demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sungguh tak ada setan yang berpapasan denganmu di suatu jalan melainkan setan tersebut akan berpaling ke jalan lain untuk menghindar dari jalanmu.”

Lantas siapakah Umar bin Khatthab sebenarnya, sampai sampai tak jarang kita mendengar dan membaca namanaya jikalau membahas tentang sahabat sahabat yang dikenal atas keberaniannya itu?

Dialah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qarth bin Razah bin ‘Adiy bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib. Sedangkan Ibunya bernama Hantamah binti Hisyam al Mughirah, yang dimana nasabnya ialah Hantamah binti Hasyim bin Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzyum bin Yaqzhah bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib.

Adapun jika kita berbicara tentang usia beliau, rupanya beliau terpaut usia 13 tahun lebih muda dari Rasulullah Saw., ataupun lebih tepatnya beliau lahir 13 tahun setelah serangan pasukan raja Abrahah ke Makkah.

Ciri fisik Umar bin Khattab

Seperti yang dijelaskan oleh At Thabari dalam kitab Tarikh ar Rasul Wa al Muluk dikatakan bahwa Umar bin Khattab digambarkan sebagai orang Arab yang berperawakan tinggi, kepala bagian depannya plontos, selalu bekerja dengan kedua tangannya, matanya hitam, dan kulitnya kuning. Namun dalam sumber lain dikatakan bahwa warna kulit beliau putih hingga kemerah merahan, giginya putih bersih serta selalu mewarnai jenggotnya dengan inai.

Baca Juga:  Kisah Abu Dzar Al-Ghifari, Sahabat Nabi yang Taubat Karena Melihat Anjing Minum Susu

Selain itu, beliau pun dikenal sebagai salah seorang sahabat yang sangat kuat dalam berduel, memiliki jiwa yang bersih, tegas, tulus serta memiliki watak yang keras. Dari watak keras inilah rupanya berasal dari asuhan sang ayah yang memang sewaktu kecil, seperti ketika Umar didapati mengembala kambing kambingnya dengan lengah, tentu sang ayah akan memukulinya dengan keras.

Mengenal Istri dan anak anak Umar bin Khattab

Diantara istri dan anak anaknya ialah

  • Zainab bin Mazh’um (Saudari Utsamn bin Mazh’um) dari pernikahan inilah beliau dikarunia tiga orang anak yakni Abdullah, Abdurrahman dan Hafshah
  • Mulaikah binti Jarwal (istri yang diceraikannya ketika terjadi perdamaian/Hudnah) dari pernikahan inilah beliau dikarunia dua orang anak yakni Abuidullah dan Zaid.
  • Quraibah binti Abi Umayyah al Makhzumi (yang diceraikannya ketika terjadi perdamaian/Hudnah)
  • Ummu Hakim binti al Harits bin Hisyam (sebelumnya merupakan istri dari Ikrimah bin Abu Jahal, dan Ummu Hakim dinikahi oleh Umar bin Khattab tidak lain Ikrimah bin Abu Jahal Syahid dalam peperangan di negeri Syam), dari pernikahan ini beliau dikaruniai seorang putri yang bernama Fatimah
  • Jamilah binti Ashim bin Tsabit dari suku Aus
  • Atikah binti Zaid bin Amr (sebelumnya merupakan istri dari Abdullah bin Abu Bakar r.a.,)
  • Ummu Kultsum (Putri Ali Bin Thalib), dimana beliau menikahinya dengan perkataan yang sebagaimana diriwayatkan oleh Thabrani, Hakim, dan al Baihaqi

“Sesungguhnya aku menikahinya disebabkan perkataan Rasulullah Saw., ‘Seluruh Wasilah dan Nasab akan terputus pada hari kiamat kecuali Wasilah dan nasabku’ ” serta dari penikahan inilah lahir Zaid dan Ruqayyah.

Selain itu, beliau pun pernah ingin menikahi putri Abu Bakar yang bernama Ummu Kultsum, akan tetapi Ummu Kultsum enggan menikah dengannya karena merasa bahwa Umar bin Khattab sudah tua sekalipun seorang Khalifah.

