Surah Al-Mu’min Ayat 38-40; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Mu'min Ayat 38-40

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Mu’min Ayat 38-40 ini, memberikan petunjuk kepada orang-orang yang beriman agar selalu menyampaikan agama Allah kepada manusia dan mengajak mereka ke jalan yang lurus dengan cara yang baik, sekalipun orang-orang kafir mengingkarinya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Hal ini termasuk salah satu tugas yang dipikulkan Allah kepada setiap orang yang beriman. Mereka hendaklah tabah dan sabar melakukan dakwah itu seperti yang telah dilakukan oleh orang yang beriman yang mengikuti seruan Musa.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mu’min Ayat 38-40

Surah Al-Mu’min Ayat 38
وَقَالَ ٱلَّذِىٓ ءَامَنَ يَٰقَوۡمِ ٱتَّبِعُونِ أَهۡدِكُمۡ سَبِيلَ ٱلرَّشَادِ

Terjemahan: Orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.

Tafsir Jalalain: وَقَالَ ٱلَّذِىٓ ءَامَنَ يَٰقَوۡمِ ٱتَّبِعُونِ (Orang yang beriman itu berkata, “Hai kaumku! Ikutilah aku) dapat dibaca Ittabi’uuni atau Ittabi’uuniy tanpa atau dengan Ya Mutakallim أَهۡدِكُمۡ سَبِيلَ ٱلرَّشَادِ (aku akan menunjukkan kepada kalian jalan yang benar) penafsirannya sebagaimana yang telah lalu.

Tafsir Ibnu Katsir: Seorang yang beriman berkata kepada seseorang di antara kaumnya yang sombong, angkuh, bergelimang kehidupan dunia dan melupakan Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahatinggi dengan ucapannya kepada mereka:

وَقَالَ ٱلَّذِىٓ ءَامَنَ يَٰقَوۡمِ ٱتَّبِعُونِ أَهۡدِكُمۡ سَبِيلَ ٱلرَّشَادِ (“Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.”) tidak sebagaimana yang didustakan oleh Fir’aun dengan perkataannya: وَمَآ أَهۡدِيكُمۡ إِلَّا سَبِيلَ ٱلرَّشَادِ (“Dan aku tidak menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar.”)(al-Mu’min: 29).

Kemudian dia berusaha menumbuhkan kepada mereka sifat zuhud terhadap dunia yang mereka lebih utamakan daripada akhirat dan menguasai, serta menghalangi mereka untuk mempercayai Rasul Allah, Musa a.s.

Tafsir Kemenag: Sekalipun kaum Fir’aun menentangnya, namun orang yang beriman kepada Musa itu tetap menyeru kaumnya agar mengikuti Nabi Musa. Ia berkata, “Wahai kaumku, jika kamu mengikuti seruanku dan kamu memercayai apa yang telah aku sampaikan, berarti kamu mengikuti jalan yang lurus yang menuju kepada kebahagiaan hidup abadi di akhirat nanti dan berarti pula kamu telah memeluk agama Allah yang disampaikan oleh Musa.

Baca Juga:  Surah Luqman Ayat 20-21; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Ayat ini memberikan petunjuk kepada orang-orang yang beriman agar selalu menyampaikan agama Allah kepada manusia dan mengajak mereka ke jalan yang lurus dengan cara yang baik, sekalipun orang-orang kafir mengingkarinya. Hal ini termasuk salah satu tugas yang dipikulkan Allah kepada setiap orang yang beriman. Mereka hendaklah tabah dan sabar melakukan dakwah itu seperti yang telah dilakukan oleh orang yang beriman yang mengikuti seruan Musa.

Tafsir Quraish Shihab: Orang Mukmin dari pengikut Fir’aun tadi berkata lagi, “Wahai kaumku, ikutilah aku, niscaya kalian akan aku tunjuki jalan yang benar.

Surah Al-Mu’min Ayat 39
يَٰقَوۡمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا مَتَٰعٌ وَإِنَّ ٱلۡءَاخِرَةَ هِىَ دَارُ ٱلۡقَرَارِ

Terjemahan: Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.

Tafsir Jalalain: يَٰقَوۡمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا مَتَٰعٌ (Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan -sementara-) kesenangan yang bersifat sementara lenyap وَإِنَّ ٱلۡءَاخِرَةَ هِىَ دَارُ ٱلۡقَرَارِ (dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.).

