Surah Al-Maidah Ayat 89; Seri Tadabbur Al Qur’an

Surah Al-Maidah Ayat 89

Pecihitam.org – Surah Al-Maidah Ayat 89 membahas tentang masalah bermain-main dalam sumpah. Sumpah yang main-main diartikan seperti halnya perkataan seorang laki-laki yang menyangkut makna sumpah tanpa sengaja, misalnya, “Tidak, demi Allah” dan “Benar, demi Allah”. Demikian berdasarkan madzhab Imam Syafi’i.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ada cukup banyak pendapat lain terkait hal ini, di antaranya ada yang berpendapat bawa bermain-main dalam sumpah adaalah sumpah seseorang yang dilakukan dalam omongan yang mengandung gurauan. Adapula yang mengartikannya hal tersebut dalam masalah maksiat. Adapun pendapat yang lain atas dasar dugaan kuat, yang dikatakan oleh Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad. Adapula yang berpendapat bahwa sumpah yang dilakukan dalam keadaan marah. Sedangkan berdasarkan pendapat yang lainnya yaitu atas dasar lupa. Dan yang lainnya lagi berpendapat yaitu sumpah yang menyangkut masalah meninggalkan makan, minum dan pakaian, serta lain-lainnya yang serupa.

Allah SWT berfirman di dalam Al Qur’an Surah Al-Maidah Ayat 89

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ ۖ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 6-7; Seri Tadabbur Al Qur'an

Penjelasan ayat: لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ (Allah tidak menghukum kalian disebabkan senda-gurau) yang terjadi فِي أَيْمَانِكُمْ (di dalam sumpah-sumpahmu) yaitu sumpah yang dilakukan secara tidak sengaja hanya karena lisan terlanjur mengatakan, seperti ucapan seseorang, “Tidak demi Allah,” dan, “Ya demi Allah.”

وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ (tetapi Dia menghukum kalian disebabkan apa yang kalian sengaja) dengan dibaca ringan ‘aqadtum dan dibaca tasydid ‘aqqadtum, menurut suatu riwayat dibaca ‘aaqadtum الْأَيْمَانَ (dalam sumpah-sumpahmu) mengenai hal tersebut, yaitu seumpamanya kalian bersumpah dengan sengaja فَكَفَّارَتُهُ (maka kafaratnya) artinya kafarat sumpah tersebut jika kalian melanggarnya إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ (memberi makan sepuluh orang miskin) yang untuk setiap orang sebanyak satu mud

مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ (yaitu dari makanan yang biasa kalian berikan) dari makanan tersebut أَهْلِيكُمْ (kepada keluargamu) artinya kualitas makanan yang paling pertengahan dan yang paling biasa dipakai bukannya kualitas makanan yang paling tinggi dan juga bukan yang paling rendah

Baca Juga:  Surah Al-Qashash Ayat 43; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

أَوْ كِسْوَتُهُمْ (atau memberi kepada mereka pakaian) yaitu sesuatu yang biasa dijadikan sebagai pakaian seperti gamis, serban dan kain. Imam Syafi’i berpendapat jika memberikannya secara sekaligus kepada seorang miskin saja dianggap kurang sempurna atau tidak memenuhi persyaratan

أَوْ تَحْرِيرُ (atau membebaskan) memerdekakan رَقَبَةٍ (seorang budak) yang beriman seperti dalam masalah kafarat membunuh dan kafarat zihar atas dasar memberlakukan yang mutlak dengan hukum yang muqayyad

فَمَنْ لَمْ يَجِدْ (dan siapa yang tidak menemukan) salah satu di antara yang telah disebutkan فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ (maka berpuasa selama tiga hari) sebagai ganti kafaratnya; menurut pendapat yang terkuat dalam masalah ini tidak disyaratkan puasa secara berturut-turut, pandangan ini dikatakan oleh Imam Syafii.

ذَٰلِكَ (Yang demikian itu) yang telah disebutkan كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ (adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kalian bersumpah) kemudian kalian langgar. وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ (Dan jagalah sumpah kalian) jangan sampai kalian melanggarnya selagi sumpah itu bukanlah perbuatan kebaikan atau mendamaikan orang-orang sebagaimana yang telah disebutkan dalam surah Al-Baqarah.

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 1-2; Seri Tadabbur Al Qur'an

كَذَٰلِكَ (Demikianlah) artinya seperti apa yang telah Allah SWT jelaskan tentang beberapa hal yang telah lalu penuturannya يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (Allah menjelaskan kepada kalian mengenai ayat-ayat-Nya agar kalian bersyukur) kepada-Nya atas hal itu.

Demikianlah telah kita bahas bersama kandungan Surah Al-Maidah Ayat 89 dengan merujuk pada Tafsir Jalalain. Bahasan ini adalah bagian dari kelanjutan Seri Tadabbur Al Qur’an kita. Semoga bermanfaat.

M Resky S