Jangan Kawatir! Ini Tata Cara Sholat Tarawih di Rumah Selama Covid 19

shalat tarawih di rumah

Pecihitam.org – Bulan suci Ramadhan kali ini memang akan berbeda dengan biasanya karena COVID 19, pemerintah harus mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Yaitu semua masyarakat dilarang keluar rumah dan melakukan semua aktifitas mulai dari bekerja, belajar dan beribadah dari rumah. Oleh sebab itu, maka ibadah sholat tarawih yang biasa kita kerjakan di masjid, kali ini akan dikerjakan dari rumah. Lalu bagaimana tata cara melaksanakan sholat tarawih di rumah?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam keadaan seperti ini, para ulama pun sepakat bahwa sholat tarawih dapat dilakukan di rumah secara berjamaah bersama dengan keluarga. Hal ini berdasarkan pada sebuah riwayat maqthu’ yang terdapat dalam Muwattha’ Malik dari as-Sa’ib bin Yazid sebagai berikut :

أمر عمر بن الخطاب أبي بن كعب وتميماً الداري أن يقوما للناس بإحدى عشرة ركعة ، قال : وقد كان القارئ يقرأ بالمئين ، حتى كنا نعتمد على العصي من طول القيام،

“Umar bin Khattab memerintahkan Ubay bin Ka’ab dan Tamim Ad-Dari untuk mendirikan (shalat tarawih) berjamaah dengan sebelas rakaat. As-Sa’ib bin Yayid berkata: “dan imam ketika shalat membaca surat yang jumlah ayatnya seratusan (al-Mi’iin), sampai kami bisa latih yang bermaksiat (agar bertaubat) lewat lamanya shalat.

Untuk tata cara melaksanaan sholat tarawih di rumah sebenarnya sama saja seperti ketika kita sholat tarawih di Masjid. Sholat tarawih dapat dikerjakan 11 rakaat, yang terdiri dari 8 rakaat sholat tarawih dan 3 rakaat sholat witir. Atau 23 rakaat, yang terdiri dari 20 rakaat sholat tarawih dan 3 rakaat witir.

Baca Juga:  Memandikan Jenazah Bayi Apakah Wajib Hukumnya?

Untuk sholat tarawih dilakukan setiap dua rakaat diakhiri dengan salam dan sholat witir boleh dikerjakan sesuai dengan kemampuan selama jumlah rakaatnya ganjil minimal satu rakaat dan maksimal 11 rakaat.

Selain itu, diantara setiap dua rakaat maka Bilal menyebut nama Khulafa’u ar-Rasyidin dan diselingi dengan bacaan,

فضلا من الله تعالى ونعمة، ومغفرة ورحمة

Sebuah kemuliaan dari Allah, serta nikmat, pengampunan dan kasihsayang. Setelah selesai sholat tarawih kemudian dilanjut dengan membaca doa Kamilin, sebagai berikut :

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْاِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْننَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ ووَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ اُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلاَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Baca Juga:  Bolehkah Wudhu Dengan Satu Gelas Air? Ini Penjelasannya

Sedangkan setelah melaksanakan sholat witir maka dilanjut dengan dzikir sebagai berikut :

1. Syahadat

2. Istighfar

3.Do’a memohon ridho dan Syurga dari Allah Swt

أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ

4. Tasbih

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Dan dilanjut dengan

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

Artinya, “Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril,” (HR Al-Baihaqi dan Ad-Daruqutni)

5. Memohon ampunan kepada Allah Swt

للَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya, “Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku.”

Kemudian dilanjut dengan bacaan

يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ


Artinya, “Wahai Zat yang maha pemurah, (aku memohon) atas berkat rahmat-Mu, wahai Zat yang paling penyayang dari segenap penyayang.”

6. Memohon keselamatan kepada Allah Swt

للَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

Artinya, “Tuhanku, aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu dan kepada afiat-Mu dari siksa-Mu. Aku meminta perlindungan-Mu dari murka-Mu. Aku tidak (sanggup) membilang pujian-Mu sebanyak Kau memuji diri-Mu sendiri,” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

7. Do’a setelah sholat seperti biasa

Baca Juga:  Ciri-ciri dan Hukum Menahan Sperma Keluar, Wajibkah Mandi?

8. Doa shalat witir.

أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

9. Surat Al-Fatihah

10. Niat Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

“Aku berniat untuk berpuasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Demikian tuntunan tata cara melaksanakan sholat tarawih yang dapat dikerjakan selama berada di rumah.

Lukman Hakim Hidayat