Surah Al-Anbiya Ayat 91; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Anbiya Ayat 91

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Anbiya Ayat 91 ini, menjelaskan bahwa Allah telah memperkenankan doa Nabi Zakaria itu, dan mengaruniakan kepadanya seorang putra bernama Yahya. Untuk itu Allah telah mengaruniakan kesehatan yang baik kepada istri Zakaria, sehingga memungkinkan untuk mengandung, padahal sebelum itu ia adalah perempuan yang mandul.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anbiya Ayat 91

وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِّلْعَالَمِينَ

Terjemahan: Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.

Tafsir Jalalain: وَ (Dan) ingatlah kisah Maryam الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا (yang telah memelihara kehormatannya) ia memeliharanya supaya tidak dinodai فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا (lalu Kami tiupkan ke dalam tubuhnya roh dari Kami) malaikat Jibril; dialah yang meniup ke dalam baju kurungnya, lalu Maryam mengandung Isa,

وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِّلْعَالَمِينَ (dan Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda yang besar bagi semesta alam) yakni manusia, jin dan malaikat, karena ia dapat mengandung tanpa lelaki.

Baca Juga:  Surah Al-Anbiya Ayat 1-6; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا (“Dan ingatlah [kisah] wanita yang telah memelihara kehormatannya,”) yaitu Maryam.

Firman-Nya: وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِّلْعَالَمِينَ (“Dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda [kekuasaan Allah yang besar] bagi semesta alam”) yaitu sebagai dalil bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan jika Dia menghendaki sesuatu, Dia mengatakan: “Jadilah,” maka jadilah. Ibnu Abi Hatim berkata dari Ibnu `Abbas tentang firman-Nya: لِّلْعَالَمِينَ (“Bagi semesta alam”) ia berkata: “Yaitu jin dan manusia.”

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini Allah menerangkan kisah Maryam secara ringkas, yaitu bahwa dia adalah seorang perempuan yang memelihara kehormatan dirinya, maka suatu ketika Allah mengutus malaikat Jibril untuk memberitahukan Maryam bahwa Allah meniupkan ruh ke dalam tubuh Maryam sehingga ia mengandung, kemudian Maryam melahirkan Isa as tanpa ayah.

Oleh karena Isa lahir tanpa ayah, maka Maryam dan Isa lalu menjadi salah satu bukti bagi seluruh isi alam ini, tentang kekuasaan dan kemahaesaan Allah. Kelahiran Isa mengandung bukti dan tanda kekuasaan Allah sebagaimana halnya Nabi Adam yang lahir ke dunia tanpa ayah dan ibu, sedang Isa lahir tanpa ayah saja.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 36-39; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Hal yang membuat heran adalah karena Maryam belum pernah mengadakan hubungan apa pun dengan kaum lelaki, baik secara halal melalui perkawinan, apalagi secara tidak halal. Allah menyebutkan ucapan Maryam mengenai dirinya sendiri sebagai berikut:

Tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!” (Maryam/19: 20)

Firman Allah dalam Ayat lain; Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya. (at-Tahrim/66: 12)

Keheranan Maryam yang disampaikan kepada Malaikat Jibril dijawab degan firman Allah: Dia (Jibril) berkata, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku. (Maryam/19 : 21)

Tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah yang diperlihatkan kepada diri Maryam ialah bahwa dia hamil tanpa melalui hubungan kelamin dengan siapa pun, dan malaikat senantiasa menyediakan makanan untuknya.

Mengenai hal ini Al-Qur’an menceritakan pertanyaan Zakaria kepada Maryam dan jawaban Maryam kepadanya: “Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?” Dia (Maryam) menjawab, “Itu dari Allah.” (Ali ‘Imran/3: 37).

Baca Juga:  Surah Al-Anbiya Ayat 24-25; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Adapun tanda-tanda kebesaran dan kemahakuasaan Allah yang terlihat melalui diri Isa as, sudah diterangkan dengan panjang lebar dalam Surah Ali ‘Imran dan Surah Maryam.

Tafsir Quraish Shihab: Selain tentang mereka itu, sampaikanlah juga cerita tentang Maryam yang selalu menjaga kehormatannya. Dan karenanya, Kami hembuskan ke dalam dirinya sebagian rahasia Kami, hingga ia dapat melahirkan anak tanpa suami. Ia dan putranya merupakan suatu bukti kekuasaan Kami dalam mengubah hukum sebab akibat, dan bukti bahwa Kami Mahakuasa atas segala sesuatu.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Anbiya Ayat 91 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir,Tafsir Kemenag, dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S