Surah Al-Isra Ayat 47-48; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Isra Ayat 47-48

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Isra Ayat 47-48 ini, menerangkan Allah lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan engkau, bahwa mereka melecehkan kamu dan mencari-cari celah untuk menolak kebenaran Al-Qur’an, dan sewaktu mereka berbisik-bisik di antara mereka sendiri untuk mendustakan Al-Qur’an, yaitu ketika orang-orang zalim itu berkata, kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah memerintahkan kepada rasul, lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu, dengan menggunakan kata-kata seperti dukun, penyair, penyihir, gila, dan sebagainya, karena itu mereka menjadi sesat, jauh dari petunjuk tuhan, dan tidak dapat lagi menemukan jalan yang benar menuju kepadanya.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Isra Ayat 47-48

Surah Al-Isra Ayat 47
نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَسْتَمِعُونَ بِهِ إِذْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ وَإِذْ هُمْ نَجْوَى إِذْ يَقُولُ الظَّالِمُونَ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَّسْحُورًا

Terjemahan: Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan kamu, dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang-orang zalim itu berkata: “Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir”.

Tafsir Jalalain: نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَسْتَمِعُونَ بِهِ (Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan) karena mereka memperolok-olokkanmu إِذْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ (sewaktu mereka mendengarkan kamu) sewaktu mendengarkan bacaan Alquranmu وَإِذْ هُمْ نَجْوَى (dan sewaktu berbisik-bisik) di antara sesama mereka,

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 140; Seri Tadabbur Al Qur'an

إِذْ (yaitu ketika) kata idz di sini menjadi badal daripada kata idz yang sebelumnya يَقُولُ الظَّالِمُونَ (orang-orang zalim itu berkata) di dalam bisikan-bisikan mereka إِن (Tiada lain) tidak lain تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَّسْحُورًا (orang yang kalian ikuti ini hanyalah seorang laki-laki yang kena sihir) orang yang tidak sadar dan hilang akal warasnya.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitahu Nabi-Nya, Muhammad mengenai apa yang saling dibisikkan oleh para pemimpin kaum kafir Quraisy, yakni ketika mereka datang dan mendengar bacaannya secara sembunyi-sembunyi dari kaum mereka. Di mana mereka menyebut bahwa beliau adalah seorang yang terkena sihir, demikian yang populer.

Ada juga di antara mereka yang mengatakan, dia seorang penyair. Dan ada juga yang mengatakan, dia seorang dukun. Bahkan ada juga yang mengatakan, dia orang yang tidak waras. Dan ada pula yang mengatakan, dia seorang penyihir.

Tafsir Kemenag: Allah swt menjelaskan kepada Rasul-Nya bahwa Dialah yang mengetahui sikap mereka ketika mendengarkan Rasulullah membacakan Al-Qur’an. Mereka memperolok-olok dan mendustakannya. Allah yang menge-tahui ketika mereka berbisik-bisik satu sama lain dengan mengatakan,

“Muhammad itu orang gila.” Ada pula yang mengatakan, “Dia tukang tenung,” dan ada yang mengatakan, “Muhammad itu tiada lain kecuali orang yang kena sihir sebab pikirannya berubah-ubah dan tidak konsisten lagi, apakah kita pantas mengikuti orang gila semacam Muhammad itu?”

Baca Juga:  Surah Al-Isra Ayat 17; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah Al-Isra Ayat 48
انظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا لَكَ الْأَمْثَالَ فَضَلُّوا فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلًا

Terjemahan: Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar).

Tafsir Jalalain: انظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا لَكَ الْأَمْثَالَ (Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadap dirimu) yaitu dengan menuduhmu sebagai orang yang terkena sihir, juru peramal, dan seorang penyair فَضَلُّوا (karena itu mereka menjadi sesat) dari jalan hidayah فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلًا (dan tidak dapat lagi menemukan jalan) yang benar untuk mencapai hidayah.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman: انظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا لَكَ الْأَمْثَالَ فَضَلُّوا فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلًا (Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan perumpamaan terhadapmu, karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan [yang benar]) Maksudnya, mereka tidak mendapatkan petunjuk menuju kepada kebenaran dan tidak pula mereka mendapatkan jalan menuju kebenaran.

Tafsir Kemenag: Allah swt lalu memerintahkan Rasulullah agar memperhatikan bagaimana kaum musyrikin membuat perumpamaan bagi dirinya, seperti mengatakan bahwa beliau gila, penyair, kena sihir, dan sebagainya. Dengan demikian, mereka telah menjadi sesat, dan tidak akan mendapat petunjuk karena telah menyimpang dari jalan yang benar.

Baca Juga:  Surah Ibrahim Ayat 49-51; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Berbagai perumpamaan yang mereka berikan kepada Nabi Muhammad saw ketika mendengarkannya membacakan Al-Qur’an, adalah pernyataan yang lahir dari sikap mental mereka terhadap wahyu yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Mereka sebenarnya tidak mau mengakui kebenaran wahyu yang dibacakan Rasulullah,

karena membawa keterangan-keterangan yang bertentangan dengan kepercayaan yang diwarisi secara membabi buta dari nenek moyang mereka. Oleh sebab itu, mereka tidak bisa diharapkan lagi untuk mendapat petunjuk dan bimbingan dari wahyu, karena hati mereka telah diselubungi oleh noda-noda kemusyrikan yang luar biasa.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Isra Ayat 47-48 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S