Makna Hadis: Allah Menguatkan Agama Ini dengan Bantuan Lelaki Durhaka

hadits nabi

Pecihitam.org – Sejatinya, agama dikuatkan oleh orang-orang shalih, yaitu orang yang bersungguh-sungguh dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Jika diwujudkan, orang-orang yang masuk kriteria ini adalah para Nabi dan Rasul, sahabat, tabi’in, tabi’ tabi’in, ulama salaf dan para ulama pada umumnya. Namun dalam sebuah hadis disebutkan, bahwa Allah menguatkan agama ini dengan bantuan lelaki durhaka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Hadis tersebut tiada lain adalah riwayat Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ahmad yang kesemuanya mendapatkan hadis dari Abu Hurairah, yang tentu keshahihan hadisnya tidak dapat diragukan:

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ ح و حَدَّثَنِي مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ شَهِدْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ… وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ

Artinya: Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy. Dan diriwayatkan pula, telah bercerita kepadaku Mahmud bin Ghailan telah bercerita kepada kami ‘Abdur Razzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhriy dari Ibnu Al Musayyab dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; “Ketika kami sedang ikut dalam suatu peperangan bersama Rasulullah Shallallahu’alaiwasallam, Beliau berkata… “sesungguhnya Allah menguatkan agama ini dengan bantuan lelaki durhaka.” [HR. Bukhari]

Tanpa mengetahui sababul wurud (latar belakang munculnya) hadis tersebut, siapapun akan merasa kebingungan. Pertanyaan yang berkecamuk dalam hati, “kok bisa agama yang agung ini dikuatkan oleh orang yang durhaka kepada-Nya?”, “Lho, bukannya berbuat durhaka itu adalah pelemahan agama itu sendiri?”, “Aneh, sesuatu yang dicegah agama kok malah menguatkan agama?”.

Baca Juga:  Pengertian Sahabat Nabi dan Konsep Keadilan Sahabat dalam Periwayatan Hadis

Padahal setelah ditelusuri lebih jauh, yaitu dengan mengetahui sababul wurudnya, tentu hadis tersebut dapat dipahami dengan baik, tanpa ragu dan tidak keliru. Adapun latar belakang hadis ini terdapat dalam matan hadisnya sendiri. Yaitu sebagai berikut:

فَقَالَ لِرَجُلٍ مِمَّنْ يَدَّعِي الْإِسْلَامَ هَذَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلَمَّا حَضَرَ الْقِتَالُ قَاتَلَ الرَّجُلُ قِتَالًا شَدِيدًا فَأَصَابَتْهُ جِرَاحَةٌ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ الَّذِي قُلْتَ لَهُ إِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَإِنَّهُ قَدْ قَاتَلَ الْيَوْمَ قِتَالًا شَدِيدًا وَقَدْ مَاتَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى النَّارِ قَالَ فَكَادَ بَعْضُ النَّاسِ أَنْ يَرْتَابَ فَبَيْنَمَا هُمْ عَلَى ذَلِكَ إِذْ قِيلَ إِنَّهُ لَمْ يَمُتْ وَلَكِنَّ بِهِ جِرَاحًا شَدِيدًا فَلَمَّا كَانَ مِنْ اللَّيْلِ لَمْ يَصْبِرْ عَلَى الْجِرَاحِ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَأُخْبِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ أَشْهَدُ أَنِّي عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ ثُمَّ أَمَرَ بِلَالًا فَنَادَى بِالنَّاسِ إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 649 – Kitab Adzan

Artinya: … Beliau berkata kepada seseorang yang mengaku dirinya telah masuk Islam; “Orang ini termasuk penduduk neraka”. Ketika terjadi peperangan orang tadi berperang dengan sangat berani lalu dia terluka kemudian dikatakan (kepada Beliau); “Wahai Rasulullah, orang yang Baginda maksudkan tadi sebagai penduduk neraka, dia telah berperang hari ini dengan sangat berani dan dia telah gugur”. Maka Nabi Shallallahu’alaihiwasallam berkata: “Dia akan masuk neraka”. (Abu Hurairah) berkata; “Orang-orang semuanya jadi ragu. Ketika dalam keraguan seperti itu, ada orang yang mengabarkan bahwa orang yang berperang tadi tidaklah mati melainkan setelah mendapatkan luka yang sangat parah namun ketika pada malam harinya dia tidak sabar atas luka yang dideritanya hingga akhirnya dia bunuh diri. Kejadian ini kemudian dikabarkan kepada Nabi Shallallahu’alaihiwasallam, maka Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Allahu Akbar, aku bersaksi bahwa aku ini hamba Allah dan Rasul-Nya”. Kemudian Beliau memerintahkan Bilal agar menyerukan manusia bahwa tidak akan masuk surga melainkan jiwa yang pasrah…

Berdasarkan latar belakang hadis yang terdapat dalam matannya tersebut, dikatakan bahwa Nabi memprediksi salah seorang prajurit perang Khaibar bahwa dirinya akan masuk kedalam neraka. Kemudian sang prajurit tersebut berperang (Khaibar) dengan gagah beraninya hingga ia terluka sangat parah. Karena luka yang sangat parah ini, ia tidak kuat dan tidak sabar dalam menanggung deritanya sampai akhirnya ia bunuh diri.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 565 – Kitab Waktu-waktu Shalat

Dalam keadaan payah, lelaki prajurit itu berusaha menggapai sarung anak panahnya lantas mengambil anak panah untuk selanjutnya ia bunuh diri dengan menusukkan anak panah ke tubuhnya. Sungguh ironis. Dari sini, jelaslah bahwa Allah menguatkan agama ini (di antaranya) dengan bantuan lelaki durhaka, durhaka atas ketidaksabarannya menanggung derita dan tindakan bunuh dirinya.

Demikian ulasan mengenai makna hadis: Allah menguatkan agama ini dengan bantuan lelaki durhaka, semoga bermanfaat. Wallaahu a’lam bishshawaab.

Azis Arifin