Keutamaan Wanita dalam Islam, Kaum Hawa Harus Bangga

keutamaan wanita dalam islam

Pecihitam.org – Wanita dalam Islam mendapat tempat yang mulia, tidak seperti yang dituduhkan oleh sebagian masyarakat. Islam tidak menempatkan wanita dalam strata sekunder malahan sebaliknya, kedudukan mulia dan keutamaan kaum wanita itu ditegaskan dalam banyak ayat Al-Quran dan hadits.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Beberapa kemulianan dan keutamaan dalam Islam diantaranya sebagaimana berikut:

Daftar Pembahasan:

1. Surga ditelapak kaki Ibu

Wanita terutama seorang Ibu wajib kita hormati, sebab tidak ada satupun orang didunia ini yang lahir kecuali dari Rahim seorang Ibu. Ketika mengandung seorang ibu harus berkorban sepenuh jiwa dan raga, ketika melahirkan seorang ibu harus bertaruh nyawa demi melahirkan sang buah hatinya. Dalam sebuah hadist dikatakan sebagaimana berikut ini:

اَلْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ اْلأُمَّهَاتِ
“Surga berada di bawah telapak kaki Ibu.” (HR Muslim)

Itulah mengapa sudah sewajibnya siapapun harus menghormati dan menyayangi wanita yang menjadi ibu kita. Sebab jika kita menyepelekan bahkan berani dengan ibu hal tersebut termasuk perbuatan durhaka, dan ancaman dari Allah begitu pedih.

2. Islam menyelamatkan wanita dari budaya jahiliyah

Ibnu Hajar al Asqalani rahimahullah menyebutkan bahwa orang-orang jahiliyah menguburkan anak anak perempuan mereka. Mereka menyuruh istri mereka sebelum proses kelahiran untuk berada di dekat lubang.

Apabila yang dilahirkan bayi laki-laki, maka bayi tersebut diambil dan diasuh. Namun, apabila yang terlahir perempuan, maka mereka langsung dimasukkan kedalam lubang dan dikubur.

Apabila anak perempuannya sudah berumur enam tahun, sang ibu disuruh untuk menghiasinya dengan alasan akan dibawa ziarah ke karib kerabatnya.

Kemudian dia dibawa ke tengah padang pasir hingga sampai pada sebuah sumur, lantas dia disuruh melihat kedalam sumur tersebut. Saat dia melihat ke dalam, ia didorong kedalamnya kemudian ditimbun. (Lihat Ibnu Hajar al Asqalani Fathul Bari 10/421).

Baca Juga:  Benarkah Suara Perempuan Termasuk Aurat? Ini Penjelasan Para Ulama

Kemudian Islam datang dan menghapus praktek dan budaya jahiliyyah tersebut dan menjunjung tinggi hak-hak wanita bahkan sangat memuliakannya.

3. Pahala ketika wanita mengandung dan memiliki anak

Bahwasanya ketika seorang wanita mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT. memberikan baginya setiap hari dengan seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu dosa.

Apabila seseorang wanita hendak melahirkan, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad di jalan-Nya. Dan setelah seseorang wanita melahirkan anak, dihapuslah dosa-dosanya seperti bayi yang baru lahir. Setelah anaknya lahir lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu pahala kebaikan.

4. Mengormati ibu 3 kali lebih utama diatas ayah ayah

Artinya adalah kita sangat diwajibkan menghormati ibu sebab ibu tiga kali lebih berhak dihormati diatas ayah sebagaimana hadits Nabi berikut:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ فَقَالَ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَةٍ قَالَ أُمُّكَ قاَلَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوْكَ

“Seorang sahabat datang kepada Nabi Saw.. Kemudian bertanya: “Siapakah manusia yang paling berhak untuk dihormati?”, Nabi menjawab: ”Ibumu”, kemudian siapa Wahai Nabi?, “Ibumu” jawab Nabi lagi, “kemudian siapa lagi Wahai Nabi?: ” Ibumu” kemudian siapa Wahai Nabi? “bapakmu”, jawab Nabi kemudian.” (HR. Bukhari Muslim)

5. Anak perempuan menjauhkan dari api neraka

Dahulu orang orang jahiliyah mengganggap jika mempunyai anak perempuan adalah sebuah aib yang besar, sehingga ketika lahir anak-anak perempuan mereka, kemudian dibunuh atau dikubur hidup-hidup.

Baca Juga:  Rahasia Dibalik Penciptaan Keperawanan Kajian Kitab Fathul Izar Bagian 6

Islam membuang jah-jauh stigma tersebut, bahkan dalam Islam orang tua yang mempunyai anak perempuan dan merawatnya dengan baik maka akan diberikan pahala yang besar.

Barangsiapa memiliki tiga anak wanita, dan dia bersabar atas mereka, serta memberikan mereka pakaian sesuai kemampuannya, maka Allâh akan menjadikan mereka sebagai hijab (penghalang) baginya dari api neraka pada hari Kiamat[Sunan Ibnu Majah, no. 3669]

“Barangsiapa mengasuh dua anak wanita sampai mereka mencapai usia baligh, maka dia akan datang pada hari kiamat bersamaku seperti dua ini” Beliau menyatukan dua anak jarinya.[ Shahih Muslim, no. 2631]

6. Kedudukan lai-laki dan perempuan sama

Keutamaan yang Islam berikan kepada wanita adalah mempunyai hak yang sama dengan laki-laki, yaitu hak dalam memberikan pengabdian yang sama kepada agama, nusa, bangsa dan negara. Ini ditegaskan dalam al-Qur’an dan al-Hadits antara lain sebagai berikut:

مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab.” (QS. al-Mukmin: 40)

إنَّ النِّساءَ شَقَائِقُ الرِّجَالِ
“Sesungguhnya perempuan itu laksana saudara kandung laki-laki.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Baca Juga:  Shalat Berjamaah Bagi Wanita, Sebaiknya di Mana?

Dekian beberapa keutamaan wanita dalam islam, sebetulnya masih banyak sekali keutamaan-keutamaan lain yang disebutkan dalam AlQuran dan hadits. Hal ini menunjukkan bahwa wanita adalah makhluk yang mulia dan harus selalu kita hormati dan junjung tinggi hak-hak mereka.

Dikutip dari Keputusan Munas Alim Ulama NU Masail Diniyyah Maudhuiyyah tahun 1997 tentang Kedudukan Wanita Dalam Islam, harus diakui walaupun dalam hak-hak tertentu wanita sama dengan laki-laki.

Akan tetapi bagaimanpun ada perbedaan fungsi laki-laki dan perempuan yang disebabkan oleh perbedaan kodrati dan tidak mungkin bisa disamakan. Seperti melahirkan, menjadi seorang ibu, menjadi seorang istri dll.

Sementara di luar itu ada peran-peran non kodrati dalam kehidupan bermasyarakat yang masing-masing (laki-laki dan perempuan) harus memikul tanggungjawab bersama dan harus dilaksanakan dengan saling mendukung satu sama lain.

Kedudukan wanita dalam proses sistem negara-bangsa telah terbuka lebar, terutama perannya dalam masyarakat majemuk ini, dengan tetap mengingat bahwa kualitas, kapasitas, kapabilitas dan akseptabilitas bagaimanapun, harus menjadi ukuran, sekaligus tanpa melupakan fungsi kodrati wanita sebagai sebuah keniscayaan. Demikian semoga bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *