Surah Ibrahim Ayat 28-30; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Ibrahim Ayat 28-30

Pecihitam.org – Kandungan Surah Ibrahim Ayat 28-30 ini, memberitahukan tentang pemimpin yang bobrok dan penguasa yang zalim menghancurkan masyarakat dengan kekufurannya. Mereka memilih menebarkan syirik dan kekufuran, dari pada ketauhidan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dengan spekulasi melindungi warisan leluhur, secara fanatik mereka menyebarluaskan tradisi keliru dan menyelewengkan masyarakat dari jalan yang benar.

Setiap program dan aturan manusia yang menentang ketentuan ilahi termasuk syirik. Inilah yang menyelewengkan masyarakat dari jalan yang benar menuju kesesatan.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Ibrahim Ayat 28-30

Surah Ibrahim Ayat 28
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ

Terjemahan: Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?,

Tafsir Jalalain: أَلَمْ تَرَ (Tidakkah kamu perhatikan) artinya melihat الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ (orang-orang yang telah menukar nikmat Allah) yang dimaksud ialah bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya كُفْرًا (dengan kekafiran) mereka adalah orang-orang yang kafir Quraisy,

وَأَحَلُّوا (dan menjatuhkan) menyeret قَوْمَهُمْ (kaumnya) yakni mereka menyesatkan kaumnya دَارَ الْبَوَارِ ( ke lembah kebinasaan) ke dalam kebinasaan.

Tafsir Ibnu Katsir: Imam al-Bukhari mengatakan: “Firman Allah: أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا (Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran) الْبَوَارِ adalah kehancuran/ kebinasaan, qaumam buuran artinya kaum yang hancur binasa.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 121; Seri Tadabbur Al Qur'an

Ali bin Abdillah meriwayatkan kepada kami dari ‘Atha’ ia mendengar Ibnu Abbas, tentang firman Allah: أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا (Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran) ia berkata: “Mereka itu adalah kaum kafir Makkah”. Sedang al-‘Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang ayat ini, bahwa dia adalah Jabalah Ibnul Aiham dan orang-orang Arab yang mengikutinya yang kemudian bergabung dengan orang-orang Romawi.

Pendapat Ibnu Abbas yang masyhur dan benar adalah pendapat yang pertama, sekalipun maknanya umum yang mencakup semua orang kafir, karena Allah mengutus Muhammad sebagai rahmat bagi seluruh alam dan sebagai nikmat bagi manusia. Barangsiapa yang menerima dan mensyukurinya, dia pasti masuk surga. Dan barangsiapa menolak dan mengingkarinya, pasti masuk neraka.

Tafsir Quraish Shihab: Wahai orang-orang yang mendengar firman Allah, tidakkah engkau memperhatikan orang-orang musyrik yang seharusnya mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepada Muhammad dan agamanya malah mengingkari-Nya, kemudian menjerumuskan para pengikutnya ke dalam jurang kehancuran.

Surah Ibrahim Ayat 29
جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا ۖ وَبِئْسَ الْقَرَارُ

Terjemahan: yaitu neraka jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.

Tafsir Jalalain: جَهَنَّمَ (Yaitu neraka Jahanam) lafal Jahanam merupakan athaf bayan يَصْلَوْنَهَا (mereka masuk ke dalamnya) dijebloskan ke dalamnya وَبِئْسَ الْقَرَارُ (dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman) tempat yang paling buruk ialah Jahanam itu.

Baca Juga:  Surah Ibrahim Ayat 24-26; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Diriwayatkan pula dari ‘Ali seperti pendapat Ibnu Abbas yang pertama. Adapun yang dimaksud dengan lembah kebinasaan adalah Jahannam.

Tafsir Quraish Shihab: Yaitu neraka Jahanam, tempat tinggal paling buruk, yang mereka rasakan panasnya.

Surah Ibrahim Ayat 30
وَجَعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِهِ ۗ قُلْ تَمَتَّعُوا فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى النَّارِ

Terjemahan: Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka”.

Tafsir Jalalain: وَجَعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا (Orang-orang yang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah) tandingan-tandingan لِيُضِلُّوا (supaya mereka menyesatkan manusia) dapat dibaca liyudhilluu dan liyadhilluu عَنْ سَبِيلِهِ (dari jalan-Nya) yaitu agama Islam.

قُلْ (Katakanlah) kepada mereka تَمَتَّعُوا (“Bersenang-senanglah kalian) dengan keduniaan kalian dalam waktu yang sedikit فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ (karena sesungguhnya tempat kembali kalian) yaitu tempat menetap kalian إِلَى النَّارِ (ialah neraka.”)

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَجَعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِهِ (Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan [manusia] dari jalan-Nya) Maksudnya, mereka menjadikan sekutu-sekutu yang mereka sembah bersama Allah dan menyeru manusia untuk berbuat seperti itu.

Baca Juga:  Surah Luqman Ayat 20-21; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Kemudian Allah berfirman dan mengancam mereka melalui lisan Rasulullah saw.: قُلْ تَمَتَّعُوا فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى النَّارِ (“Katakanlah: Bersenang-senanglah kamu karena sesungguhnya teriapat kembalimu adalah neraka”) Maksudnya, apa pun yang kalian mampu di dunia ini lakukanlah, karena apa pun yang kalian lakukan, maka akhirnya tempat kembali kalian adalah neraka.

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang musyrik itu juga membuat patung-patung sebagai sekutu Allah, satu-satunya Tuhan yang pantas disembah, sehingga perbuatan mereka itu mengakibatkan sesatnya manusia dari jalan Allah.

Katakan, hai Muhammad, kepada orang-orang yang sesat itu, “Bersenang-senanglah dengan keinginan hawa nafsu kalian! Tetapi tempat kembali kalian nanti adalah neraka.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Ibrahim Ayat 28-30 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S