Prof Abdurrahman Shihab, Ulama dan Guru Besar Ilmu Tafsir

Prof Abdurrahman Shihab

Pecihitam.org – Dalam sejarah pengembangan IAIN hingga berubah menjadi UIN Alauddin Makassar, meniscayakan mengenang tokoh yang turut berkontribusi terhadap kampus peradaban tersebut. Salah satu tokoh penting yang turut membidani lahirnya IAIN (kini UIN Alauddin) adalah Prof. Abdurrahman Shihab.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Selain sebagai salah seorang pendiri IAIN Alauddin, beliau juga tercatat sebagai rektor IAIN Alauddin masa jabatan 1972-1977.

Sebelumnya, beliau juga turut mendirikan Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan pernah diamanahkan sebagai rektor kampus universitas swasta terbesar di Indonesia timur itu, masa jabatan tahun 1959-1965.

AGH. Prof Abdurrahman Shihab adalah seorang ulama dan guru besar dalam bidang tafsir. Beliau Ayah kandung dari Prof. Dr. AGH. Umar Shihab, Prof. Dr. H. M. Quraish Shihab, mufassir Indonesia kontemporer, dan Alwi Shihab, PhD,

Baca Juga:  Ini Puluhan Karya KH Hasyim Asy'ari yang Santri Harus Tahu

Selain dikenal sosok ulama yang multitalenta, beliau juga dikenal sebagai pengusaha, penceramah, tokoh pendidikan, dan juga politikus yang memiliki reputasi baik di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan.

Dalam buku Cahaya, Cinta, dan Canda M. Quraish Shihab (2015) terekam perjuangan beliau dalam mendidik 12 putra-putrinya, juga perhatiannya terhadap dunia pendidikan.

Sebagai seorang ulama yang berpikiran maju, AGH. Prof Abdurrahman Shihab meyakini pendidikan adalah merupakan agen perubahan.

Sikap dan pandangan tersebut tidak terlepas dari latar belakang pendidikannya yaitu Jam’iyatul Khair, sebuah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia.

Semangat keilmuan itu juga yang ditanamkan pada putranya seperti diakui Prof. M. Quraish Shihab yang senantiasa mendapatkan motivasi awal dan benih kecintaan terhadap bidang studi tafsir dari ayahnya yang sering mengajak anak-anaknya duduk bersama setelah magrib.

Baca Juga:  M Quraish Shihab Ulama Tafsir Nusantara dari Tanah Bugis

Selain menyuruh membaca al-Qur’an, juga menguraikan secara sepintas kisah-kisah dalam al-Qur’an sehingga benih-benih kecintaan anak-anaknya kepada al-Qur’an mulai tumbuh.

Beliau selalu menekankan pada anak-anaknya tiga hal, yaitu kejujuran, kerja keras, dan rendah hati.

Salah satu wasiat Prof. Abdurahman Shihab pada Prof. Dr. AGH. Quraish Shihab salah seorang anaknya yang mewarisi keilmuannya di bidang tafsir, bahwa “Biarlah orang mengenali kita dari akhlak dan karya kita”.

AGH. Prof. Abdurrahman Shihab, tercatat sebagai pendiri dan ketua Masjid Raya bersama Haji Kalla dan para ulama sezaman dengannya.

Sebelum mukim di Makassar, beliau tinggal di kabupaten Sidrap dan mempersunting putri bangsawan Bugis bernama Asma akrab disapa Puang Cemma’ yang memiliki hubungan darah dengan sultan Sidrap.

Kemudian setelah hijrah ke Makassar, beliau memilih tinggal di Jalan Sulawesi tepatnya di lorong 194 nomor 7 Yang dikenal sebagai Kampong Buton dan berbisnis di Pasar Butung sembari menekuni bidang dakwah, mengurus masjid raya, dan mendirikan Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN, sekarang UIN) Alauddin Makassar.

Baca Juga:  Mengenal Istilah-istilah Ulama di Kalangan Masyarakat Bugis Sulawesi Selatan

Prof. Abdurrahman Shihab wafat 1986 dalam usia 71 tahun.

Referensi:
Dr Firdaus Muhammad, Anregurutta (2017)

M Resky S

Leave a Reply

Your email address will not be published.