Surah Al-A’raf Ayat 187; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 187

Pecihitam.org – Surah Al-A’raf Ayat 187 menjelaskan bahwa kiamat akan terjadi dengan tiba-tiba dan manusia tidak pernah mampu memprediksi kapan terjadinya kiamat itu.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Karena yang berhubungan dengan permulaan dan akhir dari alam semesta ini hanya di tangan Allah Swt. Tak seorangpun dari manusia yang dapat mengetahuinya, termasuk para Nabi dan rasul sekalipun.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 187

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Terjemahan: Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Tafsir Jalalain: يَسْأَلُونَكَ (Mereka menanyakan kepadamu) yaitu mereka penduduk kota Mekah عَنِ السَّاعَةِ (tentang kiamat,) tentang hari akhir أَيَّانَ (“Bilakah) kapan مُرْسَاهَا ۖ قُلْ (terjadinya?” Katakanlah,) kepada mereka

إِنَّمَا عِلْمُهَا (“Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu) bila terjadinya عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا (adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan) menerangkan لِوَقْتِهَا (waktu kedatangannya) huruf lam bermakna fii إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ (selain Dia. Kiamat itu amat berat) amat besar peristiwanya

فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ (yang di langit dan di bumi) amat berat dirasakan oleh penduduk keduanya mengingat kengerian huru-haranya. لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً (Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.”) secara sekonyong-konyong

يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ (Mereka bertanya kepadamu seolah-olah kamu benar-benar mengetahui) terlalu berlebihan di dalam bertanya عَنْهَا (tentang kiamat itu) sehingga engkau memberitahukan tentangnya.

قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ (Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah di sisi Allah) merupakan pengukuhan sebelumnya وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”) pengetahuan mengenai kiamat itu hanya ada di sisi Allah swt.

Tafsir Ibnu Katsir: يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ (Mereka menanyakan kepadamu tentang Kiamat: Bilakah terjadinya?) Ayat ini sama seperti firman-Nya yang artinya: “Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit”) (Al-Ahzab: 63)

Ayat tersebut turun berkenaan dengan orang-orang Quraisy. Mereka bertanya tentang waktu hari kebangkitan, dengan maksud untuk menafikan terjadinya peristiwa tersebut dan untuk mendustakan kejadiannya.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 158; Seri Tadabbur Al-Qur'an

أَيَّانَ مُرْسَاهَا (Bilakah terjadinya?) Ali bin Thalhah mengatakan dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Berarti batas waktunya, maksudnya kapan berakhirnya dan kapan batas akhir masa kehidupan dunia yang merupakan awal dari hari kebangkitan itu?”

قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ (Katakanlah: Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu adalah pada sisi Rabbku. Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Allah)

Allah memerintahkan Rasul-Nya, Muhammad saw, jika ditanya tentang waktu datangnya Kiamat, agar mengembalikan ilmunya kepada Allah Ta’ala, karena hanya Allah yang mampu menjelaskan waktunya, atau mengetahui kejelasan masalah itu. Dan mengenai waktunya secara tepat, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah semata.

ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ (Kiamat itu amat berat huru haranya bagi makhluk yang di langit dan di bumi) Mengenai firman-Nya ini, Abdur Razzaq mengatakan dari Ma’mar, dari Qatadah, ia berkata: “Ilmu mengenai hari Kiamat itu terasa berat diketahui oleh penghuni langit dan bumi ini”. Sedangkan Ma’mar mengatakan dari al-Hasan, ia berkata: “Jika hari Kiamat itu tiba, maka terasa berat bagi penghuni langit dan bumi”.

Ibnu Jarir memilih bahwa yang dimaksudkan adalah, terlalu berat ilmu tentang waktunya untuk diketahui oleh penduduk langit dan bumi ini, sebagaimana dikatakan oleh Qatadah.

Perkataan keduanya sama seperti firman-Nya: لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً (Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba) Dan hal itu tidak menafikan beratnya waktu kedatangannya bagi penghuni langit dan bumi. Wallahu a’lam.

لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً (Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba) Hari Kiamat itu akan datang secara tiba-tiba dan mendatangi manusia ketika mereka dalam keadaan lengah.

يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا (Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinnya) Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengatakan, seolah-olah engkau (Muhammad) mengetahuinya, padahal Allah telah menyembunyikan ilmunya atas semua makhluk-Nya. Lalu ia membaca firman-Nya: innallaaHa ‘indaHuu ‘ilmus saa’ati (Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya saja pengetahuan tentang hari Kiamat) (QS. Luqman: 34)

Oleh karena itu, Allah berfirman: قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (Katakanlah: Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui).

Maka tatkala Jibril datang dengan menyerupai seorang Arab untuk mengajarkan kepada mereka tentang agama mereka. Ia duduk di hadapan Rasulullah seperti duduknya orang yang bertanya sambil memohon bimbingan. Kemudian ia bertanya kepada Rasulullah mengenai Islam, lalu iman, setelah itu ihsan, kemudian ia bertanya: “Kapankah hari Kiamat tiba?” Lalu Rasulullah saw berkata kepadanya: “Yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada yang bertanya”.

Baca Juga:  Surah An Nisa Ayat 95-96; Seri Tadabbur Al Qur'an

Maksudnya, aku tidak lebih tahu darimu dan tidak seorang pun lebih tahu dari yang lainnya. Kemudian Nabi membaca ayat: innallaaHa ‘indaHuu ‘ilmus saa’ati (Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya saja pengetahuan tentang hari Kiamat) (QS. Luqman: 34)

Hadits ini telah aku (Ibnu Katsir) sebutkan melalui beberapa jalan dan berbagai lafazh baik yang shahih, maupun hasan, pada bagian awal Syarh Bukhari. Dan segala puji dan kebaikan hanya milik Allah.

