Kisah Sahabat Nabi Ahli Surga Tapi Belum Pernah Shalat

Sahabat Nabi Ahli Surga

Pecihitam.org – Sebuah Kisah pada zaman Rasulullah, ketika itu perang sedang berlangsung. Ada seorang sahabat Nabi yang bernama Amr bin Tsabit Al Waqsy, dia adalah seorang ahli surga namun belum pernah melaksanakan shalat atau rukun Islam yang lainnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kisah Amr sangatlah populer dan dapat dijadiakan sebuah pelajaran bagi para muslim. Sehingga dapat dijadikan kekuatan untuk semakin bertakwa kepada Allah SWT.

Allah telah menyiapkan surga bagi hambaNya yang taat yang beriman dan bertakwa kepada ALlah SWT, dan juga telah dipersiapkan tempat bagi hambaNya yang lalai, dan tidak beriman kepada-Nya. Namun Allah adalah Maha Pengampun sehingga bagi orang-orang yang mau bertaubat dengan sungguh-sungguh pasti Allah ampuni dosanya.

Dalam kitab Sirah Nabawiyyah Syaikh Ali Muhammad Shalabi tertulis kisah ada seorang sahabat Nabi yang hanya bermodal syahadat tulus, kemudian ia berjihad hingga akhirnya gugur syahid, padahal ia belum sempat shalat apalagi melaksanakan rukun Islam yang lainnya.

Amalannya yang terhitung hanya sedikit dan sangatlah minim apabila dibandingkan dengan amalan sahabat-sahabat lain yang sudah masuk Islam, namun karena ketulusan dan kegigihannya dalam perang membela islam ia berhak menjadi ahli surga.

Baca Juga:  Kisah Jalaludin Rumi Hampir Dibunuh Demi Membeli Sebotol Arak

Sahabat dengan nama asli ‘Amru bin Tsabit bin Waqasy, beliau dikenal juga dengan sebutan  Al-Usyairim, yang berasal dari suku Aus, dari Bani Asyhal. Ketika Sa’ad bin Muadz masuk Islam beserta suku Aus lainnya, Ushairim belum masuk Islam karena masih ragu, hatinya belum bisa menerima petunjuk Islam, namun Allah yang Maha tahu dan Allah yang menunjuk siapa yang dikehendaki-Nya.

Ketika terjadi perang Uhud, dia bertanya kepada Rasulullah dimanakah Sa’ad bin Mu’adz, Nabi menjawab: “mereka menuju Uhud, dan ketika itu dia sudah merasa mantap hatinya untuk menerima ajaran Islam, sehingga seketika itu juga ia menyatakan keislamannya kepada Rasulullah SAW. Kemudian Amr mengambil tombak serta pedang dan menunggangi kudanya untuk bergabung bersama para sahabat yang lainnya.

Saat dia sudah berada ditengah barisan para sahabat, dia diusir untuk menyingkir dari barisan mereka, akhirnya Ushairim menjawabnya bahwa dia telah masuk Islam dan ia telah seiman dengan para sahabat lainnya.

Baca Juga:  Kisah Juwairiyah binti al-Harits, Ummul Mukminin yang Penuh Berkah

Kemudian dia bergabung dan mengikuti perang Uhud tersebut dengan gigih berani serta bersemangat hingga ia terluka. Ketika teman-teman Bani Asyhal mencari korban-korban peperangan dari kaum mereka, tidak disangka ternyata mereka menemukan Amr bin Tsabit dengan penuh luka.

Mereka yang menemukannya berkata: “Demi Allah ini adalah Al-Ushairimi”. kemudian dia dibawa kepada keluarganya dalam keadaan penuh luka. Kaum bani Asyhal menanyakan kepada Amr bin Tsabit apa yang menyebabkannya datang ke medan perang, apakah itu demi kaumnya atau demi Rasulullah SAW.

Dan kemudian dia menjawab bahwa dia turun kemedan perang karena ingin masuk Islam, ia beriman kepada Allah dan RasulNya, kemudian ia bergabung dengan Rasulullah untuk mengikuti perang, dan ia mengalami luka parah, jika ia meninggal maka seluruh harta yang dimiliki Amr bin Tsabit akan menjadi milik Nabi Muhammad SAW, silahkan dipergunakan sekehendak hati.

Setelah ia berkata demikian kemudian beliau meninggal. Ketika salah satu sahabat melaporkannya kepada Nabi kemudian nabi berkomentar: Innahu min ahlil jannah” Sesungguhnya ia termasuk ahli surga.

Baca Juga:  Gus Baha: Kisah Santri Nakal Naksir Sama Putri Kyai

Padahal ia belum sempat shalat sama sekali hanya baru menyatakan masuk Islam dan mengimani Allah serta RasulNya kemudian mengikuti Nabi bergabung dalam pasukan turun ke medan perang namun dia gugur. Di kesempatan yang lain Rasulullah bersabda: “Amila qolilan wa ujiro” amalannya sedikit tapi mendapat ganjaran yang besar.

Mungkin secara kasat mata amalannya sedikit, begitupun menurut pandangan orang awam, namun menurut Allah ia adalah ahli surga apa yang telah ia korbankan adalah harta yang tak ternilai harganya, sedikit namun berkualitas. Maka dari itu tidak perlu melakukan hal yang terlalu berlebihan. Cukup melakukan amalan yang biasa walaupun sedikit namun istiqomah maka akan mendapatkan pahala yang luar biasa.

Lukman Hakim Hidayat