Berkeluh Kesah di Media Sosial Menurut Pandangan Islam

berkeluh kesah di media sosial

Pecihitam.org – Setiap insan yang bernafas pastilah mempunyai berbagai masalah dan penyakit. Yang apabila keduanya hadir sering kali manusia berkeluh kesah dan malah diluapkan di media sosial. Padahal, hakikatnya setiap makhluk yang diberi cobaan dan ia sabar dalam menghadapi cobaan tersebut maka Allah Swt. akan meninggikan derajatnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah Swt. berfirman:

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (Q.S Asy-Syarh).

Bahwa Allah Swt. tidak akan menguji seorang hamba di luar batas kemampuannya. Bahkan, ayat itu diulang hingga dua kali, sebagai penegasan bahwa janji Allah Swt. itu pasti.

Allah Swt. berfirman:

اِنَّمَٓا اَشْكُوْا بَثِّيْ وَحُزْنِٓيْ اِلَى اللّٰه وَاَعْلَمُ مِنَ اللّٰهِ َما لا َتعْلَمُوْنَ  

“Hanya kepada Allah Swt. aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah Swt. apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S Yusuf: 86).

Ketika kita luapkan masalah di media sosial, justru malah akan semakin berlarut-larut kesedihan yang dirasakan. Maka akan timbul banyak yang berasumsi, baik itu positif maupun negatif. Dan bakal ada dua subjektif dalam menilai masalah, yakni; yang pertama, orang yang hanya ikut berfikir. Yang kedua, orang yang ikut berbicara tentang apa yang terlihat di media sosial.

Baca Juga:  Ini 6 Kondisi Seseorang Boleh Melakukan Ghibah Menurut Imam Nawawi

Sejatinya, hanya Allah Swt. yang patut menjadi tempat luapan hati dan solusi setiap masalah. Tapi sering kali manusia malah menceritakan kepada orang lain dan malah lupa tidakmenceritakan semuanya kepada Allah Swt. dzat yang Maha Rahman. Padahal manusia adalah insan yang juga tak luput dari berbagai masalah dan terbatas rahmannya.

Allah Swt. berfirman:

وَاِلٰى رَبِّكَ فَا رْغَبْ

“Dan hanya kepada Tuhanmulah (Allah Swt.) hendaknya engkau berharap.”(Q.S Asy-Syarh: 8).

Mungkin dengan meluapkan isi hati di media sosial berharap agar dapat banyak perhatian, pengertian, atau bahkan pujian.Tapi tidak setiap orang menjadi apa yang diharapkan. Karena, berharap kepada manusia hanya akan ada kekecewaan, lain halnya dengan berharap seutuhnya kepada Allah Swt. Walaupun banyak masalah yang silih berganti, tapi akan tetap memiliki jalan dan kekuatan dalam menyelesaikan.

Allah Swt. berfirman:

  لا تحزن انّ اللّه معنا

Baca Juga:  Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Mengemban Misi Dakwah Islam

“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita” (QS. At-Taubah: 40).

Menampakkan segala masalah bisa menggoyahkan kesabaran. Sedangkan, menyembunyikan masalah merupakan puncak dari kesabaran. Perasaan itu aurat, maka hendaknya kita bisa menutupinya, menjaganya, supaya tidak diketahui banyak orang. Dan agar tidak timbul fitnah yang tidak diinginkan.

Ketika Nabi Ya’kub menceritakan semua masalahnya hanya kepada Allah Swt. sampai matanya buta karena menangisi Yusuf yang hilang. Maka dengan kehendak Allah Swt. ia memberi Ya’kub hal yang tidak diduga-duga,  yakni dengan mengembalikan Yusuf sang putra kepadanya, dan tidak hanya itu Allah Swt. menjadikan Yusuf sebagai pemimpin dan penguasa di tanah Mesir.

Rasulallah Saw. bersabda:

مِنْ كُنُوْزِالبِرِّكِتْمَانُ المُصَائِبِ والأَمْرَاضِ وَالصَّدَقَةِ

“Termasuk dari simpanan-simpanan kebaikan itu menyembunyikan musibah-musibah, sesakitan, serta sedekah.” (HR. Abu Nu’aim).

Alkisah, suatu ketika Al Ahnaf (murid Umar bin Khattab) mengadu kepada pamannya mengenai rasa sakit yang dirasakan dan sang paman pun menyampaikan, “Aku buta selama 40 tahun dan aku tidak mengadu kepada siapapun.”

Baca Juga:  Bersabarlah! Jangan Jengkel Ketika Merawat Orang Tua di Usia Senja Mereka

Allah Swt. berfirman:

مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَه لِلّٰهِ وَهُوَمُحْسِنٌ فَلَهُٓ اَجْرُه عِنْدَرَبِّهٖ

“…Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah Swt. dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya…” (Q.S Al-Baqarah: 112).

Taruhlah kening di atas tanah, bicarakanlah kepadaNya, curahkan semua luapan hati agar semakin sedikit orang yang tau masalah yang terjadi. Dan semakin dekatkan diri, curhat kepada Allah Swt. maka semakin dekat pertolongan Allah Swt. kepada hamba-Na.

Kecuali, kita curhatkan kepada orang yang benar-benar mengerti dan memahami, supaya mendapatkan kebaikan atas apa yang kita luapkan. Nah, itu diperbolehkan. Demikianlah penjelasan tentang berkeluh kesah di media sosial, semoga dengan penjelasan tersebut menambah wawasan kita. Wallahua’lam bisshawab.

Lukman Hakim Hidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published.