Hasbunallah Wanikmal Wakil; Pengertiannya Menurut Ulama dan Keutamaan Membacanya

Hasbunallah Wanikmal Wakil; Pengertiannya Menurut Ulama dan Keutamaan Membacanya

PeciHitam.org – Mengamalkan dzikir-dzikir atau amalan merupakan hal yang cenderung dianjurkan dalam Islam. Begitu banyak keutamaan yang dimiliki dalam tiap dzikir tersebut.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Tak terkecuali anjuran dzikir Hasbunallah Wanikmal Wakil yang masyhur pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim as ketika hendak dilempar ke dalam api yang bergejolak. Bahkan di dalam al-Quran pun juga disebutkan redaksi mengenai dzikir ini. Firman Allah dalam surat Ali Imran 173 berikut:

ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُوا۟ لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَٰنًا وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Kisah mengenai Nabi Ibrahim yang dilemparkan ke dalam api juga disinggung dalam kitab Riyadh ash-Shalihin karya Imam Nawawi:

Hasbunallah Wanikmal Wakil diucapkan oleh Nabi Ibrahim as ketika dilempar ke dalam api, juga diucapkan oleh Nabi Muhammad saw ketika ada orang-orang mengatakan ‘Sesungguhnya orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan (pasukan) untuk (menyerang) kamu. Oleh karena itu, takutlah kepada mereka.’

Di luar dugaan, ternyata (ucapan) tersebut menambah kuat iman mereka dan mereka menjawab, ‘Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.’

Daftar Pembahasan:

Makna Hasbunallah Wanikmal Wakil

Ibnu al-Jauzi dalam kitab Zadul Masir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “hasbunallah” ialah Allah-lah yang mencukupi segala urusan mereka. Sedangkan kata “al-wakil”, menurut Ibnul Qasim dan Al-Fara’ diartikan sebagai orang yang mencukupi.

Lebih spesifik lagi, Ibnu Qutaibah dan Al-Khattabi menjelaskan bahwa makna “al-wakiil” adalah yang bertanggung jawab (yang menjamin) memberi rizki dan berbagai maslahat bagi hamba.

Sedangkan dalam tafsir Al-Jalalain disebutkan bahwa makna dzikir hasbunallah wanikmal wakil yaitu Allah-lah yang mencukupi urusan mereka dan Allah-lah sebaik-baik tempat bersandar dalam segala urusan.

Baca Juga:  Doa Khataman Al-Quran Menurut Imam Nawawi Versi Lengkap

Kemudian, Syaikh As-Sa’di dalam kitab tafsirnya juga menguraikan makna dzikir hasbunallah. Hampir senada seperti dalam tafsir al-Jalalain, bahwa Allah-lah yang mencukupi urusan mereka dan ‘ni’mal wakiil’ diartikan Allah-lah sebaik-baik tempat bersandar segala urusan hamba dan yang mendatangkan maslahat.”

Hadis di atas juga menjelaskan mengenai isyarat Nabi saw kepada para sahabatnya agar mereka rujuk (kembali) pada Allah, bersandar pada-Nya, sadar bahwa tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari-Nya.

Kalimat hasbunallah adalah tanda bahwa hamba benar-benar butuh hanya kepada Allah dan itu sudah amat pasti. Lalu tidak ada keselamatan kecuali dari dan dengan pertolongan Allah. Tidak ada tempat berlari selain Allah. Hal ini telah disinggung oleh Allah dalam friman-Nya surat Adz Dzariyat ayat 50, berikut:

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ

Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.

Siapakah Yang Sudah Mengamalkannya?

Sebelum membahasnya, perlu kami cantumkan tentang firman Allah Ta’ala dalam surat Ath-Tholaq ayat 3, berikut:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.

Imam Al-Qurtubi menjelaskan ayat di atas dengan mengatakan, “Barangsiapa yang menyandarkan dirinya pada Allah, maka Allah akan beri kecukupan pada urusannya.”

Senada dengan ayat di atas, Nabi saw bersabda:

مَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِلَيْهِ

Barangsiapa menyandarkan diri pada sesuatu, maka hatinya akan dipasrahkan padanya” (HR. Tirmidzi no. 2072).

Dengan kata lain, barang siapa yang menjadikan makhluk sebagai sandaran hatinya, maka Allah akan membuat makhluk tersebut jadi sandarannya.

Maksudnya, urusannya akan sulit dijalani. Hati seharusnya bergantung pada Allah, bukan pada makhluk. Jika Allah menjadi sandaran hati, tentu urusan akan semakin mudah.

