Keistimewaan Nabi Muhammad Yang Tidak Dimiliki Nabi-Nabi Sebelumnya

Keistimewaan Nabi Muhammad Yang Tidak Dimiliki Nabi-Nabi Sebelumnya

Pecihitam.org – Sebelum membahas Keistimewaan Nabi Muhammad, penting kita ketahui bahwa Allah SWT mengutus para rasul-Nya untuk membimbing umat manusia agar selalu mengikuti petunjuk-Nya. Agama Islam mengajarkan kepada para pemeluknya agar mengikuti langkah-langkah yang dicontohkan oleh para nabi dan rasul, mentaati dan memuliakan mereka dengan tidak membedakan satu rasul dengan rasul yang lain. Sebagian para rasul itu, Allah memberikan beberapa keistimewaan dan kelebihan yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ada di antara mereka yang bergelar Ulul Azmi, yaitu para nabi yang tergolong besar dan agung karena perjuangan mereka yang sangat berat dalam mengemban risalah-Nya. Ada di antara mereka yang diberikan al-Kitab, ada yang dikaruniai ketabahan yang luar biasa, ada yang dianugerahi ilmu yang sangat mendalam, dan lain sebagainya.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa mereka yang bergelar Ulul Azmi itu adalah Nabi Nuh ‘alaihissalam, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, Nabi Musa ‘alaihissalam, Nabi Isa ‘alaihissalam, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang tentunya juga memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh Nabi dan Rasulsebelumnya, dari lima rasul yang tergolong Ulul Azmi itu. Nabi Muhammad adalah seorang rasul yang sangat tawadhu atau rendah hati meskipun beliau memiliki berbagai kelebihan dan keistimewaan dari nabi dan rasul serta manusia lainnya.

Baca Juga:  Agar Kita Terbebas dari Siksa Kubur, Begini Caranya!

Beliau tidak pernah menunjukkan sifat-sifat yang tidak terpuji di tengah-tengah umatnya. Rasul-rasul yang lain memperkenalkan dirinya sesuai dengan anugerah yang Allah berikan. Di antara mereka, ada yang digelari Khalilullah (kekasih Allah ) seperti Nabi Ibrahim, ada yang dinyatakan sebagai Kalimullah (orang-orangyang berbicara dengan Allah), seperti Nabi Musa, ada yang digelari Ruhullah (ruh ciptaan Allah), seperti Nabi Isa dan lain sebagainya.

Nabi sendiri, ketika ditanya tentang dirinya, beliau menjawab dengan penuh tawadhu dan rendah hati, “Aku adalah seorang yatim yang dipelihara Abu Thalib.”

Nabi terakhir yang rendah hati dan berakhlak mulia itu pada hakekatnya memiliki kelebihan-keleihan yang banyak dari para nabi dan rasul yang lain. Sebagian dari kelebihan-kelebihan yang dimiliki beliau, sedikitnya ada enam macam yang beliau sebutkan dalam sabdanya:

“Aku (Muhammad) dilebihkan dari para nabi dan rosul yang lain dengan enam keistimewaan berupa; (1) diberikan kepadaku “jawami’ al-kalim (seseorang yang memiliki kemampuan menyusun kalimat yang ringkas tetapi memiliki jangkauan makna yang luas dan kalimatnya menarik)”, (2) dalam peperangan aku (Muhammad)  diberikan pertolongan dengan tergetarnya hati musuh, (3) dihalalkan bagiku (Muhammad) harta rampasan perang, (4) dijadikan bagiku (Muhammad) bumi untuk bersuci dan bersujud, (5) aku (Muhammad) diutus bagi semua makhluk, dan (6) aku (Muhammad) adalah Nabi yang terakhir.” (HR. Muslim: 812, al-TirmidzI: 1474, dan Ahmad: 21130) .

Baca Juga:  Upaya Pembaharuan Fikih Kiai Sahal Mahfudh - Bagian 1

Keistimewaan Nabi jawami’ al-kalim, yaitu kemampuan menyusun kalimat yang sederhana dan pendek namun mempunyai jangkauan makna yang luas dan menarik. Kalau kita memperhatikan hadits Nabi, kita banyak menjumpai kalimat-kalimat yang singkat dan menarik tetapi mempunyai jangkauan makna yang luas, misalnya sabda beliau, “Agama itu nasihat.”

Kalimat ini sangat ringkas tetapi maksudnya begitu luas, mencakup berbagai macam makna yang terkandung di dalamnya. Demikian juga sabdanya, “Di antara baiknya pengamalan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi dirinya.”

Ketika ada seorang pemuda meminta nasihat kepada Nabi, beliau tidak memberikan nasihat yang panjang lebar, beliau hanya berkata, “Kamu jangan marah!”. Inilah salah satu kelebihan Nabi Muhammad yang tidak dimiliki oleh manusia biasa, bahkan oleh nabi-nabi yang lain sekalipun.

Nabi dan para tentaranya menempuh taktik dalam setiap menghadapi peperangan, dimana itu semua untuk mempertahankan diri dari serangan musuh, beliau senantiasa mendapat pertolongan Allah dengan tergetarnya hati musuh.

Sehingga meskipun jumlah pengikut beliau sedikit, namun musuh gentar dan merasa ciut untuk menghadapi kaum Muslimin, akhirnya mereka kalah, dan kaum Muslimin meraih kemenangan. Hal itu kita bisa melihat langsung dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad.

Halalnya rampasan perang (ghanimah). Pada masa nabi-nabi terdahulu, harta rampasan perang tidak boleh dimanfaatkan, akan tetapi pada masa Nabi Muhammad, harta-harta tersebut diperintahkan untuk dimanfaatkan oleh beliau dan para sahabatnya. Nabi Muhammad diberikan hak syafaat yang akan bermanfaat bagi umatnya nanti di hari kiamat.

Baca Juga:  5 Tips Sederhana Mengenai Hidup Sehat Cara Islam

Pada dasarnya, setiap nabi diberi kesempatan yang sama oleh Allah untuk memohonkan sesuatu kepada-Nya. Permohonan mereka itu nantinya akan Allah kabulkan. Maka masing-masing nabi tersebut berdoa agar Allah memberikan ampunan bagi diri mereka sendiri. Maka Allah pun mengabulkan semuanya.

Nabi Adam menyesali perbuatan dosanya ketika memakan buah terlarang di surga, ia bertobat kepada Allah agar mengampuninya. Atas kekeliruannya Nabi Musa memelas diri kepada Allah SWT, ketika dengan tidak sengaja membunuh seorang pribumi Mesir, ketika melerai perkelahian dengan seorang Bani Israil. Begitu pula Nabi Yunus dengan ikan Hutnya, dan nabi-nabi lainnya. Sedangkan Rasulullah, menunda satu permohonannya diperuntukkan nanti berupa syafaat bagi umatnya.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *