Fastabiqul Khairat: Berlombalah dalam Kebaikan Sebelum Datangnya 7 Hal Ini

Fastabiqul Khairat

Pecihitam.org – Fastabiqul Khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan yaitu bersegera, menaati dan mengikuti perintah Allah dengan memaksimalkan diri tanpa menjatuhkan orang lain untuk mencapai ridha-Nya. Dalam Al-Qur’an telah diperintahkan untuk bersegera dan berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan :

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah, 2: 148)

Namun perlu diingat, dalam fastabiqul khairat tidak boleh merasa dirinya telah berbuat banyak kebaikan yang mengakibatkan ia sombong, menganggap orang lain tidak mampu berbuat kebaikan seperti kita atau justru hasud dengan merusakan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain.

Ada tujuh hal yang perlu kita waspadai dalam hidup ini, hal itulah yang menuntut kita untuk bersegera melakukan kebaikan, jika datang hal itu maka kesulitan akan kita rasakan manakala akan melakukan kebaikan.

Baca Juga:  Sering Dilakukan Artis, Ternyata Ini Hukum Cipika-Cipiki dalam Islam

Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ سَبْعًا هَلْ تَنْتَظِرُونَ إِلَّا فَقْرًا مُنْسِيًا أَوْ غِنًى مُطْغِيًا أَوْ مَرَضًا مُفْسِدًا أَوْ هَرَمًا مُفَنِّدًا أَوْ مَوْتًا مُجْهِزًا أَوْ الدَّجَّالَ فَشَرُّ غَائِبٍ يُنْتَظَرُ أَوْ السَّاعَةَ فَالسَّاعَةُ أَدْهَى وَأَمَرُّ

“Segeralah beramal sebelum kedatangan tujuh hal, tidaklah kalian menunggu selain kefakiran yang membuat lupa, kekayaan yang melampaui batas, penyakit yang merusak, masa tua yang menguruskan, kematian yang menyergap tiba-tiba, Dajjal, seburuk-buruk hal gaib yang dinanti-nanti, kiamat dan kiamat itu sangat membawa petaka dan sangat pahit.“ (HR. Tirmidzi No. 2228)

Berikut penjelasan dari ketujuh hal tersebut:

1. Kefakiran yang membuat lupa.

Terkadang ada orang-orang yang fakir yang lupa untuk melakukan kebaikan-kebaikan karena  ia terfokus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, untuk mengganjal perutnya saja terkadang kesusahan apalagi untuk beramal atau sejenisnya.

2. Kekayaan yang melampaui batas.

Terkadang Allah menyibukan orang-orang kaya dengan hartanya sehingga mereka lupa akan kebaikan-kebaikan yang mestinya ia lakukan. Mereka merasa sayang dengan hartanya jika harus kehilangan, maka dari itu mereka fokus dengan menjaga dan menambah hartanya.

Baca Juga:  Agar Dipermudah Menghadapi Sakaratul Maut, Lakukan Cara Ini!

3. Penyakit yang merusak.

Bagaimana mungkin orang akan dapat melakukan kebaikan sementara tubbuhnya tak kuasa, untuk berbicara saja terkadang kesulitan, untuk melakukan ini itu tidak mampu dan sebagainya.

4. Masa tua yang menguruskan.

Masa tua merupakan masa dimana tenaga sudah tak lagi prima, penyakit mudah datang, telinga, mata dan otak sudah tidak berfungsi secara maksimal, dari hal itulah kemampuan untuk berbuat baik mulai terbats.

5. Kematian yang datang secara tiba-tiba.

Maut datang menemui kita tidak memberi kabar terlebih dahulu ataupun menunggu izin dari kita, ia datang sesuai dengan ketentuan Allah, sementara kita tidak tahu ketentuan Allah untuk kita seperti apa. Banyak kita jumpai, orang yang sedang olah raga, berpesta ataupun melakukan aktifitas tiba-tiba dia meninggal. Jika maut sudah datang hal kebaikan apalagi yang dapat kita kerjakan.

6. Datangnya dajjal

Baca Juga:  Kewajiban Puasa Bagi Pekerja Berat, Bolehkah Ditinggalkan?

Dajjal datang dengan penuh tipuan, bujuk rayu dan fitnah, bagi orang-orang yang tidak memiliki keimanan yang kuat ia tidak bisa terlepas dari dajjal, ia membawa air dikala kita kehausan dan kekeringan bagaiman mungkin kita tidak terbujuk rayu dajjal. Lalu bagaimana mungkin kita dapat melakukan kebaikan manakala sudah menjadi pengikut dajjal. Naudzubillah.

7. Datangnya hari kiamat.

Sudah tidak terbuka lagi ampunan dan juga kebaikan ketika hari kiamat sudah datang. Maka dari itu selagi tujuh hal tersebut belum mendatangi kita, kita lakukan sebaik mungin, sesegera mungkin, kebaikan-kebaikan yang diridhai Allah SWT.

Semoga kita digolongkan menjadi orang-orang yang dapat melakukan fastabiqul khairat atau berlomba – lomba dalam kebaikan secara istiqamah dengan penuh keimanan, aamiin. Wallahua’alam.

Lukman Hakim Hidayat