Selain itu, sahabat Abdullah bin ‘Abbas juga pernah berkata, bahwa bacaan dzikir hasbunallah wanikmal wakil merupakan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim ketika beliau akan dilempar dalam api yang membara.

Baca Juga:  Kisah Doa yang Dikabulkan dan Bukti Kehambaan Manusia

Ketika Nabi Ibrahim diletakkan di atas tungku api, Jibril bertanya kepadanya, “Apakah engkau memerlukan sesuatu pertolongan dariku?”

Nabi Ibrahim kemudian menjawab, “Aku tidak memerlukan apa-apa pertolongan darimu. Aku hanya memerlukan pertolongan dari Allah. Hasbunallah wanikmal wakil.”

Doa inilah yang dibaca oleh Nabi Ibrahim as ketika hendak dilempar ke dalam kobaran api. Nabi Ibrahim mempercayakan seluruh jiwa dan raganya sepenuhnya, hanya kepada Allah. Ia tidak memerlukan apapun selain Dia.

Mendengar doanya tersebut, kemudian Allah berfirman “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.” Allah menjadikan kobaran api yang tadinya begitu panas menjadi dingin seketika. Walhasil Nabi Ibrahim pun tidak terbakar, bahkan seperti tidak pernah disentuh api sekalipun.

Demikian juga yang terjadi dengan Rasulullah dan para sahabatnya, ketika menghadapi ancaman dari pasukan kafir, mereka juga mengucapkan “Hasbunallah wanikmal wakil” Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.

Sedangkan Nabi Muhammad mengatakan kalimat tersebut dalam ayat, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “حَسْبُنَا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung)”. (HR. Bukhari)

Sejarah mencatat, bahwa dzikir حَسْبُنَا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير adalah salah satu bacaan yang kerap diucapkan oleh para nabi dan ulama salaf, baik dalam keadaan lapang maupun saat menghadapi cobaan besar ataupun fitnah yang berat.

Kekuatan dzikir Hasbunallah Wanikmal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nasir melebihi kekuatan apa pun di dunia ini, serta menegaskan semangat tauhid pada diri orang mukmin.

Yaitu bahwa hanya kepada Allah sajalah tempat untuk berserah diri, dan pengakuan bahwa semua makhluk ciptaan-Nya adalah lemah atau tidak abadi.

Bahkan, dzikir Hasbunallah Wanikmal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nasir merupakan untaian ayat Al-Quran dengan makna yang terkandung hikmah agung di dalamnya. Dengan mempelajarinya, maka menjadi tahu arti, makna, hikmah, keutamaan, dan kelebihannya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus meminta perlindungan hanya kepada-Nya.

Baca Juga:  Kalimat Hamdalah yang Paling Sempurna untuk Dijadikan Wirid

Keutamaan Dzikir Hasbunallah Wanikmal Wakil

  1. Membaca dan mengamalkan dzikir Hasbunallah Wanikmal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nasir merupakan salah satu bentuk ketakwaan dan tawakkal kita kepada Allah dengan sepenuhnya mendekatkan diri kepada Allah. Melalui kalimat doa inilah, kita menyerahkan segenap jiwa dan raga kepada Allah, menyerahkan segala urusan, beban, dan masalah kita kepada Allah karena hanya Allah lah sebaik-baiknya wakil. Tawakal dan ikhlas menyerahkan sepenuhnya urusan kepada Allah Swt.
  2. Pada saat dihimpit berbagai problematika kehidupan dunia yang begitu menyesakkan, dirundung duka dan derita, serta masalah-masalah yang berkecamuk, termasuk kesulitan hidup, maka kita hendaknya mengucapkan ayat Hasbunallah Wanikmal Wakil ni’mal maula wani’man nasir. Selain itu, merupakan wujud ketergantungan manusia kepada Allah Swt, manifestasi permohonan tolong kepada Allah, dan bentuk tawakal untuk mengembalikan segala urusan kepada-Nya.
  3. Jika kita resapi, kalimat hasbunallah wanikmal wakil di dalamnya terkandung wujud Keesaan Allah. Sebab dalam kalimat hasbunallah mengindikasikan bahwa Allah sebagai satu-satunya dzat yang patut untuk menyerahkan semua urusan, meminta pertolongan, dan memohon perlindungan dari segala gangguan.

Sebenarnya masih banyak lagi keutamaan dzikir atau doa hasbunallah wanikmal wakil ini, yang memiliki arti dan makna sangat mendalam atas kedekatan dan rasa tawakal kita kepada Allah. Namun pada kesempatan kali ini harus kita cukupkan. Mudah-mudahan yang sedikit ini dapat bermanfaat. Wallahu A’lam.

Mohammad Mufid Muwaffaq