Membangun Keluarga yang Sakinah Menurut KH Buya Syakur Yasin

buya syakur

Pecihitam.org – Menikah bisa menyempurnakan setengah dari keimanan kita. Pernikahan juga merupakan termasuk dalam ibadah yang besar dan harus disegerakan apabila sudah dianggap siap dan mampu dalam menjalankan Bahtera rumah tangga.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Membangun rumah tangga dibutuhkan berbagai macam persiapan yang matang baik secara materi maupun mental. Seperti halnya orang yang ingin membangun Bahtera untuk berlayar, dibutuhkan segala macam perangkat untuk bisa mewujudkannya.

Kemudian setelah sudah dibangun dengan sempurna dibutuhkan juga perangkat untuk bisa menjalankannya dengan baik agar bisa selamat sampai tujuan sesuai yang diharapkan. Setiap ikatan pernikahan dikehendaki oleh semua pasangan untuk bisa kokoh langgeng dan harmonis tanpa ada perceraian didalamnya.

Semuanya berkeinginan untuk bisa terus menjalin hubungan rumah tangga selama hidupnya bahkan berharap sampai akhirat kelak. Maka hubungan semacam itu dibutuhkan usaha yang keras untuk bisa mewujudkannya.

Seperti yang disampaikan oleh KH. Syakur Yasin. MA bahwasannya yang harus dilakukan adalah membangun keluarga yang sakinah. Sebab menurut Buya Syakur dalam menafsiri Surat Ar-rum ayat 21 bahwa yang ditugaskan oleh Allah kepada manusia itu hanya membenguk keluarga yang sakinah. Adapun mawaddah dan rohmah itu adalah bonus yang diberikan oleh Allah kepada kita.

Baca Juga:  Masih Sering Tidur Setelah Makan Sahur? Ini Dampak Negatifnya yang Harus Kamu Tahu!

Akan tetapi untuk bisa mewujudkan sakinah dalam keluarga, akan sibutuhkan beberapa hal yakni :

Pertama, saling percaya. Kepercayaan adalah hal yang sangat penting dalam hubungan rumah tangga, sebab rumah tangga yang dibangun diatas kepercayaan maka akan bisa ajeg kokoh meskipun banyak menemui aral yang melintang. Kepercayaan menjadi modal yang paling utama sekaligus menjadi sebuah kunci keberhasilan dalam berumah tangga.

Kedua membangun Adaptasi. Selanjutnya dalam membangun keluarga untuk bisa sakinah adalah saling melakukan adaptasi. Sebab menikah adalah menyatukan dua orang yang punya latar belakang yang berbeda, menyatukan dua pikiran yang berbeda, dua hobi yang berbeda, ilmu yang berbeda, pengalaman yang berbeda bahkan sampai dengan menyatukan kebiasaan yang berbeda pula.

Dalam Al-Qur’an Surat Ar-rum ayat 21 yang artinya adalah,

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.

Maka oleh sebab itulah diperlukam adanya adaptasi yang sempurna diantara kedua pasangan dalam membina rumah tangga agar terjadi saling mengerti satu sama lain.

Baca Juga:  Menganggap Janji Sebagai Hal yang Sepele, Bagaimana Pandangan Islam?

Ketiga berjiwa besar. Maksudnya adalah dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi dalam rumah tangga harus bisa disikapi dengan besar hati dan sabar. Contohnya misalkan pasangan kita membuat suatu kesalahan maka tidak sekonyong-konyong untuk menghakiminya seketika, melainkan dibicarakan secara baik-baik dan saling memberikan arahan yang baik.

Ketika saling berjiwa besar dalam menjalankan rumah tangga maka antara suami maupun istri tidak akan ada yang merasa salah satunya memiliki otoritas mutlak dalam rumah tangga. Itu artinya apa-apa yang dilakukan dan terjadi dalam rumah tangga dilakukan dan didasarkan pada kompromi.

Jadi apabila ada satu tindakan yang diluar kompromi maka hendaknya tetap dibicarakan dengan baik. Sangat tidak diperkenankan untuk mengeluarkan nada tinggi apalagi sampai menggunakan kekerasan. Hal tersebut selain melanggar ketentuan agama juga melanggar hukum Negara.

Keempat sudah mempersiapkan mental. Dalam membangun dan mengarungi bahtera rumah tangga, mental yang kuat juga diperlukan. Menurut Buya Syakur seorang yang akan berumah tangga hendaknya harus mempersiapkan mental untuk bisa menjadi seorang suami ataupun istri. Terlebih lagi ketika sudah terikat menjadi suami istri segala sesuatu yang dilakukan tidak sama seperti ketika belum menjalin ikatan.

Baca Juga:  Nabi Tak Pernah Sekalipun Mencela Makanan

Sebab apa-apa yang dilakukan harus diketahui satu dengan yang lainnya sehingga mampu menciptakan harmonisasi dalam hubungan sebab terciptanya komunikasi yang baik dalam rumah tangga. Hal ini seperti yang diajarkan oleh Nabi bahwa kita dianjurkan untuk bisa menciptakan komunikasi yang baik agar tercipta keluarga yang harmonis.

Jika sudah demikian maka Insya Allah akan bisa tercipta keluarga yang sakinah. Jika kita sudah berusaha membentuk keluarga yang sakinah maka kita juga berharap untuk bisa mendapatkan bonus berupa mawadah dan rohmah yang diberikan oleh Allah SWT kepada rumah tangga kita. Demikian semoga bermanfaat. Tabik.!

Fathur IM