Surah At-Taubah Ayat 80; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah At-Taubah Ayat 80

Pecihitam.org – Kandungan Surah At-Taubah Ayat 80 ini berbicara kepada Nabi Muhammad Saw dengan mengatakan, hendaknya engkau jangan memikirkan mereka (orang-orang munafik), bahkan jangan pula memintakan ampunan bagi mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Karena mereka itu sedemikian fasik dan tenggelam dalam dosa. Mereka telah sampai pada batas kekufuran kepada Allah dan Rasul-Nya, sehingga cara untuk kembali pun sudah tidak ada lagi.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah At-Taubah Ayat 80

اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Terjemahan: Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

Tafsir Jalalain: اسْتَغْفِرْ (Kamu memohonkan ampun) hai Muhammad لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ (bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka adalah sama saja) ayat ini mengandung pengertian takhyir, yakni boleh memilih memintakan ampun atau tidak.

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 67-68; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Sehubungan dengan hal ini Rasulullah saw. telah bersabda, “Sesungguhnya aku disuruh memilih, maka aku memilih memintakan ampun.” (H.R. Bukhari)

إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ (Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka). Menurut suatu pendapat pengertian tujuh puluh kali ini merupakan ungkapan mubalaghah yang menunjukkan banyaknya istigfar (memohonkan ampun).

Di dalam kitab sahih Bukhari telah diketengahkan sebuah hadis mengenai hal ini yaitu, “Seandainya aku mengetahui, bahwa jika permohonan ampunku diterima bila dibacakan lebih daripada tujuh puluh kali, maka niscaya aku akan menambahkannya.” (H.R. Bukhari).

Dalam pendapat yang lain dikatakan, bahwa pengertian yang dimaksud ialah bilangan tertentu, yaitu tujuh puluh itu sendiri. Hal ini pun berlandaskan pada hadis Nabi saw. pula, yaitu, “Aku akan membacakannya lebih dari tujuh puluh kali.”

Kemudian Allah swt. menjelaskan kepada Nabi-Nya tentang pemutusan ampunan, yaitu melalui firman-Nya, “Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan. Niscaya Allah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (Q.S. Al-Munafiqun 6).

Baca Juga:  Surah An-Nisa Ayat 105-109; Seri Tadabbur Al Qur'an

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitahukan kepada Nabi-Nya, Muhammad saw. bahwa orang-orang munafik itu tidak layak untuk dimintakan ampunan. Bahkan jika beliau memintakan ampunan bagi mereka sebanyak tujuh puluh kali, maka Allah tidak akan memberikan ampunan bagi mereka.

Ada yang mengatakan, bilangan tujuh puluh itu disebutkan untuk menyatakan kesungguhannya dalam memintakan ampunan bagi mereka, karena dalam ungkapan masyarakat Arab bilangan tujuh puluh itu digunakan untuk menyatakan kesungguhan ucapan mereka. Bukan digunakan untuk memberikan batasan, juga tidak berarti bila bilangannya (dari bilangan tersebut) ditambah akan mempunyai pengertian yang lain.

Tafsir Quraish Shihab: Sekalipun engkau, wahai Nabi, mengabulkan permintaan ampunan atas dosa-dosa mereka, hal itu tetap tidak akan berguna sama sekali. Sebab, baik engkau memintakan ampunan untuk mereka maupun tidak, bagi mereka sama saja.

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 120; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Bahkan, meskipun engkau memperbanyak permohonan ampunan untuk mereka, Allah tidak akan memaafkan mereka. Sebab, tidak ada yang dapat diharapkan dari pemberian maaf terhadap sikap kufur yang tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran. Dan mereka itu adalah benar-benar telah mengingkari Allah dan rasul-Nya.

Oleh karenanya, Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang tidak patuh kepada Allah dan rasul-Nya, karena mereka membangkang dan menentang syariat dan perintah-Nya.

Alhamdulillah, kita telah mentadaburi bersama kandungan Surah At-Taubah Ayat 80 menurut Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga semakin menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S