Lakukan Tiga Hal Ini dan Jadilah Wanita Terbaik Menurut Rasulullah

wanita terbaik menurut rasulullah

Pecihitam.org – Ingin menjadi wanita terbaik yang dibanggakan Rasulullah? Jika sudah menikah, ada tiga hal yang harus dikerjakan. Jika belum menikah, maka persiapkanlah dirimu sebaik mungkin, agar dapat melakukan ketiga hal yang disebutkan Rasulullah Saw berikut:

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam hadits riwayat Imam an Nasai, Rasulullah SAW ditanya “Siapakah wanita yang paling baik?”. Beliau menjawab,

الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

“Yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, taat jika diperintah suaminya dan tidak menyelisih suami dalam diri dan hartanya dengan apa yang dibenci suaminya.” (HR. An Nasa’i )

Rasulullah SAW pernah ditanya lagi, “Wanita yang bagaimana yang paling baik?” beliau menjawab, “jika dipandang (Suami) menyenangkan, jika diperintah ia taat dan ia tidak menyelisih suaminya dalam perkara-perkara yang dibencinya, baik dalam diri mapun harta.” (HR. Ahmad)

Dari dua hadits diatas setidaknya dapat dijabarkan bahwa wanita terbaik menurut Rasulullah adalah:

Pertama, menyenangkan jika dipandang.

Ciri pertama wanita terbaik ialah menyenangkan jika dipandang oleh suami. Menyenangkan tidak harus dilihat secara fisik, atau yang menurut orang kulitnya yang putih, hidungnya mancung, bibirnya seksi dan sebagainya. Jadi wanita yang terbaik bukan diukur dari kecantikan yang dimilikinya secara fisik. Cantik yang hakiki ialah yang berasal dari dirinya atau dari hatinya.

Baca Juga:  6 Kebiasaan Buruk Saat Jalankan Ibadah Puasa yang Harus di Hindari

Menyenangkan bila dilihat yaitu ketika aura yang memancar dari dirinya. Keteduhan wajahnya, dan akan semakin indah ketika bertemu dengan suaminya ia akan tersenyum. Ada pancaran keikhlasan ia diperlihatkan dari wajahnya, ada pancaran rasa syukur yang diperlihatkan di depan suaminya. Wajah yang tersenyum dan memancarkan keteduhan yang enak bila dipandang, terasa menenangkan.

Namun bukan berarti berhias atau memakai riasan tidak perlu bagi suami. Justru itu yang dianjurkan apabila sedang berdua dengan suami dianjurkan untuk merias wajahnya, memakai wewangian. Agar si suami menjadi semakin sayang dan nyaman bersama istrinya.

Sehingga ketika jiwanya sudah memancarkan kecantikan dan fisiknya dirias agar menjadi canti untuk suami, maka ia akan mendapatkan ridho suami, berarti akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Kedua, taat bila diperintah.

Suami adalah pemimpin dan imam bagi istri, hal tersebut tercantum dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 34 :

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Wanita terbaik menurut Rasulullah ialah dia yang selalu mentaati perintah suami, sepanjang perintah itu tidak bertentangan dengan syariat Allah SWT, termasuk ketika suami mengajak istri untuk bercinta. Wanita yang baik tidak akan menolak ajakan suami tanpa ada udzur atau suatu hal yang menghalangi. Rasulullah SAW bersabda

Baca Juga:  La Tahzan! Apakah Maksud dan Pengertiannya? Ini Ulasannya Menurut al-Quran

“Jika seorang pria mengajak istrinya ke ranjang, lantas si istri enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu subuh.” (HR. Bukhori Muslim)

Di zaman modern ini, atas nama emansipasi dan kesetaraan gender, sering kali seorag istri ada yang tidak mau menaati suaminya karena dia merasa penghasilan yang dimilikinya lebih besar dari pada suaminya. Dari situlah terkadang istri merasa gengsi dan akhirnya keluarga menjadi berantakan dan berujung dengan perceraian.

Sehingga sudah sepatutnya sebagai seorang istri harus menurunkan egonya dan pasti akan hidup bahagia dengan suaminya. Ia menaati perintah suaminya, sehingga dialah salah satu dari perempuan terbaik menurut Rasulullah SAW.

Ketiga, menjaga diri serta harta suaminya.

Wanita terbaik ialah dia yang menjadi dirinya dan menjaga harta suaminya, apalagi ketika suami sedang pergi. Sehingga bagi istri ia harus menjaga dan mentaati perintah suami serta jangan melanggar perintahnya. Begitu juga walaupun suami tidak dirumah, tidak boleh sembarangan memasukkan tamu kedalam rumah apalagi ketika tamu tersebut adalah laki-laki. Juga seorang istri tidak boleh keluar rumah tanpa izin dari suami.

Baca Juga:  Jangan Sembarangan! Ini Lho Adab Bertamu dalam Islam

Menjaga harta suaminya artinya adalah tidak menggunakan harta suaminya dengan semena-mena tanpa izin dari suaminya. Tidak boleh menggunakan harta suaminya untuk hal yang tidak bermanfaat. Dengan demikian apabila seorang wanita mampu menjalankan tiga hal tersebut ia adalah wanita terbaik menurut Rasulullah. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik