Mengenal Metodologi Tafsir Al-Quran Ulama Modern

metodologi tafsir modern

Pecihitam.org – Metodologi tafsir adalah bagaimana cara bagaimana pelaksanaan interpretasi ( tafsir ) al-Qur’an dapat dengan mudah dilaksanakan. Metodologi tafsir modern adalah kajian keilmuan yang lebih belakang lahirnya dibandingkan dengan tafsir itu sendiri.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Maka tidak sedikit orang yang menggunakan metode tafsir sebagai piranti analisis penafsiran al-Qur’an, dan dimanfaatkan untuk memahami hasil penafsiran yang sudah dilakukan para ulama salaf.

Ekspansi Islam yang dilakukan secara agresif dan mobilitas yang sangat tinggi keberbagai Jazirah arab dan luar Arab pada masa tabi’in semakin memperluas dan mengembangkan wilayah Islam.

Perluasan wilayah agama dan pergaulan umat islam dengan dunia luar( yang nota bene non muslim ) pun turut mempengaruhi kompleksitas permasalahan yang dihadapi oleh umat Islam. Apa lagi banyak juga diantara mereka yang kemudian memeluk Islam.

Pada zaman ini Islam telah menguasai daerah-daerah lain yang memiliki kebudayaan lama ( kuno) yang terkait erat dengan agama berhala Persia, Asia Tengah, India, Siria, Turki, Mesir, dan Afrika Selatan.

Bahkan Islam berkembang luas pula di wilayah Asia Tenggara yang sebelumnya dikuasi oleh keyakinan Budha Hindu. Sejak saat itu kaum muslimin mulai mempelajari ilmu sains dan pengetahuan yang dimiliki oleh para penganut kebudayaan tersebut.

Baca Juga:  Hadits Nabi: Khasiat Buah Safarjal Untuk Mempercantik Keturunan

Seiring dengan luasnya daerah yang dipengaruhi oleh Islam dan penyebaran Islam pun dilakukan keseluruh daerah wilayah diberbagai penjuru benua, peradaban dan kebudayaan Islam pun semakin mengalamai kemajuan termasuk ilmu tafsir.

Ditemukan bahwa dalam garis besar, metodologi tafsir al-Qur’an ya ng digunakan oleh ulama modern dilakukan melalui empat cara, yaitu :

1. Tahili ( Analisis )

Tafsir Tahili adalah mengkaji ayat-ayat al-Qur’an dari segala segi dan maknaya, ayat demi ayat dan surat demi surat sesuai dengan urutan mushaf. Metode tahili ini di Pergunakan kebanyakan Ulama dengan memaparkan segala aspek yang terkandung di dalam ayat-ayat yang ditafsirkan itu. Serta menerangkan makna-makna yang mencakup di didalamnya sesuai dengan keahlian dan kecendrungan mufassir yang menafsirkan ayat-ayat tersebut.

2. Ijmal ( Global)

Ijmali (global ) ialah menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an secara ringkas tapi mencangkup dengan bahsa yang populer,mudah dimengerti dan enak dibaca. Sistematika penulisanyas menuruti  susuna ayat-ayat di dalm mushaf. Disampimg itu penyajianya tidak terlalu jauh dari gaya bahsa al-Qur’an seingga pendengar dan pemmbaca seakan-akan masih tetap mendengar al-Qur’an padahal yang didengarnya itu adalah tafsirnya.

Baca Juga:  Apakah Ilmu Laduni Benar Ada? Adakah Cara untuk Meraihnya?

3. Muqarin ( Komparatif )

Mengenai definisi metode komparatif, dari berbagi literatur yang ada adalah :

  • Membandingkan teks ( nash) ayat-ayat al Qur’an yang memiliki persamaaan atau kemiripan redaksi dalam dua kasus atau lebih, dan atau memiliki redaksi yang berbeda bagi satu kasus yang sama.
  • Membandingkan ayat al-Qur’an dengan hadis yang pada lahirnya terlihat bertentangan.
  • Membandingkan berbagai pendapat ulama tafsir dalam menafsirkan al_Qur’an.

Dari definisi itu terlihat jelas bahwa tafsir al-Qur’an dengan menggunakan metode ini mempeunyai  cakupan yang teramat luas, tidak hanya membandingkan ayat dengan ayat melainkan juga mempernbandingkan  pendapat para mufassir dalam menafsirkan suatu ayat tidak hanya terbatas pada analisis redaksional ( mabahits lafdziyah).

4. Maudu’i ( tematik )

Metode tematik ialah membahs ayat-ayat al Qur’an sesuai dengan tema atau judul yang telah ditetapkan. Semua ayat yang berkaitan, dihimpun kemudian dikaji secara mendalam dan tuntas dari berbagai aspek yang terkait dengannya, seperti asbab al-nuzul, kosa kata, dan sebagainya.

Baca Juga:  Kritik Terhadap Buku Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah Karya Yazid Jawas

Semua dijelaskan dengan rinci dan tuntsas, serta didukung oleh dalil-dalil atau fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, baik argumen itu berasal dari al-Qur’an, hadis, maupun pemikiran rasional.

Pada metodologi tafsir ini dijadikan sebagai alat untuk mengkaji penafsiran al-qur’an oleh ulama modern dengan cara meyakini dan mengimanai segi-segi akidah dan informasi yang ada didalam al-qur’an dan mematuhi perintah dan larangan serta mempraktekkanya dalam prilaku sehari-hari  baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang-orang disekeliling mereka.

Sumber : Nasrudin Baidan, Metodologi Penafsiran al Qur’an, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,21998).