Fathimah az-Zahra Putri Nabi SAW yang Melahirkan Generasi-generasi Terbaik Sepanjang Sejarah

Fathimah az-Zahra Putri Nabi SAW yang Melahirkan Generasi-generasi Terbaik Sepanjang Sejarah

Pecihitam.org – Siapa istri yang begitu dicintai Rasulullah saw? siapa wanita yang membuat Aisyah cemburu kepada Rasulullah saw? siapa wanita yang mengorbankan seluruh hartanya, siapa wanita yang selalu mendampingi Nabi saw? siapa wanita yang membenarkan Nabi saw di saat didustakan orang? Siapa wanita yang menangis menjelang kematiannya karena merasa tidak menjalankan amanah sebagai istri?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ialah Khadijah al-Kubra istri pertama Nabi saw. Dari perkawinan Khadijah al-Kubra dengan Nabi saw, ia melahirkan putri tersayangnya Fathimah az-Zahra.

Berapa jumlah hadis yang diriwayatkan Fathimah yang tumbuh dalam didikan langsung Rasulullah saw, bagaimana sejarah hidupnya, bagaimana bentuk kecintaan Nabi saw kepadanya?

Fathimah az-Zahra adalah putri Nabi saw yang melahirkan generasi demi generasi terbaik sepanjang sejarah.

Setelah kematian ibunya Khadijah al-Kubra, ia menggantikan posisi ibunya dengan merawat, menyertai Nabi saw. saat Nabi dilempari kotoran, dialah yang membersihkan kotoran itu. Karena itu ia digelari ummu abiha (ibu bagi bapaknya). Segala hidupnya ia baktikan untuk kebahagian Nabi saw.

Ia istri yang teramat patuh, pengasih, shalehah pada suaminya. Melahirkan generasi seperti Imam Hasan yang sangat santun dan sabar. Imam Husain yang hidupnya dalam jihad membela agama kakeknya. Putrinya Zainab yang kesabarannya tak tertandingi.

Baca Juga:  Humor Gus Dur: Dari Presiden Mancing Ikan hingga Proyek di Surga

Siapa yang dalam sejarah sebagai ibu, istri, anak yang sangat patuh, shalihah sekaligus kecuali Fathimah az-Zahra. Apa yang anda tahu tentang dia?

Fathimah az-Zahra adalah contoh paling sempurna bagi seorang perempuan hingga akhir zaman. Kepada bapaknya Nabi saw ia khidmat setulus-tulusnya, kepada suaminya ia patuh-sepatuhnya, kepada anaknya Imam Hasan, Husain dan Zainab ia rawat dengan penuh kasih. Ia adalah teladan abadi yang hampir terlupakan dalam sejarah. Nabi saw adalah pengukir sejarah tinta emas, namun putrinya terlupakan dalam sejarah.

Bukalah kitab-kitab tarikh tentangnya, carilah hadis diriwayatkan darinya, berapa jumlah hadis yang bersumber darinya? Mungkin, dengan segala argumentasi kita jadikan pembelaan tetapi hati nurani menolaknya.

Jika kita bertanya di mana kuburan Fathimah, Abu Bakar, Umar bin Khatthab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib. Mungkin kuburan Ustman, Umar, Abu Bakar radhiyallahu ‘anhum dengan mudah kita dapatkan, tetapi tidak dengan kuburan Fathimah. Ia terlupakan oleh sejarah padahal darinya ia melanjutkan sejarah perjuangan Nabi saw.

Baca Juga:  Ahmad Amin, Ulama dan Sastrawan Mesir dengan Pemikiran Kontroversinya

Nabi saw bersabda: Fathimah adalah belahan jiwaku. Siapa yang membuatnya marah, maka ia membuat aku marah (HR. Bukhari: 3: 1144). Diriwayat yang lain Nabi saw bersabda: menyakiti Fathimah sama halnya menyakitiku (HR. Muslim: 4:1903).

Jika menyakiti Fathimah sama dengan menyakiti Nabi saw, jika melukai hatinya berarti melukai hati Nabi saw, mencintainya sama hal mencintai Nabi saw, membuatkan tersenyum berarti membuat tersenyum Nabi saw.

Setelah wafatnya Nabi saw, Fathimahlah yang setiap hari menziarahi kubur Nabi saw sambil menangis karena menahan kerinduan kepada Nabi saw, dialah keluarga yang pertama kali yang menyusul Nabi saw.

Bila hak-hak dilanggar dialah wanita yang paling berani menentang dan melakukan perlawana. Dalam setiap medan pertempuran ia selalu ikut bersama dengan nabi saw. Ia terlahir dari rahim yang suci, meniti jalan suci, wafat dalam kesucian. Adakah wanita sempurna yang anda temukan seperti Fathimah az-Zahra dalam sejarah?

Baca Juga:  Karomah Sunan Gunung Jati dari Ahli Bahasa Hingga Ahli Bedah Kedokteran

Bila Nabi saw adalah perwujudan nyata al-Qur’an maka Fathimah az-Zahra adalah perwujudan nyata Nabi saw tentang wanita yang sempurna. Ia ummu abiha (ibu bagi bapaknya).

Mencintainya adalah keselamatan, membencinya adalah kebinasaan dunia dan akhirat. Bukankah seorang sahabat pernah menangis meminta maaf di hadapan Fathimah az-Zahra, karena membuat az-Zahra marah?

Selamat milad sayyidah fathimah az-Zahra bin Muhammad saw. semoga kita selalu dalam kecintaan beliau dan ayahnya, suaminya, dan anak-anaknya. Semoga kita dikaruniai generasi yang sama seperti beliau dan anak-anaknya. Allahumma shalli ala muhammad wa ali muhammad.  Salam Alaiki ya Fathimah Az-Zahra.

Muhammad Tahir A.