Surah Al-An’am Ayat 112-113; Seri Tadabbur Al Qur’an

Surah Al-An'am Ayat 112-113

Pecihitam.org – Allah SWT berfirman di dalam Surah Al-An’am Ayat 112-113 untuk menghibur dan meyakinkan Rasulullah SAW bahwa orang-orang yang menentang, memusuhi, dan melawanmu, juga Allah SWT telah jadikan seperti itu sebagai musuh-musuh bagi setiap Nabi sebelumnya, maka karena itu Allah SWT memintanya untuk tidak bersedih karenanya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Penjelasan Kandungan Al Qur’an Surah Al-An’am Ayat 112-113

Surah Al-An’am Ayat 112
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

Terjemahann: Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

Tafsir Jalalain: وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا (Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh) sebagaimana Kami telah jadikan mereka sebagai musuh-musuhmu; lalu pengertian musuh itu dijelaskan

شَيَاطِينَ (yakni setan-setan) yaitu siluman-siluman الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي (dari jenis manusia dan jin yang memberikan bisikan) artinya, yang menghembuskan godaan بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ (antara yang sebahagian kepada sebahagian lainnya tentang perkataan-perkataan yang indah-indah) Artinya, yang memulas warna kebatilan غُرُورًا (untuk membujuk) umat manusia.

Baca Juga:  Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 224-225 dan Terjemahannya

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ (Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya) maksudnya bisikan-bisikan yang menyesatkan tadi فَذَرْهُمْ (maka tinggalkanlah mereka) Maksudnya biarkanlah orang-orang kafir tersbut

وَمَا يَفْتَرُونَ (dan apa yang mereka ada-adakan) Maksudnya, berupa kekafiran dan lain-lainnya yang sudah menjadi watak mereka; ayat ini diturunkan sebelum turunnya ayat perintah untuk berperang.

Tafsir Ibnu Katsir: شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ Merupakan badal (pengganti) dari kata sebelumnya: “عَدُوًّا” (Musuh) Dengan artian bahwa mereka memiliki musuh yang berasal dari kalangan setan, baik yang berupa manusia maupun jin. Setan itu sendiri berarti segala sesuatu yang menyimpang dari tabiatnya berupa kejahatan. Dan tidak ada yang memusuhi para Rasul melainkan setan-setan, baik dari jenis manusia maupun jin.

يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا Maknanya ialah sebagian dan setan-setan itu menyampaikan kepada sebagian lainnya kata-kata indah dan mempesona, yakni dibumbui dengan hal-hal menarik yang dapat memperdaya pendengarnya yang tidak mengerti tipu dayanya.

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ Maksudnya adalah semuanya itu terjadi karena takdir, ketetapan dan kehendak Allah SWT, bahwa setiap Nabi memiliki musuh yang berupa setan-setan tersebut.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 74-79; Seri Tadabbur Al Qur'an

فَذَرْهُمْ Maksudnya ialah, biarkan saja mereka itu. وَمَا يَفْتَرُونَ Yakni, apa yang mereka dustakan. Maksudnya ialah, biarkan saja hal-hal menyakitkan yang dilakukan mereka tersebut, dan bertawakkallah kepada Allah SWT atas permusuhan mereka itu, sesungguhnya cukuplah Allah sebagai pelindung dan penolongmu dari mereka.

Surah Al-An’am Ayat 113
وَلِتَصْغَىٰ إِلَيْهِ أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا مَا هُمْ مُقْتَرِفُونَ

Terjemahan: Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka melakukan apa yang mereka (setan) kerjakan.

Tafsir Jalalain: وَلِتَصْغَىٰ (Dan juga supaya mau mendengar) diathafkan kepada Lafal “غُرُورًا“; yang maknanya adalah agar mau cenderung إِلَيْهِ (kepada bisikan tersebut) yaitu godaan tersebut أَفْئِدَةُ (hati kecil) hati sanubari

الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا (orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat dan agar mereka merasa senang kepadanya dan agar mereka mau lakuka) مَا هُمْ مُقْتَرِفُونَ (apa yang setan-setan itu lakukan) yakni berupa perbuatan-perbuatan dosa sehingga mereka mendapat siksaan karenanya.

Tafsir Ibnu Katsir: وَلِتَصْغَىٰ إِلَيْهِ (Agar cenderung kepada bisikan itu) Menurut Ibnu Abbas: “Agar condong kepadanya”. أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ (Hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat) Yakni hati, akal, dan pendengaran mereka cenderung kepada bisikan tersebut.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 121; Seri Tadabbur Al Qur'an

وَلِيَرْضَوْهُ (Dan agar mereka merasa senang kepadanya) Yaitu, agar mereka merasa suka dan menghendakinya.

وَلِيَقْتَرِفُوا مَا هُمْ مُقْتَرِفُونَ Adapun makna dari firman Allah ini Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu Abbas: “Agar mereka mengusahakan apa yang mereka usahakan”. Sedangkan as-Suddi dan Ibnu Zaid mengatakan: “Agar mereka melakukan apa yang mereka lakukan”.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, demikian telah kita uraikan bersama kandungan Surah Al-An’am Ayat 112-113 berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain, sebagai kelanjutan dari seri Tadabbur Al Qur’an kita. Semoga menambah khazanah Islam khususnya ilmu Al Qur’an kita semua. Amin

M Resky S