Ormas Geruduk Pengajian Gus Miftah, FPI: Jangan Suka Fitnah!

Ormas Geruduk Pengajian Gus Miftah, FPI: Jangan Fitnah!

Pecihitam.org – Tablig Akbar Gus Miftah yang berlangsung di alun-alun Cianjur, Jawa Barat, didatangi massa dari sebuah ormas. Peristiwa ini terjadi pada peringatan Hari Santri Nasional, Selasa, 22 Oktober 2019.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, saat dimintai konfirmasi, mengatakan bahwa awalnya massa tersebut mengaku dari ormas Front Pembela Islam. Namun kemudian dibantah sendiri oleh mereka.

“Ngakunya dia pakai FPI. Tapi dia nggak mau ngomong dari FPI, bilangnya ‘bukan, Pak. Itu pribadi, Pak’,” ujar Juang Andi, Selasa, 22 Oktober 2019, dikutip dari detik.com.

Massa yang mendatangi pengajian Gus Miftah itu, dikatakan Juang Andi, memprotes adanya penampilan band Wali. Sebelumnya, mereka juga resah lantaran video viral soal pelarangan membawa bendera tauhid di momen Hari Santri Nasional.

Baca Juga:  Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1441 H Jatuh pada 24 Mei

“Gara-gara bendera dikibarkan, katanya jadi resah. Disuruh turun. Akhirnya pas nyanyi, marah. Pengajian (katanya) bikin teriak-teriak,” sambungnya.

Sementara itu, salah seorang panitia membenarkan dugaan pemicu aksi penggerudukan massa tersebut adalah viralnya video pelarangan pengibaran bendera tauhid. Namun mereka bukan dari kalangan santri. Ketika ditanya identitas kelompok, mereka mengaku sebagai pecinta Habib Bahar.

“Berangkaian sepertinya, ketika mereka diminta jangan mengibarkan bendera mereka bilang ke kelompoknya. Seperti ini disengaja, mereka sepertinya bukan santri kalau enggak salah ketika kita tanya mereka sempat mengaku sebagai pecinta Habib Bahar,” kata panitia bernama Hafid, Rabu, 23 Oktober 2019.

Hafid juga menyebut adanya peredaran informasi hoax tentang anggota Banser yang menginjak-injak bendera tauhid saat tablig akbar Gus Miftah di Palabuhanratu.

Baca Juga:  Laporan FPI Terhadap Gus Muwafiq ke Bareskrim Polri Ditolak

Menurut Hafid, ada tiga agenda pengajian Gus Miftah pada hari Selasa itu, di antaranya Cianjur, Palabuhanratu, dan Sukabumi.

“Ketika Gus Miftah ada di Palabuhanratu, kan Selasa itu ada tiga agenda dengan Cianjur yakni di Palabuhanratu lalu Kota Sukabumi. Saat Gus Miftah di Palabuhanratu mereka kelompok radikal memviralkan Banser Palabuhanratu menginjak kalimat tauhid, saya konfirmasi komandan Banser Palabuhanratu ternyata tidak ada,” jelas Hafid.

Atas insiden penggerudukan tersebut, Gus Miftah langsung dievakuasi ke Polres Cianjur untuk menghindari tindakan yang tak diinginkan.

Sementara itu, menurut sumber lain, Sekretaris Umum FPI Munarman membantah pihaknya yang menggeruduk pengajian Gus Miftah. Ia menyebut telah mengecek dan memastikan atribut massa tersebut bukan atribut resmi FPI.

Baca Juga:  Imbas Wabah Corona di Arab Saudi, Masjid Nabawi Ditutup Total

“Barusan saya cek, itu sama sekali bukan atribut FPI. FPI tidak ada seragam seperti yang digambar saya dapatkan,” kata Munarman.

Munarman juga meminta masyarakat supaya tak mudah percaya pada kabar yang memojokkan FPI. “Janganlah sedikit-sedikit FPI. Jangan suka fitnah,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.