Menjulurkan Lidah dan Problematika Aurat Perempuan Ketika Selfie

hukum selfie lidah

Pecihitam.org – Kita ketahui perkembangan teknologi komunikasi semakin hari semakin mengalami kemajuan. Kita ingat mungkin ketika 10 tahun belakang ini, dimana perkembangan teknologi komunikasi hanya bisa di dapatakan di tempat-tempat khusus seperti wartel. Namun saat ini zaman telah berubah.

Kemajuan teknologi yang begitu pesat menjadikan gaya penampilan manusia semakin modern dan gemerlapnya pakaian yang mereka gunakan. Tidak hanya itu, perkembangan alat komunikasi yang sekarang menjelama dengan sebutan smartphone juga ikut dalam ajang kehidupan modern ini.

Perkembangan semartphone juga dapat berdampak pada karakter dan sifat seseorang. Apalagi jika tidak di imbangi dengan dasar ilmu agama yang baik, maka dengan mudahnya mereka lupa dengan kewajiban yang seharusnya ia jaga seperti berfoto selfie dengan lidah yang menjulur keluar. Allah swt dalam firmannya yang artinya

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami” (QS Al-A’raf/7 :176 ).

Baca Juga:  Analisis Tentang Kesetaraan Gender Perspektif Sejarah Islam Periode Pertengahan dan Modern

Penggalan ayat di atas menjelaskan sesuatu fenomena, yaitu bahwa anjing selalu menjulurkan lidah, saat dihalau maupun dibiarkan. Hal tersebut dikarnakan anjing tidak memiliki kelenjar keringat yang cukup dan berguna untuk mengatur suhu badan.

Karena itulah, untuk mengatur suhu badannya, anjing selalu menjulurkan lidah. Sebab, dengan cara membuka mulut yang biasa dilakukan dengan menjulurkan lidah, anjing dapat bernafas lebih benyak dari biasanya.

Prof. Quraish Shihab menjelaskan bahwa ayat di atas memberikan perumpamaan tentang siapapun yang sedemikian dalam pengetahuannya, sampai-sampai pengetahuan itu melekat pada dirinya, seperti melekatnya kulit pada daging.

Namun ia menguliti dirinya sendiri, dengan melepaskan tuntunan pengetahuaannya. Ia diibaratkan seekor anjing yang terengah-engah sambil menjulurkan lidahnya. Biasanya yang terengah-engah adalah yang letih, atau yang kehausan membutuhkan air.

Tetapi anjing menjulurkan lidahnya tidak hanya ketika ia letih atau kehausan. Karena sepanjang hidupnya ia selalu demikian, sama dengan seorang yang memperoleh pengetahuan tetapi terjerumus mengikuti hawa nafsunya.

Teknologi komunikasi seperti semartphone yang dilengkapi banyak sekali fitur dan aplikasi di dalamnya. Tanpa terasa ternyata banyak perempuan yang terjerumus ke dalam hal-hal yang di larang oleh Allah swt seperti gaya berfoto yang menjulurkan lidah keluar.

Baca Juga:  Perempuan dalam Islam Menurut al-Quran dan Para Mufassir

Mirisnya banyak juga para perempuan remaja baik yang masih pelajar maupun mahasiswa dan bahkan santri saat ini berpakian jilbab dan ala islamiy. Namun ketika kita melihatnya berfoto selfie dengan lidah menjulur keluar, maka dengan seketika busana yang menutupi auratnya hilang. Menjulurkan lidah adalah bagian dari aurat dan harga diri perempuan untuk terus di jaga.  

Seharusnya pengetahuan dan penampilan dapat membentengi dirinya dari perbuatan buruk, tetapi ternyata, baik ia butuh maupun tidak, baik ia telah memiliki hiasan duniawi maupun belum, ia terus menerus mengejar dan berusaha mendapatkan dan menambah hiasan duniawi itu, karena demikian telah menjadi sifat bawaannya seperti keadaan anjing tersebut.

Perumpamaan di atas memperlihatkan perilaku anjing. Anjing hampir selalu tampak menjulurkan lidah dan meneteskan air liurnya. Ini dilakukannya begitu saja tanpa menunggu sebab-sebab tertentu. Misalnya diserang, dikejar, melepas lelah, atau istirahat.

Keadaan yang demikian itu menjadi permisalan orang-orang yang menolak kehadiran Allah swt, baik sudah diberi peringatan maupun mereka yang selalu meludahkan air liurnya yang kotor dan berfoto selfie dengan lidah yang menjulur keluar.

Baca Juga:  Acara Selamatan Kehamilan, Apakah Ada Dalil dan Anjurannya dalam Islam?

Perilaku demikian ini muncul dari diri seseorang yang hanya ingin mendapatkan pujian duniawi semata. Dan, ia berpotensi untuk menularkannya kepada orang lain, karena itu, semua orang harus melindungi diri dari pengaruh mereka itu. Ini adalah tugas kita semua orang untuk memperingatkan dan memberikan informasi ini kepada khalayak publik.

M. Dani Habibi, M. Ag
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG