Surah Al-Mutaffifin Ayat 29-36; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Mutaffifin Ayat 29-36

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Mutaffifin Ayat 29-36 ini, Allah menegaskan bahwa orang-orang kafir itu hidup di dunia tidak ditugaskan untuk melindungi atau menjaga orang-orang Mukmin. Mereka tidak berwenang menjaga orang-orang Mukmin karena orang-orang Mukmin tidak berada di bawah kekuasaan mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mutaffifin Ayat 29-36

Surah Al-Mutaffifin Ayat 29
إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْ كَانُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يَضۡحَكُونَ

Terjemahan: “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.

Tafsir Jalalain: إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْ (Sesungguhnya orang-orang yang berdosa) seperti Abu Jahal dan lain-lainnya كَانُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ (adalah mereka terhadap orang-orang yang beriman) seperti Ammar bin Yasir, Bilal bin Rabbah dan lain-lainnya يَضۡحَكُونَ (mereka selalu menertawakannya) dan memperolok-olokkannya.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah menceritakan tentang orang-orang yang berbuat dosa, dimana ketika masih di dunia mereka menertawakan orang-orang yang beriman seraya menghinakannya, dimana jika mereka melalui orang-orang mukmin maka mereka saling mengedipkan matanya, dengan pengertian menghinakan mereka.

Tafsir Kemenag: Sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas dan berdosa dahulu selalu menertawakan orang-orang yang beriman. Ketika Nabi Muhammad membawa Al-Qur’an dengan ajaran Islam yang mengandung kebajikan, ia mendapatkan perlawanan yang hebat dari orang-orang musyrik Mekah.

Perlawanan ini terutama dari para pembesarnya yang sejak nenek moyangnya sudah biasa menyembah patung berhala. Mereka menentang ajaran apa saja yang datang dari luar yang bertentangan dengan kepercayaan mereka.

Telah menjadi kebiasaan bagi orang-orang besar yang bersandar kepada kekuasaan dan kebendaan atau kekayaan bahwa mereka selalu bersikap sinis atau mencemoohkan pihak lain yang tidak sejalan dengan kepercayaan dan kebudayaan mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya orang yang melakukan kejahatan-kejahatan menyangkut agama, dengan nada mengejek, mereka selalu mentertawakan orang-orang yang beriman di dunia.

Surah Al-Mutaffifin Ayat 30
وَإِذَا مَرُّواْ بِهِمۡ يَتَغَامَزُونَ

Terjemahan: “Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.

Tafsir Jalalain: وَإِذَا مَرُّواْ (Dan apabila mereka berlalu) yakni orang-orang yang beriman itu بِهِمۡ يَتَغَامَزُونَ (di hadapan orang-orang yang berdosa, maka orang-orang yang berdosa itu saling mengedipkan matanya) di antara sesama mereka mengisyaratkan dengan kedipan dan picingan alis mereka kepada orang-orang mukmin yang lewat di hadapan mereka. Isyarat ini untuk memperolok-olokkan mereka yang lewat itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya

Tafsir Kemenag: Apabila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka, orang-orang yang berdosa itu saling memberi isyarat dengan kedipan mata yang mengandung unsur ejekan dan cemoohan.

Apabila kembali kepada kaum kerabatnya, mereka membangga-banggakan diri karena telah mengadakan tindakan terhadap pengikut-pengikut Muhammad saw dengan berbagai tindakan yang mengandung unsur ejekan, cemoohan, dan permusuhan.

Baca Juga:  Surah Al-Mutaffifin Ayat 7-17; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Ketika orang-orang yang beriman berlalu di hadapan orang-orang yang mengejek itu, mereka saling menggunjing sebagai bentuk ejekan.

Surah Al-Mutaffifin Ayat 31
وَإِذَا ٱنقَلَبُوٓاْ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِمُ ٱنقَلَبُواْ فَكِهِينَ

Terjemahan: “Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.

Tafsir Jalalain: وَإِذَا ٱنقَلَبُوٓاْ (Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali) pulang إِلَىٰٓ أَهۡلِهِمُ ٱنقَلَبُواْ فَكِهِينَ (kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira) menurut suatu qiraat dibaca Faakihiina bukan Fakihiina; artinya mereka merasa puas karena telah memperolok-olokkan kaum mukmin.

