Cara Menjaga Sholat Malam Setelah Berlalunya Bulan Ramadhan

cara menjaga sholat malam

Pecihitam.org – Saat bulan Ramadhan menyapa, kita seolah tak mau lepas dari sholat malam. Baik sholat wajib maupun sholat sunnah selalu kita lakukan dengan penuh semangat. Bahkan ada yang melaksanakan sholat malam yang tak terhitung rakaatnya. Akan tetapi, setelah Ramadhan berpulang, rasanya semua sholat itu menjadi berat. Rasanya bangun dari tempat tidur menjadi suatu keajaiban yang sulit terulang.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mungkin ada sebagian orang yang melakukan berbagai macam amalan hanya di bulan Ramadhan. Mereka memandang bulan Ramadhan sebagai bulan yang mulia sehingga perlu ditopang oleh ritual ibadah yang berulang.

Akan tetapi, berlalunya bulan Ramadhan dianggap sebagai pembebasan. Dimana segala macam ibadah dianggap sebagai kegiatan biasa, yang bisa dilakukan dan bisa pula ditinggalkan, tergantung kebutuhan dirinya.

Anggapan tersebut tidak bisa dibenarkan. Adanya bulan Ramadhan bisa dijadikan semangat lebih untuk menopang kemalasan yang selama ini kita jalankan. Mungkin dalam hari-hari biasa kita malas beribadah, sehingga dalam bulan Ramadhan kita diberikan pahala yang lebih agar semangat beribadah bertambah.

Setelah berlalunya bulan Ramadhan, kita diharapkan sudah menjadi pribadi yang baik. Kita tetap melaksanakan ritual ibadah yang dahulu dikerjakan selama Ramadhan. Atau kita bisa tingkatkan ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadhan.

Baca Juga:  Arti Dua Kalimat Syahadat Bagi Orang Islam

Hal inilah yang sebenarnya menjadi kunci hadirnya bulan Ramadhan bagi umat Islam. Kita dimotivasi lebih agar mampu melaksanakan segala kebajikan lebih sempurna, bertambah dari waktu ke waktu, dan mendapatkan makna dari ibadah yang dilakukan.

Ada sebuah hadits yang bisa kita jadikan pegangan agar menjaga konsistensi ibadah selepas perginya bulan Ramadhan. Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa “amalan yang paling dicintai Allah swt adalah amalan yang terus menerus dilakukan (konsisten) walaupun itu sedikit.”

Dari sini dapat disimpulkan, menjaga sholat malam setelah berlalunya Ramadhan menjadi amalan yang paling dicintai Tuhan.

Maka cara agar dicintai Allah swt bisa dilakukan dengan menjaga kebiasaan sholat malam yang dahulu kita lakukan di bulan Ramadhan. Menghilangkan rasa malas, membangun semangat, hingga mewanti-wanti diri untuk selalu istiqomah dalam melaksanakan ibadah.

Namun rasanya motivasi yang kita lakukan selalu berkurang. Kita selalu mengatakan pada diri sendiri bahwa mejaga konsistensi adalah perbuatan bijak. Akan tetapi dalam pelaksanaannya kita terperosok dalam gairah kemalasan yang begitu dalam. Kita susah bangun, kita tak punya semangat apapun untuk menjalankan laku peribadatan sehingga diri kita terperosok dalam mimpi yang indah.

Baca Juga:  Min Haitsu Laa Yahtasib, Keajaiban Datang dari Arah yang Tak Disangka-sangka

Oleh sebab itu, ada beberapa cara yang bisa dijadikan momentum untuk meninggalkan segala kemalasan dan tetap menjaga sholat malam. Beberapa cara ini bisa dilakukan berulang di setiap malam agar rasa malas dan rasa ngantuk sedikit demi sedikit berkurang dengan dilakukan pembiasaan. Setidaknya ada tiga cara yang bisa kita lakukan.

Pertama, bangun tidur 10 atau 15 menit sebelum sholat Shubuh. Tentu waktu ini kantuk akan sedikit berkurang karena sedikit lagi matahari akan bersinar terang. Untuk bangun kita bisa menggunakan jam beaker atau meminta tolong orang lain untuk membangunkan. Pasangkan beberapa alaram dalam menit yang berdekatan. Sehingga apabila satu alaram awal gagal membangunkan, masih ada beberapa alaram selanjutnya yang siap mengejutkan.

Kedua, biasakan sholat Witir sebelum tidur. Sholat witir bisa dijadikan pemancing untuk sholat malam yang lainnya. Kemudian pelaksanaan sholat witir bisa dijadikan tameng atas godaan yang dilakukan setan untuk melelapkan kita dalam mimpi yang indah.

Baca Juga:  Dampak Menceritakan Mimpi Baik Dan Buruk

Ketiga, perbanyak meminta ampunan dan rajin berdoa. Kadangkala sebab belum terbukanya hati dan pikiran adalah banyaknya dosa yang kita lakukan. Oleh karenanya kita harus beristighfar serta memohon petunjuk kepada Allah swt untuk diberi hidayah dan keterbukaan pikiran untuk melaksanakan segala bentuk ibadah.

Ketiga cara tersebut bisa kita lakukan secara konsisten di setiap malam. Dalam pelaksanaannya, ketiganya mengandung muatan motivasi dalam berbagai dimensi yang menunjang aktifitas ibadah yang kita lakukan. Semoga semua usaha yang kita lakukan membuahkan hasil yang maksimal.

Muhammad Nur Faizi