Tafsir Ibnu Katsir: Orang tersebut berkata: يَٰقَوۡمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا مَتَٰعٌ (“Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan.”) yaitu kesenangan singkat yang akan hilang dan lenyap dan dalam waktu dekat akan habis dan musnah.

وَإِنَّ ٱلۡءَاخِرَةَ هِىَ دَارُ ٱلۡقَرَارِ (“Dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.”) yaitu negeri yang tidak akan lenyap, tidak akan berpindah dari dalamnya dan tidak pergi ke tempat lainnya. Bahkan yang ada hanyalah surga kenikmatan atau neraka yang membara.

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini diterangkan bahwa orang yang beriman kepada Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, kehidupan dunia ini adalah kehidupan yang fana, di mana kesenangan serta kebahagiaan yang diperoleh di dalamnya adalah kesenangan dan kebahagiaan yang tidak sempurna serta tidak kekal.

Adapun kehidupan akhirat adalah kehidupan yang kekal, kesenangan dan kebahagiaan yang diperoleh adalah kesenangan dan kebahagiaan yang sempurna. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali kamu mengingkari Allah dalam kehidupan dunia ini agar kamu terhindar dari siksa-Nya di akhirat nanti.”.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 13-14; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Wahai kaumku, kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara, persis seperti kesenangan penumpang kendaraan yang akan lenyap dalam waktu singkat. Hanya kehidupan akhiratlah yang kekal dan abadi.

Surah Al-Mu’min Ayat 40
مَنۡ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجۡزَىٰٓ إِلَّا مِثۡلَهَا وَمَنۡ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٌ فَأُوْلَٰٓئِكَ يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ يُرۡزَقُونَ فِيهَا بِغَيۡرِ حِسَابٍ

Terjemahan: Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab.

Tafsir Jalalain: مَنۡ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجۡزَىٰٓ إِلَّا مِثۡلَهَا وَمَنۡ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٌ فَأُوْلَٰٓئِكَ يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ (Barang siapa yang mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barang siapa mengerjakan amal yang saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga) dapat dibaca Yudkhaluuna atau Yadkhuluuna يُرۡزَقُونَ فِيهَا بِغَيۡرِ حِسَابٍ (mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab) diberi rezeki yang banyak tanpa perhitungan.

Tafsir Ibnu Katsir: Untuk itu Allah berfirman: مَنۡ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجۡزَىٰٓ إِلَّا مِثۡلَهَا (“Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu.”) yaitu satu balasan yang sebanding dengannya.

وَمَنۡ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٌ فَأُوْلَٰٓئِكَ يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ يُرۡزَقُونَ فِيهَا بِغَيۡرِ حِسَابٍ (“Dan barangsiapa yang mengerjakan amal yang shalih baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rizky di dalamnya tanpa hisab.”) yaitu tidak hanya ditentukan dengan satu balasan, bahkan Allah akan membalasnya dengan pahala melimpah yang tidak akan terputus dan tidak akan habis. Hanya Allah Ta’ala yang dapat memberikan petunjuk kepada kebenaran.

Baca Juga:  Surah Fatir Ayat 7-8; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Orang yang beriman itu menerangkan kepada kaumnya bagaimana besar pengaruh kehidupan dunia seseorang kepada kehidupan akhiratnya. Ia berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, barang siapa yang mengerjakan suatu kejahatan baik laki-laki maupun perempuan, maka ia hanya diazab sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya.

Akan tetapi, barang siapa yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mengikuti perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya, maka ia akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan. Allah membalas iman dan amal saleh mereka dengan pahala yang berlipat ganda dan rezeki yang tiada terhingga.”

Ayat ini menggambarkan keadilan Allah yang sesungguhnya serta sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Dia tidak menganiaya hamba-Nya sedikit pun. Jika Dia mengazab hamba-Nya di akhirat nanti, maka azab yang diberikan itu seimbang dengan perbuatan jahat dan ingkar yang telah dilakukannya selama hidup di dunia, tidak dilebihkan sedikit pun. Akan tetapi, jika Dia membalas iman dan amal saleh hamba-Nya, maka Dia membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda.

Tafsir Quraish Shihab: Barangsiapa melakukan kejahatan di dunia, maka di akhirat nanti ia akan dibalas setimpal dengan perbuatan jahatnya. Dan barangsiapa beramal saleh–baik laki-laki maupun perempuan, dan dalam keadaan beriman–mereka semua akan masuk surga. Di dalamnya, mereka akan diberi rezeki yang tak terhitung oleh hitungan manusia.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Mu’min Ayat 38-40 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S