Tafsir Ibnu Katsir: وَإِذَا ٱنقَلَبُوٓاْ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِمُ ٱنقَلَبُواْ فَكِهِينَ (“Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.”) maksudnya ketika orang-orang yang berbuat dosa itu kembali ke rumah-rumah mereka maka mereka akan kembali dalam keadaan senang gembira. Artinya, apapun yang mereka cari pasti mereka dapatkan. Meski demikian mereka tidak mensyukuri nikmat yang telah dikaruniakan kepada mereka, bahkan mereka justru sibuk menghina dan dengki kepada orang-orang mukmin.

Tafsir Kemenag: Apabila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka, orang-orang yang berdosa itu saling memberi isyarat dengan kedipan mata yang mengandung unsur ejekan dan cemoohan.

Apabila kembali kepada kaum kerabatnya, mereka membangga-banggakan diri karena telah mengadakan tindakan terhadap pengikut-pengikut Muhammad saw dengan berbagai tindakan yang mengandung unsur ejekan, cemoohan, dan permusuhan.

Tafsir Quraish Shihab: Dan mereka merasa sangat puas dengan tindakan itu, ketika kembali kepada kelompok mereka.

Surah Al-Mutaffifin Ayat 32
وَإِذَا رَأَوۡهُمۡ قَالُوٓاْ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَضَآلُّونَ

Terjemahan: “Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”,

Tafsir Jalalain: وَإِذَا رَأَوۡهُمۡ (Dan apabila mereka melihatnya) yakni melihat orang-orang yang beriman قَالُوٓاْ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَضَآلُّونَ (mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”) karena mereka telah beriman kepada Muhammad.

Tafsir Ibnu Katsir: وَإِذَا رَأَوۡهُمۡ قَالُوٓاْ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَضَآلُّونَ (“Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat.”) maksudnya, karena mereka berada dalam agama yang bukan agama mereka.

Tafsir kemenag: Apabila melihat orang-orang Mukmin, orang-orang yang berdosa itu berkata bahwa sesungguhnya mereka melihat orang yang benar-benar sesat dan menyimpang dari kebenaran, karena mengubah kepercayaan yang sejak dahulu kala mereka warisi dari nenek moyang mereka tentang penyembahan berhala.

Tafsir Quraish Shihab: Apabila melihat orang-orang beriman, meraka berkata, “Mereka adalah orang-orang tersesat karena mau percaya kepada Muhammad.” Padahal tidak ada yang memerintah orang-orang yang mengejek itu untuk memberikan penilaian terhadap orang lain: apakah dia tertunjuki atau tersesat, juga bukan untuk menjadi pengawas bagi perbuatan orang lain

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 69; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Surah Al-Mutaffifin Ayat 33
وَمَآ أُرۡسِلُواْ عَلَيۡهِمۡ حَٰفِظِينَ

Terjemahan: “padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin.

Tafsir Jalalain: Allah swt. berfirman وَمَآ أُرۡسِلُواْ (padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim) maksudnya orang-orang kafir itu tidak disuruh عَلَيۡهِمۡ (kepada orang-orang yang beriman) atau kaum mukmin حَٰفِظِينَ (sebagai penjaga) bagi mereka, atau bagi amal perbuatan mereka, sehingga berhak untuk membenarkan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَمَآ أُرۡسِلُواْ عَلَيۡهِمۡ حَٰفِظِينَ (“Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin.”) maksudnya, orang-orang yang berbuat dosa itu tidak dikirim untuk menjaga orang-orang mukmin, baik itu menyangkut amal perbuatan, ucapan maupun segala sesuatu yang dibebankan kepada mereka.

Tafsir Kemenag: Allah menegaskan bahwa orang-orang kafir itu hidup di dunia tidak ditugaskan untuk melindungi atau menjaga orang-orang Mukmin. Mereka tidak berwenang menjaga orang-orang Mukmin karena orang-orang Mukmin tidak berada di bawah kekuasaan mereka. Oleh sebab itu, mereka tidak berhak mengejek, mengawasi, dan menyakiti orang-orang Mukmin yang tulus ikhlas beriman kepada Allah.

Tafsir Quraish Shihab: Apabila melihat orang-orang beriman, meraka berkata, “Mereka adalah orang-orang tersesat karena mau percaya kepada Muhammad.” Padahal tidak ada yang memerintah orang-orang yang mengejek itu untuk memberikan penilaian terhadap orang lain: apakah dia tertunjuki atau tersesat, juga bukan untuk menjadi pengawas bagi perbuatan orang lain.

