Surah Al-Isra’ ayat 85; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Isra' Ayat 85

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Isra’ Ayat 85 ini, mengajak umat manusia supaya memahami isi Al-Qur’an dengan sebenar-benarnya, agar tidak tersesat ke jalan yang tidak benar. Sebaliknya mereka yang tidak berusaha untuk memahami isi Al-Qur’an tidak akan bisa memanfaatkannya sebagai pedoman hidup, bahkan mereka melakukan tindakan dan perbuatan yang dapat menjauhkan mereka dari pemahaman terhadap ayat-ayatnya dengan benar.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mereka menanyakan kepada Nabi saw hal-hal yang tidak mungkin diketahui manusia, yang sebetulnya tidak ada gunanya untuk diketahui, kecuali hanya sekedar untuk menguji Nabi.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Isra’ Ayat 85

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

Terjemahan: Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Tafsir Jalalain: وَيَسْأَلُونَكَ (Dan mereka bertanya kepadamu) yaitu orang-orang Yahudi عَنِ الرُّوحِ (tentang roh,) yang karenanya jasad ini dapat hidup قُلِ (“Katakanlah) kepada mereka! الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّ (‘Roh itu termasuk urusan Rabbku) artinya termasuk ilmu-Nya oleh karenanya kalian tidak akan dapat mengetahuinya

وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا (dan tidaklah kalian diberi pengetahuan melainkan sedikit.'”) dibandingkan dengan ilmu Allah swt.

Tafsir Ibnu Katsir: Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, ia bercerita, aku pernah berjalan bersama Rasulullah di sebuah kebun di Madinah, ketika itu beliau dalam keadaan bertongkat dengan pelepah kurma. Kemudian beliau berjalan melewati sekelompok orang dari kaum Yahudi, lalu sebagian mereka berkata kepada sebagian lainnya: “Tanyakan kepadanya tentang ruh.” Sebagian mereka berkata: “Jangan kalian bertanya kepadanya.”

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 12-13; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Maka mereka pun -lanjut Ibnu Mas’ud- bertanya kepada Rasulullah tentang ruh, di mana mereka bertanya: “Ya Muhammad, apakah ruh itu?” Dan beliau masih tetap bersandar pada pelepah kurma. Aku menduga Allah menurunkan wahyu kepada beliau, di mana Dia berfirman:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا (“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ‘Ruh itu termasuk urusan Rabbku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”)

Lebih lanjut Ibnu Masud bercerita, kemudian sebagian mereka berkata kepada sebagian lainnya: “Sudah kami katakan kepada kalian, janganlah kalian bertanya kepadanya.”

Demikianlah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim. Siyaq (redaksi) ayat ini secara lahiriyah menunjukkan bahwa ayat ini turun di Madinah dan turun ketika Rasulullah ditanya oleh orang-orang Yahudi tentang ruh di Madinah, padahal surat ini secara keseluruhan adalah Makkiyyah

Tafsir Kemenag: Orang-orang Yahudi bertanya kepada Nabi Muhammad tentang roh yang dapat menghidupkan jasmani, apakah hakikatnya dan apakah dapat dibangkitkan kembali. Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi untuk menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan bahwa masalah roh adalah urusan Allah, hanya Dialah yang mengetahui segala sesuatu, dan Dia sendirilah yang menciptakannya.

Baca Juga:  Surah Al-Isra' ayat 80-81; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Kata ruh dalam Al-Qur’an mempunyai tiga arti, yaitu: Pertama: Yang dimaksud dengan ruh adalah Al-Qur’an. Sebagaimana firman Allah: Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. (asy-Syura/42: 52)

Pengertian ini sesuai dengan isi ayat 82 Surah al-Isra’, dimana diterangkan bahwa Al-Qur’an menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Juga sesuai dengan ayat 87 surah yang sama yang menerangkan bahwa jika Allah menghendaki, niscaya Dia akan melenyapkan Al-Qur’an yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad. Dengan demikian, Nabi tidak akan memperoleh pembelaan.

Kedua: Malaikat Jibril. Dalam Al-Qur’an banyak perkataan ruh yang diartikan dengan Jibril a.s., seperti dalam firman Allah swt.

Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan. (asy-Syu’ara’/26: 193-194)

Dan firman Allah swt: ?lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna. (Maryam/19: 17)

Baca Juga:  Surah Al-Isra Ayat 2-3; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Ketiga: Berarti roh yang ada dalam badan, yang merupakan sumber kehidupan dari makhluk hidup. Menurut Jumhur Ulama, kata ruh dalam ayat ini adalah roh yang ada dalam badan (nyawa). Firman Allah:

Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam. (al Anbiya’/21: 91)

Pendapat yang menyamakan ruh dengan nafs (roh/nyawa) ini adalah pendapat yang banyak dianut ulama (jumhur) dan sesuai dengan sebab ayat ini diturunkan. Allah berfirman: Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (al-hijr/15: 29)

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Isra’ ayat 85 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S