Surah At-Taubah Ayat 43-45; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah At-Taubah Ayat 43-45

Pecihitam.org – Kandungan Surah At-Taubah Ayat 43-45 ini menyebutkan bahwa orang-orang yang meminta izin pada Rasulullah SAW untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan jiwa itu adalah orang-orang munafik yang imannya masih ragu-ragu.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah tidak suka mereka ikut berjihad karena akan mengacaukan shaf para Mujahidin dengan menyebar isu-isu bohong karena ingin mencelakakan kaum mukmin. Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah At-Taubah Ayat 43-45

Surah At-Taubah Ayat 43
عَفَا اللَّهُ عَنْكَ لِمَ أَذِنْتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِينَ

Terjemahan: Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?

Tafsir Jalalain: Rasulullah SAW memberi izin kepada segolongan orang-orang untuk tidak ikut berjihad yang keputusannya ini berdasarkan ijtihad dari diri beliau sendiri.

Maka turunlah wahyu kepada Rasulullah SAW sebagai teguran hanya saja Allah SWT di dalam wahyu-Nya kali ini mendahulukan maaf atas perbuatan yang telah dilakukannya; dimaksud sebagai penenang hati.

عَفَا اللَّهُ عَنْكَ لِمَ أَذِنْتَ لَهُمْ (Semoga Allah memaafkanmu, mengapa kamu memberi izin kepada mereka) untuk tidak ikut berjihad dan mengapa kamu tidak membiarkan mereka حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِينَ صَدَقُوا (sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar) dalam keuzurannya وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِينَ (dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?) dalam hal ini.

Tafsir Ibnu Katsir: Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Husain ibnu Sulaiman Ar-Razi, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, dari Mis’ar, dari Aun yang mengatakan;

“Apakah kalian pernah mendengar suatu teguran yang lebih baik daripada ayat ini? Yaitu seruan yang menyatakan pemberian maaf sebelum penyaksian.” Allah Swt. telah berfirman: Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang)? (Hal yang sama telah dikatakan oleh Muwarraq Al-Ajali dan lain-lainnya).

Qatadah mengatakan bahwa Allah menegurnya sebagaimana yang kalian dengar, kemudian Dia menurunkan ayat yang terdapat di dalam surat An-Nur, maka diberikan rukhsah bagi Nabi Saw. untuk memberi izin kepada mereka (untuk tidak ikut berperang) jika Nabi menyukainya. Untuk itu, Allah Swt. berfirman:

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 102; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

{فَإِذَا اسْتَأْذَنُوكَ لِبَعْضِ شَأْنِهِمْ فَأْذَنْ لِمَنْ شِئْتَ مِنْهُمْ} maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena suatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka. (An-Nur: 62), hingga akhir ayat.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Ata Al-Khurrasani dalam suatu riwayat yang bersumberkan darinya. Mujahid mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan sejumlah orang yang mengatakan, “Mintalah izin kepada Rasulullah Saw. Apabila beliau memberi izin kepada kalian, maka tinggallah kalian di tempat kalian. Dan jika beliau tidak memberi izin kepada kalian, tetaplah kalian tinggal di tempat kalian.” Karena itulah Allah Swt. berfirrnan:

{حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِينَ صَدَقُوا} sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzuran-nya). Yakni dalam alasan yang dikemukakannya. {وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِينَ} dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?

Allah SWT berfirman bahwa mengapa engkau (Muhammad) tidak membiarkan mereka di saat mereka meminta izin kepadamu untuk tidak ikut perang. Yakni janganlah terlebih dahulu engkau beri izin seorang pun dari mereka untuk tinggal di tempatnya, untuk kamu ketahui siapa yang benar dan siapa yang dusta di antara mereka dalam mengemukakan alasannya.

