Surah Hud Ayat 103-105; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Hud Ayat 103-105

Pecihitam.org – Kandungan Surah Hud Ayat 103-105 ini ditegaskan kembali bahwa hari kiamat memiliki hari tertentu, dan hanya Allah sajalah Yang Maha Mengetahui akan tibanya waktu tersebut. Karena itu, manusia harus selalu waspada dan tidak lalai dalam menjalani kehidupan di dunia. Jangan sampai kita menemui hari kiamat dalam keadaan berlumuran dosa.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Hud Ayat 103-105

Surah Hud Ayat 103
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِمَنْ خَافَ عَذَابَ الْآخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ

Terjemahan: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).

Tafsir Jalalain: إِنَّ فِي ذَٰلِكَ (Sesungguhnya pada yang demikian itu) pada kisah-kisah yang telah disebutkan tadi لَآيَةً (benar-benar terdapat pelajaran) bahan pelajaran لِمَنْ خَافَ عَذَابَ الْآخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ (bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari itu) yakni hari kiamat itu

مَجْمُوعٌ لَهُ (adalah suatu hari yang dikumpulkan menghadap kepada-Nya) pada hari itu النَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ (semua manusia, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan) artinya hari itu disaksikan oleh semua makhluk.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman, sesungguhnya dalam pembinasaan yang Kami lakukan terhadap orang-orang kafir dan penyelamatan Kami terhadap orang-orang mukmin; لَآيَةً (Terdapat pelajaran) Maksudnya, sebagai nasehat dan pelajaran atas kebenaran janji Kami di akhirat.

Baca Juga:  Surah Yasin Ayat 68-70; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dan firman-Nya: ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ (Hari kiamat itu adalah hari yang semua manusia dikumpulkan untuk [menghadapi]nya.) Maksudnya, dikumpulkan dari mulai manusia yang pertama diciptakan sampai manusia yang terakhir. Sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Dan Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.” (QS. Al-Kahfi: 47)

ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ (Dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan [oleh segala makhluk]) Maksudnya, hari yang besar, yang dihadiri oleh para Malaikat dan berkumpul seluruh Rasul, di mana dikumpulkan seluruh makhluk mulai manusia, jin, burung, binatang buas, bahkan semua makhluk yang melata.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya di dalam kisah-kisah tersebut, terdapat pelajaran berharga yang dapat dipetik oleh orang yang meyakini hari kebangkitan dan takut kepada azab akhirat.

Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk diperhitungkan segala amal perbuatannya. Dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan oleh malaikat dan manusia.

Surah Hud Ayat 104
وَمَا نُؤَخِّرُهُ إِلَّا لِأَجَلٍ مَعْدُودٍ

Terjemahan: Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.

Tafsir Jalalain: (Dan Kami tiadalah mengundur-undurkannya melainkan sampai waktu yang tertentu) waktu yang hanya diketahui oleh Allah.

Tafsir Ibnu Katsir: (Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu) Maksudnya, Kami tidak mengundurkan terjadinya hari Kiamat, karena telah terdahulu ketetapan Allah dalam mewujudkan manusia dengan jumlah yang telah ditentukan dari anak cucu Adam as. dan dalam masa yang telah ditentukan lamanya.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 116-117; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Maka apabila waktu tersebut telah habis masanya dan keberadaan mereka yang keseluruhannya itu telah ditentukan dan telah terealisasi, maka terjadilah hari Kiamat. Untuk itu Allah Ta’ala berfirman: “Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.” Maksudnya untuk masa yang sudah ditentukan, tidak diundur dan tidak dimajukan.

Tafsir Quraish Shihab: Kami tidak akan mengundurkannya kecuali hanya beberapa saat yang Kami tentukan. Meskipun lama menurut pandangan manusia, tetapi sebenarnya itu sangatlah sebentar menurut Allah.

Surah Hud Ayat 105
يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ

Terjemahan: Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.

Tafsir Jalalain: يَوْمَ يَأْتِ (Di kala datang hari itu) sudah tiba saatnya لَا تَكَلَّمُ (tidak dapat berbicara) lafal تَكَلَّمُ pada asalnya adalah tatakallama, kemudian salah satu huruf tanya dibuang sehingga jadilah ia takallama

نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ (seorang pun melainkan dengan izin-Nya) izin Allah SWT فَمِنْهُمْ (maka di antara mereka) makhluk شَقِيٌّ وَ (ada yang celaka dan) yang lainnya سَعِيدٌ (ada yang berbahagia) masing-masing telah dipastikan nasibnya di zaman azali.

Tafsir Ibnu Katsir: يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ (Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang bicara, melainkan dengan izin-Nya) Maksudnya, pada hari kedatangan hari Kiamat, tidak seorang pun dapat berbicara kecuali dengan izin Allah, sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Rabb yang pemurah, dan ia mengucapkan kata yang benar.” (QS. An-Naba: 38)

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 109-111; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Dalam ash-shahihain dalam hadits tentang syafa’at: “Tidak berbicara pada hari itu kecuali para Rasul, dan doanya para Rasul hari itu adalah: Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.”

Dan firman-Nya: فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ (Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang bahagia) maksudnya di antara mereka yang berkumpul ada yang velaka dan ada yang beruntung. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.” (QS. Asy-Syuura: 7)

Tafsir Quraish Shihab: Di kala datang azab hari itu, tidak seorang manusia pun dapat berbicara kecuali dengan izin Allah. Di antara mereka ada yang celaka, yaitu mereka yang kafir, karena menerima berbagai macam siksaan. Ada pula yang berbahagia, yaitu mereka yang beriman, karena kenikmatan akhirat yang diperoleh.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Hud Ayat 103-105 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S