Santri Hakam Mabruri, Bersepeda ke Afrika dari Nol Rupiah

Hakam Mabruri santri NU yang keliling Afrika dengan bersepeda

Pecihitam.org – Beberapa hari lalu, santri asal Malang Hakam Mabruri menghadap ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU di Jakarta. Ia memohon doa restu karena akan melakukan perjalanan ke 14 negara di benua Afrika dengan bersepeda.

Tak seperti pada umumnya orang yang bepergian untuk traveling, pemuda lulusan Pondok Pesantren An Nur II Malang ini nekat menjelajahi belahan bumi nun jauh dari tanah kelahiran, karena membawa misi khusus.

Saat dihubungi Pecihitam, Sabtu, 12 Oktober 2019, Hakam Mabruri mengatakan bahwa perjalanannya ke Afrika kali ini adalah untuk menyebarkan dakwah Islam yang membawa kedamaian. Di samping ia ingin memeriahkan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019.

Baca Juga:  Pentingnya Dakwah dan Peranan Santri di Era Digital

“Misi saya yang pertama adalah untuk memperingati Hari Santri, selain ingin menyebarkan dakwah Islam, menyebarkan kampanye bahwa Islam itu rahmatan lil alamin,” katanya pada Pecihitam.

Gowes Hakam Mabruri ke benua Afrika ini merupakan kali kedua dalam misi perjalanan dakwahnya hingga ke luar negeri. Dengan bersepeda, Hakam sebelumnya juga sudah pernah berpetualang ke berbagai negara bersama sang istri.

Modal nol rupiah
Kepada Pecihitam, Hakam menceritakan bahwa misinya untuk mengenalkan Islam ke Afrika dimulai tanpa modal alias nol rupiah. “Saya tidak ada duit sama sekali untuk modal,” katanya.

Berangkat dari niat yang kuat untuk berdakwah, Hakam lantas mengumpulkan modal dengan berjualan merchandise berupa kaos dan gantungan kunci.

Baca Juga:  10 Ribu Santri di Malang Akan Kembali Mondok, Pemerintah Siapkan Pemeriksaan Kesehatan

Prinsip yang dipegang Hakam, ia tak mau minta-minta atau mengharapkan bantuan dari orang lain demi mencapai tujuannya. Setiap orang berhak bermimpi namun ada ikhtiar atau syariat usaha yang perlu dijalani terlebih dahulu.

Hingga saat ini, Hakam telah menjual ratusan merchandise dan mendapat dukungan dari donatur. Dalam beberapa minggu ke depan, Hakam tinggal di Pamulang, Jawa Barat sambil menunggu visanya terbit.

Perjalanan dakwah dengan bersepeda di Afrika nanti, diperkirakan Hakam akan memakan waktu sekitar satu tahun. Ia pun telah mengantongi doa dari Ketua Umum Kiai Said Aqil Siroj, “Saya mendoakan santri Malang, Hakam Mabruri agar Allah melindunginya dari bahaya apa pun,” katanya.

Baca Juga:  Lagi, Tentara Zionis Israel Tembak Mati Warga Palestina

Leave a Reply

Your email address will not be published.