3 Kerajaan Islam di Indonesia Dari Masa ke Masa

3 Kerajaan Islam di Indonesia Dari Masa ke Masa

PeciHitam.org –  Menurut para ahli sejarah, proses masuknya agama Islam di Indonesia berlangsung secara secara bertahap. Pasalnya, ketika Islam datang ke Indonesia, pada saat itu sebagian besar wilayah Indonesia telah mempunyai peradaban yang bersumber pada kebudayaan asli yang dipengaruh dari peradaban Hindu-Buddha dari India, yang pengaruh penyebarannya tidak merata. Berikut ini kami sajikan tiga kerajaan Islam di Indonesia yang paling populer, di antaranya:

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kerajaan Samudera Pasai

Pertama kali Islam masuk ke Indonesia sebagian besar dibawa oleh para pedagang Hadramaut, Persia dan Gujarat India pada abad ke-13 dan 14 Masehi. Mereka datang menggunakan transportasi berupa kapal-kapal yang membawa barang dagangan dan logistik. Sehingga tidak heran jika perkembangan penyebaran Islam pada masa awal di Indonesia berpusat di daerah pesisir pantai dan pelabuhan. Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam tertua di Indonesia. Raja yang bertahta pertama kali yang menyandang agama Islam ialah Malikus Saleh.

Kerajaan Samudera Pasai juga tercatat sebagai penghasil karya tulis yang baik, beberapa orang berhasil memanfaatkan huruf Arab yang dibawa oleh agama Islam untuk menulis karya mereka dalam bahasa Melayu, yang kemudian disebut dengan bahasa Jawi dan hurufnya disebut Arab Jawi.

Baca Juga:  Hubungan Perkembangan Majlis Taklim di Indonesia dengan Metode Pengajaran Islam

Kemajuan yang terjadi di Kerajaan Samudera Pasai ini mengundang banyak perhatian dari berbagai umat Islam di Indonesia sehingga kebanyakan dari mereka menuntut ilmu ke agamaan di kerajaan Samudera Pasai. Selain perkembangan di bidang keilmuan perkembangan penyebaran agama Islam yang sangat pesat dipengaruhi oleh wilayah kekuasaan Samudera Pasai yang cukup luas, sehingga penyebaran agama Islam di wilayah Asia Tenggara menjadi luas.

Salah satu pendapat petualang muslim asal Maroko yang bernama Abu Abdullah Ibnu Batuthah pada tahun 1304 M – 1368 M yang melakukan perjalanan ke Samudra Pasai mencatat bahwa Kerajaan Samudra Pasai menjelma menjadi pusat studi Islam tidak hanya di nusantara tetapi juga di Asia Tenggara.

Kerajaan Mataram

Pada abad ke-16, wilayah Mataram ini merupakan daerah bawahan Pajang yang dibabat oleh palnglima Pajang yang bernama Ki Ageng Pamanahan. Dulu wilayah ini merupakan hutan tropis yang tumbuh di atas bekas puing-puing istana Mataram Kuno.

Kemudian wilayah ini dianugrahkan oleh Sultan Hadiwijaya dari Kerajaan Pajang kepada Ki Ageng Pemanahan beserta putranya yaitu Senapati. Hal ini merupakan hadiah atas jasa mereka dalam ikut serta melumpuhkan Arya Penangsang, Adipati Jipang Panolan. Perlu diketahui bahwa sebelumnya Sultan Hadiwijaya mengadakan sayembara, bahwasanya barangsiapa yang berhasil menaklukkan Arya Penangsang, ia akan dihadiahi Pati dan Mataram.

Baca Juga:  Moh Limo, Ajaran Dakwah Sunan Ampel yang Melekat Hingga Saat Ini

Ki Ageng Pemanahan yang lebih dikenal dengan nama Kiai Gede Mataram adalah perintis Kerajaan Mataram. Ia mampu menyulap wilayah yang dulunya merupakan hutan ini menjadi daerah yang maju. Namun Kiai ageng Pemanahan ini tidak sempat menikmati hasil usahanya, karena dia meninggal pada tahun 1575. Lalu, anaknya yang bernama Sutawijaya yang dikenal dengan Senapati melanjutkan usahanya dengan giat. Puncaknya, Jawa baru dapat dikuasai Mataram pada saat Mataram dipegang oleh Sultan Agung (Raden Mas Rangsang), dia memerintah dari tahun 1613-1645.

Kerajaan Banjar

Tidak ada yang tahu secara pasti mengenai masuknya Islam ke Kerajaan Banjar. Namun para ahli sejarah menduga bahwa masuk dan berkembangnya Islam di Kerajaan Banjar terjadi sekitar abad ke-16.

Kerajaan Banjar tercatat sebagai suatu kerajaan besar yang memeluk Islam. Awal KeIslaman itu mulanya tentu dari seorang ke orang lain, tetapi akhirnya menemukan penyebaran yang mantap adalah ketika masuk Islamnya Sultan Banjar, yang sebelumnya bernama Pangeran Samudera berganti nama menjadi Pangeran Suriansyah. Pangeran Samudera menjanjikan dirinya akan masuk Islam, jika menang berperang melawan pamannya Pangeran Tumenggung, setelah mendapat bantuan dari kerajaan di Jawa.

Baca Juga:  Benih-Benih Pendidikan Islam Nusantara Era Kesultanan Demak dan Kesultanan Mataram

Kedudukan Sultan di Banjar bukan hanya sebagai pemegang kekuasaan dalam kerajaan, namun juga diakui sebagai ‘Ulul Amri kaum muslimin di seluruh kerajaan.

Mohammad Mufid Muwaffaq