Surah Al-Mutaffifin Ayat 34
فَٱلۡيَوۡمَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنَ ٱلۡكُفَّارِ يَضۡحَكُونَ

Terjemahan: “Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir,

Tafsir Jalalain: فَٱلۡيَوۡمَ (Maka pada hari ini) yakni hari kiamat ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنَ ٱلۡكُفَّارِ يَضۡحَكُونَ (orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir.).

Tafsir Ibnu Katsir: Lalu untuk apa mereka menyibukkan diri mengawasi dan memfokuskan pandangan mereka kepada orang-orang mukmin? Oleh karena itu, Allah berfirman: فَٱلۡيَوۡمَ (“Maka pada hari ini.”) yaitu hari kiamat, ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنَ ٱلۡكُفَّارِ يَضۡحَكُونَ (“Orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir.”)

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa pada hari pembalasan giliran orang-orang Mukmin dalam surga mencemoohkan orang-orang kafir yang sedang menderita azab neraka. Pada hari itu, orang-orang yang beriman akan tertawa lebar karena menyaksikan pahala dan berbagai macam kenikmatan yang sesuai dengan janji Allah. Mereka juga menertawakan orang-orang kafir yang dahulu di dunia pernah mencemoohkan mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Kelak, di hari pembalasan, orang-orang Mukmin akan berbalik menertawakan orang-orang kafir sebagai balasan atas tidakan serupa yang mereka lakukan terhadap orang-orang Mukmin.

Surah Al-Mutaffifin Ayat 35
عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ

Terjemahan: “mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.

Baca Juga:  Surah As-Saffat Ayat 123-132; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: َعَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ (Mereka duduk di atas dipan-dipan) di surga يَنظُرُونَ (sambil memandang) dari tempat tinggal mereka kepada orang-orang kafir yang sedang diazab; maka orang-orang yang beriman itu menertawakan mereka sebagaimana mereka menertawakannya ketika mereka berada di dunia.

Tafsir Ibnu Katsir: sebagai balasan atas perbuatan mereka yang menertawakan orang-orang mukmin: عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ (“Mereka [duduk] di atas dipan-dipan sambil memandang.”) yakni melihat kepada Allah, dalam rangka menangkis orang-orang yang menganggap bahwa mereka (orang-orang mukmin itu) sebagai orang yang sesat, tetapi mereka itu termasuk dari wali-wali Allah yang didekatkan kepada-Nya dan melihat langsung kepada-Nya di alam yang penuh kemuliaan-Nya.

Tafsir Kemenag: Mereka duduk santai di atas dipan-dipan sambil memandang apa yang diperbuat oleh Allah terhadap orang-orang kafir dalam neraka.

Tafsir Quraish Shihab: Di atas dipan dan persandaran, orang-orang beriman akan menyaksikan berbagai kenikmatan yang diberikan Allah kepada mereka.

Surah Al-Mutaffifin Ayat 36
هَلۡ ثُوِّبَ ٱلۡكُفَّارُ مَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ

Terjemahan: “Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Tafsir Jalalain: هَلۡ ثُوِّبَ (Apakah telah diberi ganjaran) atau telah diberi pembalasan ٱلۡكُفَّارُ مَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ (orang-orang kafir itu sesuai dengan apa yang dahulu mereka kerjakan?) jawabnya, “Ya”, atau, “Tentu saja.”.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: هَلۡ ثُوِّبَ ٱلۡكُفَّارُ مَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ (“Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”) maksudnya, apakah orang-orang kafir itu akan diberi ganjaran [atau tidak] atas apa yang telah mereka lakukan terhadap orang-orang mukmin berupa caci maki dan penghinaan? Artinya, mereka telah diberi balasan dengan balasan yang paling lengkap lagi sempurna.

Tafsir Kemenag: Mereka meyakinkan bahwa sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak dianiaya, tetapi hanya diberi balasan terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Sebab, balasan itu biasanya diambil dari jenis perbuatan, yang baik dibalas dengan baik, dan yang jahat dibalas dengan jahat.

Tafsir Quraish Shihab: Apakah orang-orang kafir juga akan diberi balasan atas perbuatan mereka di dunia?

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Mutaffifin Ayat 29-36 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S