Baca Juga:  Perjanjian Aelia Umar bin Khattab dengan Umat Kristen Yerussalem

Kemudian, dikatakan pula bahwa beliau pernah menikah dengan wanita Yaman yang bernama Luyah, namun beberapa sumber mengatakan bahwa Luyah hanyalah seorang budak dan bukan Istri beliau.

Julukan Umar bin Khattab

Karena keberanian, tegas dan kuat berpendirian maka wajar jika Umar di juluki sebagai al Faruq yang dapat diartikan sebagai penjaga Rasulullah Saw., dan dapat pula dimaknai sebagai orang yang memiliki keberanian, karena memang keberanian Umar bin Khattab tidak perlu diragukan lagi.

Dan atas keberaniannyalah, rupanya sebelum Umar bin Khattab masuk Islam dan masih berstatuskan sebagai penentang kuat dari dakwah Rasulullah Saw., ternyata Rasulullah Saw., pernah berdoa

“ya Allah perkuatlah Islam dengan salah satu dari orang yang lebih engkau sukai: Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam”

Dan ini tentu ini terjadi karena Rasulullah Saw., begitu mengenali keberanin seorang Umar, sehingga beliau berharap kepada Allah agar Umar bisa masuk Islam dan memperkuat Agama lewat keberaniannya.

Sedangkan menurut Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi dalam Biografi Umar bin Khattab menjelaskan bahwa Umar mendapat gelar al faruq yang artinya pembeda, karena ia menunjukkan keislaman di Makkah dan dengan Islam itu, Umar mampu membedakan antara kafir dan iman.

Wafatnya Umar bin Khattab

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwasanya Amirul Mukminin satu ini meninggal dalam keadan Syahid, dan kematiannya ini pun sudah disebutkan oleh Rasulullah Saw., ketika beliau masih hidup, sebagaimana dalam riwayat Anas bin Malik yang diceritakan bahwa:

ketika Rasulullah Saw., menaiki gunung uhud beserta Abu Bakar r.a., Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan, dan tiba tiba saja gunung tersebut berguncang. Maka segera Rasulullah Saw., menghentakkan kakinya dan berkata, “Diamlah wahai Uhud, sesungguhnya diatasmu ada seorang Nabi, Shiddiq dan dua orang Syahid”

Baca Juga:  Ibn al-Haytham, Ilmuwan Muslim di Bidang Optik

Tidak hanya itu, mati dalam keadaan Syahid pun memang diharapkan oleh Umar sebagaimana doanya ketika usai melaksanakan Ibadah Haji pada Tahun 23 H. Ketika itu, ia sempat berdoa kepada Allah Swt., di Abthah. beliau berdoa sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam al Bukhari

“Ya Allah aku memohon kepada-Mu mendapatkan Syahadah (mati Syahid) di jalan-Mu dan wafat di tanah nabi-Mu”

Dan pada hari rabu di bulan Dzulhijjah 23 H ketika beliau menjadi Imam Shalat shubuh, tiba tiba saja beliau ditikam oleh seorang budak berkulit hitam yang bernama Abu Lu’lu’ah (budak beragama Majusi). Terkait tikamannya, ada yang mengatakan sebanyak tiga kali tikaman, dan adapula yang mengatakan sebanyak enam kali tikaman.

Dari tikaman inilah mampu membuat Umar jatuh tersungkur dan meminta Abdurrahman bin Auf untuk menggantikannya dalam memimpin Shalat. Sedangkan si budak yang menikam dirinya dengan segera membela jamaah dengan mengibas ngibaskan belatinya hingga membuat orang orang disekelilingnya terluka.

Dikatakan bahwa setelah penikaman atas dirinya, Umar bin Khattab mampu bertahan selama tiga hari. Kemudian beliau dikebumikan pada hari ahad, awal bulan Muharram 24 H, makammnya sendiri tepat di samping makam Rasulullah Saw., dan Abu Bakar r.a.,

Wallahu A’lam Bissawab!

Rosmawati