Karena sesungguhnya mereka tetap bertekad akan tinggal di tempat dan tidak mau ikut perang, sekalipun engkau tidak memberi izin kepada mereka untuk tinggal di tempat. Karena itulah Allah Swt. tidak memberi izin kepada seorang pun yang mengaku dirinya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya untuk tinggal di tempatnya dan tidak ikut perang.

Tafsir Quraish Shihab: Allah telah memaafkanmu, wahai Rasul, pada saat engkau mengizinkan orang-orang munafik untuk tidak ikut serta berjihad, sebelum engkau mengetahui persoalan mereka dengan jelas.

Sementara, engkau pun tidak tahu mana alasan mereka yang benar, dan siapa di antara mereka yang benar-benar beriman dan siapa yang membuat alasan-alasan palsu.

Surah At-Taubah Ayat 44
لَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ

Baca Juga:  Surah Al-Qalam Ayat 17-33; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Terjemahan: Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.

Tafsir Jalalain: لَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ (Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu) untuk tidak ikut أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ (berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Swt. berfirman: {لَا يَسْتَأْذِنُكَ} Tidak akan meminta izin kepadamu. Untuk tidak ikut perang, melainkan tetap duduk di tempat tinggalnya. {الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ} orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka.

Karena mereka berpandangan bahwa jihad merupakan amal pendekatan diri kepada Allah, maka ketika Allah menyerukan mereka untuk berjihad, mereka menyambutnya dengan segera dan mengerjakannya.

{وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ} Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Yakni untuk tidak ikut perang tanpa ada alasan yang membenarkannya untuk tetap tinggal di tempatnya.

Tafsir Quraish Shihab: Bukan sifat orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari perhitungan-Nya di akhirat, meminta izin kepadamu agar tidak pergi berjihad mempertaruhkan harta dan jiwa atau berpamit untuk meninggalkanmu.

Karena orang yang benar-benar beriman, akan terdorong oleh kesungguhan iman mereka untuk cinta kepada jihad di jalan Allah. Allah Maha Mengetahui kesungguhan niat orang-orang Mukmin.

Surah At-Taubah Ayat 45
إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ

Terjemahan: Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.

Tafsir Jalalain: إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ (Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu) untuk tidak ikut berjihad الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَارْتَابَتْ (hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian dan merasa ragu) yakni ragu-ragu

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 49; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

قُلُوبُهُمْ (hatinya) akan kebenaran agama Islam فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ (karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya) artinya mereka selalu bingung di dalam menentukan sikapnya.

Tafsir Ibnu Katsir: {إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ} Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu. Yakni untuk tidak ikut perang tanpa ada alasan yang membenarkannya untuk tetap tinggal di tempatnya.

{الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ} hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maksudnya, mereka tidak mengharapkan pahala Allah di hari akhirat sebagai balasan amal (baik) mereka.

{وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ} dan hati mereka ragu-ragu. Yaitu merasa ragu terhadap kebenaran dari apa yang engkau sampaikan kepada mereka. {فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ} Karena itu, mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya. Yakni mereka tenggelam di dalam kebimbangannya. Mereka melangkahkan satu kaki. Sedangkan dalam waktu yang sama mereka mengundurkan kaki yang lainnya (yakni dalam keadaan ragu).

Tidak ada langkah yang tetap bagi mereka dalam suatu urusan. Mereka adalah kaum yang bimbang lagi binasa, tidak cenderung kepada golongan kaum mukmin, tidak pula kepada kaum kafir. Dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka kamu tidak akan dapat menemukan jalan selamat baginya.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu untuk tidak berjihad hanyalah orang yang tidak beriman kepada Allah secara benar dan tidak meyakini hari perhitungan-Nya di akhirat. Sungguh hati mereka selalu berada dalam keraguan dan hidup dalam kebingungan. Mereka niscaya akan menerima balasan dari perbuatan itu.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah At-Taubah Ayat 43-45 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Quraish Shihab dan Tafsir Ibnu Katsir. Semoga khazanah ilmu Al-Qur’an kita semakin bertambah.

M Resky S