Surah Al-Kahfi Ayat 54; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Kahfi Ayat 54

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Kahfi Ayat 54 ini, menjelaskan bahwa berbagai macam perumpamaan dikemukakan Allah di dalam Alquran, baik berupa perbandingan terhadap sesuatu ataupun berbentuk kisah. Sungguh Allah telah menyebutkan berbagai macam perumpamaan di dalam Alquran sebagai nasihat bagi orang-orang yang mengingkari-Nya dan meminta mukjizat selain Alquran. Tetapi tabiat manusia adalah senang membantah. Jika ia tetap keras menentang, maka ia akan membantah dengan kebatilan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Kahfi Ayat 54

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِن كُلِّ مَثَلٍ وَكَانَ الْإِنسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا

Terjemahan: Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.

Tafsir Jalalain: وَلَقَدْ صَرَّفْنَا (Dan sesungguhnya Kami telah menjelaskan) فِي هَذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِن كُلِّ مَثَلٍ (bagi manusia dalam Alquran ini bermacam-macam perumpamaan) lafal مِن كُلِّ مَثَلٍ berkedudukan menjadi sifat daripada lafal yang tidak disebutkan, artinya: suatu perumpamaan dari setiap jenis perumpamaan, supaya mereka mengambil pelajaran daripadanya.

وَكَانَ الْإِنسَانُ (Dan manusia adalah makhluk) yakni orang kafir أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا (yang paling banyak membantah) paling banyak permusuhannya dalam kebatilan; lafal Jadalan adalah Tamyiz yang dipindahkan dari Isim Kaana. Maknanya: Permusuhan yang paling banyak dilakukan oleh manusia adalah dalam hal kebatilan.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 96-99; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman, sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepada umat manusia melalui al-Qur’an ini, dan Kami terangkan kepada mereka berbagai permasalahan secara rinci supaya mereka tidak tersesat dari kebenaran dan tidak keluar dari jalan petunjuk.

Dengan penjelasan dan al-Qur’an ini, manusia banyak memperselisihkan, membantah dan mempertikaikan tentang kebenaran dengan cara yang bathil, kecuali orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan diperlihatkan kepada mereka jalan menuju keselamatan.

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib memberitahukan bahwa Rasulullah pernah mengetuk pintu rumahnya pada malam hari yang ketika itu ia bersama Fathimah binti Rasulullah seraya berkata: “Tidakkah kalian berdua mengerjakan shalat?” Lalu aku menjawab:

“Ya Rasulullah, sesungguhnya jiwa kami berada di tangan Allah, jika Dia berkehendak untuk membangunkan kami, maka kami bangun.” Maka beliau pun kembali pada saat kukatakan hal itu kepadanya, sedang beliau sama sekali tidak melontarkan sepatah kata pun kepadaku. Kemudian ketika beliau membalikkan pungungnya sambil menepuk pahanya, beliau membacakan:

Baca Juga:  Surah Asy-Syu'ara Ayat 141-145; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَكَانَ الْإِنسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا (“Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak menibantah.”) Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dalam kitab ash-Shahihain.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menjelaskan bahwa berbagai macam perumpamaan dikemukakan Allah di dalam Al-Qur’an, baik berupa perbandingan terhadap sesuatu ataupun berbentuk kisah. Hal ini dimaksudkan sebagai cermin perbandingan bagi manusia, sebab ia mempunyai akal pikiran. Dari binatang kecil, seperti nyamuk, semut, lalat, dan lebah, sampai benda-benda alam yang besar, seperti gunung dan samudera, dijadikan contoh untuk menarik perhatian manusia.

Namun demikian, manusia adalah makhluk yang paling suka membantah. Artinya, ketika Allah menyadarkan akal pikiran dan budi luhurnya dengan berbagai macam perumpamaan itu, mereka pun mencari-cari dalih untuk mengingkari dan tidak mau mematuhinya. Hal itu disebabkan oleh pengaruh hawa nafsu, kesombongan, dan tipu daya setan dan Iblis.

Dalam suatu hadis diriwayatkan bahwa Rasulullah saw datang kepada Ali dan Fatimah pada suatu malam dan bertanya: “Apakah kamu berdua salat?” Maka saya (Ali) menjawab, “Hai Rasulullah, diri kami ini sesungguhnya ada di tangan Allah, kalau dia mau membangkitkan kami, tentu Dia sanggup membangkitkan kami.”

Baca Juga:  Surah Al-Kahfi Ayat 30-31; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Maka beliau berpaling ketika saya mengucapkan itu, dan beliau tidak menjawab perkataan saya sedikit pun. Kemudian saya mendengar beliau memukul pahanya sendiri sambil berpaling dan mengucapkan, “Tetapi manusia itu adalah makhluk yang paling banyak membantah.” (Riwayat al-Bukhari dari Ali bin Abu thalib).

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al- Kahfi Ayat 54 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S