Surah Ar-Ra’d Ayat 36-37; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Ar-Ra'd Ayat 36-37

Pecihitam.org – Surah Ar-Ra’d Ayat 36-37 ini ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw dengan mengatakan, “Wahai Rasul! Janganlah engkau berharap semua orang akan mengikuti ajakanmu dan tunduk kepada ajaran ilahi! Sebagian orang akan beriman dan sebagian lagi akan mengingkarinya. Namun jangan sampai engkau berputus asa karena keingkaran mereka atau menjadi kehilangan semangat karena kekafiran mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Al-Quran adalah kitab yang secara jelas membedakan antara kebenaran dan kebatilan serta jelas dalam menerangkan hukum dan hikmah ilahi. Jika semangat kalian sedikit mengendur dalam mengajak mereka kepada kebenaran, berarti kalian telah menarik murka Allah kepada kalian. Jika itu terjadi, tidak ada yang dapat menolong dan membela kalian dari murka Allah.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d Ayat 36-37

Surah Ar-Ra’d Ayat 36
وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَفْرَحُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ ۖ وَمِنَ الْأَحْزَابِ مَنْ يُنْكِرُ بَعْضَهُ ۚ قُلْ إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا أُشْرِكَ بِهِ ۚ إِلَيْهِ أَدْعُو وَإِلَيْهِ مَآبِ

Terjemahan: Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu, dan di antara golongan-golongan (Yahudi dan Nasrani) yang bersekutu, ada yang mengingkari sebahagiannya. Katakanlah “Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali”.

Tafsir Jalalain: وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ (Orang-orang yang Kami berikan kitab kepada mereka) seperti Abdullah bin Salam dan lain-lainnya dari kalangan orang-orang Yahudi yang beriman

يَفْرَحُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ (mereka bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu) karena Alquran yang diturunkan kepadanya tidak bertentangan dengan kitab Taurat yang ada pada mereka.

وَمِنَ الْأَحْزَابِ (dan di antara golongan-golongan) yang telah bersekutu untuk melawan kamu, yaitu mereka yang terdiri dari kalangan kaum musyrikin dan orang-orang Yahudi

مَنْ يُنْكِرُ بَعْضَهُ (ada yang mengingkari sebagiannya) yaitu yang menyangkut tentang penyebutan lafal Ar-Rahman dan hal-hal yang lain selain yang menyangkut kisah-kisah.

Baca Juga:  Surah Ar-Ra'd Ayat 3-4; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

قُلْ إِنَّمَا أُمِرْتُ (Katakanlah, “Sesungguhnya aku hanya diperintahkan) oleh apa yang diturunkan kepadaku أَنْ (untuk) supaya أَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا أُشْرِكَ بِهِ ۚ إِلَيْهِ أَدْعُو وَإِلَيْهِ مَآبِ (menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Hanya kepada-Nya aku berseru dan hanya kepada-Nya aku kembali.”) tempat kembaliku.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman: وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ (“Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka.”) Sedang mereka melakukan sesuai dengan ajarannya [tuntunannya].

يَفْرَحُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ (“bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu.”) Dari al-Qur’an, karena disebutkan dalam kitab mereka sebagian dari bukti-bukti kebenarannya dan memberikan kabar gembira akan kedatangannya, sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Katakanlah: ‘Berimanlah kalian kepadanya atau tidak usah beriman, (sama saja bagi Allah).

Dan firman Allah: وَمِنَ الْأَحْزَابِ مَنْ يُنْكِرُ بَعْضَهُ (“Dan di antara golongan-golongan [Yahudi dan Nasrani] yang bersekutu ada yang mengingkari sebagiannya.”) Maksudnya, di antara golongan-golongan yang mendustakan sebagian dari yang telah diturunkan kepadamu.

قُلْ إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا أُشْرِكَ بِهِ (“Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya.”) Maksudnya, aku diutus hanya untuk beribadah kepada Allah saja, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, seperti halnya para Rasul sebelumku.

إِلَيْهِ أَدْعُو (Hanya kepada-Nya aku ajak manusia) kepada jalan Allah aku seru manusia. وَإِلَيْهِ مَآبِ (Dan hanya kepada-Nya aku kembali) tempat aku pulang dan tempat aku kembali.