Dan tatkala ada seorang Arab Badui menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah saw. dan memanggil beliau dengan suara lantang: “Hai Muhammad!” Lalu beliau mengatakan kepadanya: “Ya, apa?”

Dengan suara selantang suaranya. Kemudian orang itu bertanya: “Kapan hari Kiamat itu tiba?” Maka Rasulullah SAW, berkata kepadanya: “Celaka engkau, sesungguhnya hari Kiamat itu pasti datang, lalu apa yang sudah engkau persiapkan untuk menyambutnya?”

Ia menjawab: “Aku tidak mempersiapkan untuknya berupa shalat dan puasa yang banyak, tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya”. Setelah itu, Rasulullah berkata kepadanya: “Seseorang itu akan bersama dengan yang dicintai”.

Dan tidaklah kaum muslimin berbahagia dengan sesuatu, sebagaimana bahagianya mereka dengan hadits tersebut. (Hadits ini mempunyai berbagai jalan dalam Shahihain dan kitab-kitab lainnya, dari sejumlah Sahabat, dari Rasulullah saw., di mana beliau bersabda: “Seseorang itu akan bersama dengan yang dicintai”. Menurut para huffazh yang teliti, hadits tersebut mutawatir.)

Di dalamnya disebutkan, bahwa Rasulullah jika ditanya tentang hal ini (Kiamat), yang mana mereka tidak perlu mengetahui tentang ilmunya, maka beliau akan membimbing mereka kepada suatu yang lebih penting bagi mereka, yaitu mempersiapkan diri untuk menghadapi hart Kiamat itu sebelum tibanya, meskipun mereka tidak mengetahui waktu kedatangannya secara pasti.

Oleh karena itu Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya, dari ‘Aisyah, ia berkata: “Ketika orang-orang Arab Badui menghadapRasulullah saw, mereka bertanya kepada beliau mengenai hari Kiamat: Kapankah hari Kiamat itu tiba? Lalu beliau melihat ke arah orang yang paling muda di antara mereka, lalu beliau bersabda: Jika orang ini hidup, maka ia belum mencapai masa tua sehingga telah tiba Kiamat kalian kepada kalian.

Maksud dari kata “Kiamat kalian” adalah, kematian mereka yang membawa mereka ke alam barzakh, alam akhirat.

Selanjutnya Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwasanya ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw mengenai hari Kiamat, maka Rasulullah menjawab: “Jika anak ini hidup, mudah-mudahan ia belum mencapai usia tua sehingga telah datang Kiamat”. (Hanya Muslim saja yang meriwayatkannya)

Baca Juga:  Surah Az-Zukhruf Ayat 46-50; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Diriwayatkan pula dari Anas bin Malik, ia berkata: Ada seorang budak milik al-Mughirah bin Syu’bah yang sebaya denganku sedang lewat, lalu Nabi saw. bersabda: “Jika dia ini dipanjangkan umurnya, maka dia belum mencapai usia tua sehingga datang Kiamat”. (Hadits ini diriwayatkan al-Bukhari dalam kitab [bab] al-Adab dalam Shahihnya)

Penyebutan Kiamat secara mutlak dalam riwayat-riwayat tadi, hendaklah dipahami secara muqayyad (terbatas). Yaitu, “Kiamat kalian”. Sebagaimana dalam hadits Aisyah ra.

Inilah Nabi yang ummi, penghulu dan penutup para Rasul, Muhammad SAW. Seorang Nabi pembawa rahmat dan pintu taubat, Nabi yang mengobarkan perjuangan, Nabi terakhir dan yang dimuliakan, dihadapannya dikumpulkan umat manusia. Di mana beliau menyatakan dalam hadits shahih dari Arias, dan Sahl bin Sa’ad: “Jarak waktu antara aku diutus dan terjadinya Kiamat, adalah seperti ini”. Seraya beliau mendekatkan kedua jarinya, jari telunjuk dan jari tengah.

Namun demikian, Allah telah memerintahkan beliau agar mengembalikan ilmu tentang waktu hari Kiamat itu kepada-Nya, jika ditanya oleh umatnya. Allah berfirman: قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (Katakanlah: Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui)

Tafsir Quraish Shihab: Wahai Muhammad, orang-orang Yahudi bertanya kepadamu tentang hari kiamat yang mengakhiri kehidupan dunia ini, “Bilakah terjadinya dan bagaimana mengetahuinya?”

Katakan kepada mereka, “Pengetahuan waktu kejadiannya hanya ada di sisi Allah semata. Tak seorang pun yang mengetahuinya selain Dia. Kejadian itu mahadahsyat dan membuat takut penghuni langit dan bumi.”

Mereka mengulangi menanyakan hal ini, seakan-akan mereka yakin kamu mengetahuinya. Maka, ulangi lagi jawabannya dan katakan dengan tegas kepada mereka, “Sesungguhnya ilmu tentang itu hanya ada pada Allah. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui hal-hal yang gaib dan yang kasat mata.”

Shadaqallahul’adzim. Demikianlah telah kita tadabburi bersama Surah Al-A’raf Ayat 187 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab sebagai bagian dari Seri Tadabbur Al Qur’an kita.

Semoga pembahasan Surah Al-A’raf Ayat 187 ini bermanfaat dan semakin menambah khazanah ilmu kita, serta semakin meningkatkan kecintaan kita terhadap Al Qur’an sehingga ia dapat menjadi cahaya dalam kehidupan kita saat ini dan kehidupan berikutnya. Aamiin

M Resky S