Surah Ar-Ra’d Ayat 12-13; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Ar-Ra'd Ayat 12-13

Pecihitam.org – Kandungan Surah Ar-Ra’d Ayat 12-13 ini tentang Mengenali berbagai peristiwa alami dan perannya dalam kehidupan ini haruslah mampu meningkatkan iman kita kepada Allah Swt. Karena alam dan undang-undangyang berlaku padanya, semuanya adalah makhluk yang tunduk kepada kekuasaan Allah Swt.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Seluruh alam wujud berada dalam keadaan bertasbih dan bertahmid, mengagungkan dan menyucikan Allah Swt. Untuk itu, seharusnyalah manusia, sebagai makhluk paling mulia, lebih tekun dalam hal ini. Segala sesuatu berada di tangan Allah Swt. Petir dan kilat yang merupakan rahmat Allah, dapat pula berperan sebagai azab Allah yang sangat menakutkan.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d Ayat 12-13

Surah Ar-Ra’d Ayat 12
هُوَ الَّذِي يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ

Terjemahan: Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung.

Tafsir Jalalain: هُوَ الَّذِي يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا (Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepada kalian untuk menimbulkan ketakutan) terhadap orang-orang yang sedang musafir disebabkan suara halilintar

وَطَمَعًا (dan harapan) bagi orang yang bermukim terhadap turunnya hujan وَيُنْشِئُ (dan Dia mengadakan) menciptakan السَّحَابَ الثِّقَالَ (awan yang tebal) karena mengandung air hujan.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitahukan, bahwa Allahlah yang menundukkan kilat, yaitu cahaya mengkilat yang kuat yang terlihat keluar dari celah-celah awan mendung.

Firman Allah: خَوْفًا وَطَمَعًا (“Menimbulkan ketakutan dan harapan.”) Qatadah mengatakan: “Ketakutan adalah untuk orang yang bepergian, karena takut tertimpa bahaya dari kilat itu, dan kesulitan yang ditimbulkannya. Sedang harapan adalah untuk orang yang tinggal di rumah, dengan mengharapkan berkahnya, manfaatnya, dan mengharapkan rizki dari Allah.”

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 41-44; Seri Tadabbur Al Qur'an

وَيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ (“Dan mengadakan awan yang berat [mendung]”) Dengan menciptakannya sebagai sumber baru yaitu karena awan itu mengandung banyak air, maka menjadi berat dan lebih dekat dengan bumi. Mujahid mengatakan: “Awan yang berat adalah yang mengandung air.”

Tafsir Quraish Shihab: Kekuasaan Allah di dalam alam raya ini sungguh jelas dan nyata. Dialah, misalnya, yang memperlihatkan kilat kepada kalian yang membuat kalian takut melihatnya atau khawatir akan turun hujan yang tidak kalian butuhkan lalu memusnahkan tanaman kalian.

Atau sebaliknya, kilat yang membuat kalian justru sangat berharap akan turunnya hujan lebat yang kalian perlukan untuk memperbaiki tanaman kalian. Dialah pula yang membentuk gumpalan awan yang penuh dengan air hujan.

Surah Ar-Ra’d Ayat 13
وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ وَهُمْ يُجَادِلُونَ فِي اللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ

Terjemahan: Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya.

Baca Juga:  Surah Ar-Ra'd Ayat 43; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ (Dan guruh itu bertasbih) yaitu malaikat yang diserahi tugas untuk menggiring mendung seraya بِحَمْدِهِ (memuji Allah) artinya ia selalu mengucapkan kalimat ‘subhaanallaah wa bihamdihi’ وَ (dan) demikian pula bertasbih الْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ (para malaikat karena takut kepada-Nya) kepada Allah.

وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ (dan Allah melepaskan halilintar) yaitu api yang keluar dari mendung فَيُصِيبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ (lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki) kemudian halilintar itu membakarnya.

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang laki-laki yang Nabi saw. mengutus seseorang untuk menyerunya menyembah Allah. Akan tetapi laki-laki itu menjawab, “Siapakah utusan Allah itu, dan siapakah Allah itu; apakah ia dari emas atau dari perak atau dari tembaga.”

Ketika itu juga turunlah halilintar menyambarnya sehingga hancur tulang batok kepalanya وَهُمْ (dan mereka) orang-orang kafir يُجَادِلُونَ (berbantah-bantahan) selalu membantah Nabi saw. فِي اللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ (tentang Allah dan Dialah Tuhan Yang Maha Keras siksa-Nya) Maha Kuat atau Maha Keras azab-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman: وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ (“Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah.”). Firman Allah: وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ وَهُمْ يُجَادِلُونَ فِي اللَّهِ (“Dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah.”) Berbantah-bantahan tentang Allah maksudnya, meragukan keagungan-Nya dan bahwasanya tidak ada Ilah yang haq selain Allah.

Baca Juga:  Surah Ar-Ra'd Ayat 5; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ (“Allah-lah Rabb yang Mahakeras siksa-Nya.”) Berkata Ibnu Jarir: “Yaitu sangat keras dalam menimpakan siksa kepada orang yang keras kepala dan angkuh dalam kekafiran.”

Tafsir Quraish Shihab: Selain itu, tanda kekuasaan-Nya adalah bahwa guruh pun tunduk dan patuh kepada Allah dengan sepenuhnya. Suara petir yang kalian dengar itu tak ubahnya sebagai tasbih yang telah menciptakannya, sebagai bukti kepatuhannya kepada Sang Pencipta. Demikian pula malaikat yang tidak dapat kalian lihat, mereka bertasbih pula memuji Allah Swt.

Dialah yang menurunkan angin badai yang panas dan membakar, lalu menimpakannya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Namun, meskipun bukti-bukti tentang kemahakuasaan Allah begitu nyata dan jelas, mereka masih saja mendebat tentang hakikat Allah. Padahal, Allah Mahakuat dan siasat-Nya dalam membalas makar kepada musuh-musuh-Nya pun sungguh sangat tajam.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Ar-Ra’d Ayat 12-13 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S