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang diberi pengetahuan tentang kitab suci, semestinya bergembira dengan diturunkannya al-Qur’ân kepadamu. Sebab, kitab sucimu itu adalah kelanjutan dari pesan-pesan suci Allah terdahulu.

Katakan kepada orang-orang yang beragama secara parsial, mengingkari sebagian dari apa yang diturunkan kepadamu karena sikap permusuhan dan fanatisme;

Baca Juga:  Surah Ar-Ra'd Ayat 16; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

“Aku hanya diperintahkan menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. Juga, selain itu, untuk mengajak orang lain agar beribadah hanya kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah aku akan kembali.”

Surah Ar-Ra’d Ayat 37
وَكَذَٰلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا ۚ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا وَاقٍ

Terjemahan: Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.

Tafsir Jalalain: وَكَذَٰلِكَ (Dan demikianlah) penurunan itu أَنْزَلْنَاهُ (Kami telah menurunkannya) Alquran itu حُكْمًا عَرَبِيًّا (sebagai peraturan dalam bahasa Arab) yaitu dengan memakai bahasa Arab, yang dengannya engkau putuskan hukum-hukum di antara manusia.

وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ (Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka) hawa nafsu orang-orang kafir, dalam hal apa yang mereka inginkan, supaya kamu melakukannya menurut peraturan agama mereka. Ini hanyalah merupakan perumpamaan بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ (setelah datang pengetahuan kepadamu) tentang tauhid.

مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ (maka sekali-kali tidak ada bagimu terhadap Allah) huruf min di sini adalah zaidah مِنْ وَلِيٍّ (seorang penolong pun) penolong yang mau membantu menyelamatkanmu وَلَا وَاقٍ (dan tidak pula seorang pemelihara) yang dapat mencegah azab Allah yang menimpa dirimu.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَكَذَٰلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا (“Dan demikianlah Kami telah menurunkan al-Qur’an itu sebagai peraturan [yang benar] dalam bahasa Arab.”)

Maksudnya, sebagaimana Kami telah mengutus sebelummu para Rasul dan Kami turunkan kepada mereka kitab-kitab dari langit, Kami juga menurunkan kepadamu al-Qur’an dalam keadaan yang muhkam (sempurna dan jelas) dan berbahasa Arab, Kami berikan kepadamu kemuliaan dan keutamaan (kelebihan) diatas mereka dengan Kitab al-Qur’an yang jelas dan terang serta gamblang.

Baca Juga:  Surah Ar-Ra'd Ayat 40-41; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Firman Allah: وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ (“Dan seandainya engkau mengikuti hawa nafsu mereka.”) Pendapat-pendapat mereka. بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ (“Setelah datang pengetahuan kepadamu.”) Dari Allah swt.

مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا وَاقٍ (“Maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap [siksa] Allah.”) Ini adalah ancaman bagi orang-orang yang berilmu agar tidak mengikuti orang-orang yang sesat, setelah mereka mengikuti sunnah Nabi dan ajaran Muhammad yang jelas.

Tafsir Quraish Shihab: Seperti Kami menurunkan kitab-kitab suci sebelumnya, Kami pun menurunkan kitab suci al-Qur’ân kepadamu yang menjadi penentu hukum di antara manusia dan pembenar kitab-kitab suci sebelumnya. Al-Qur’ân Kami turunkan dengan bahasa Arab.

Maka, jangan lagi kamu ikuti orang-orang musyrik dan Ahl al-Kitâb setelah kamu mendapat wahyu dan ilmu. Jika kamu masih mengikuti mereka, kamu tidak akan mempunyai penolong yang dapat membelamu dari siksa Allah.

Kata-kata itu ditujukan kepada Rasulullah saw. dan juga, lebih-lebih, orang-orang Mukmin. Peringatan kepada orang-orang Mukmin itu bersifat sebenarnya, sedangkan untuk nabi bersifat menerangkan bahwa meskipun Rasulullah saw. adalah orang pilihan dan mempunyai derajat yang tinggi, beliau masih dapat diperingatkan.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Ar-Ra’d Ayat 36-37 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S