Keutamaan Ilmu dalam Islam, Ibarat Pohon yang Berbuah Lebat

keutamaan ilmu dalam islam

Pecihitam.org – Jika membahas tentang ilmu, rasanya tidak akan pernah habis pembahasan nya. Ilmu pengetahuan memang sangat penting dalam kehidupan setiap manusia, tidak pandang dari agama manakah, dari ras manakah, semua orang butuh pada ilmu, sebab jika orang hidup tidak berilmu, maka ia sama halnya dengan orang yang tak berakal.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam pembahasan ini setidaknya akan sedikit menjelaskan tentang keutamaan menuntut ilmu dalam islam. Ilmu merupakan icon paling berharga pada diri seseorang. Berapa banyak dari mereka yang diangkat derajatnya oleh Allah dikarenakan ilmu yang mereka punya.

Terlebih lagi saat mereka mengamalkan kepada orang lain, sebab itu memang anjuran baginya. Pepatah mengatakan “Orang yang berilmu kemudian tidak mengamalkan, seperti pohon yang tidak berbuah“. Selamanya ia akan menjadi pohon tanpa memberi manisnya buah kepada orang lain.

Oleh sebab itu kenapa setiap orang wajib menuntut ilmu, sebab segala sesuatu butuh ilmu. Apalagi ilmu agama, sebarusnya ilmu tersebut menjadi sasaran utama bagi setiap orang tua, saat akan memilihkan sekolah yang patut untuk anaknya. Sebab, ilmu agama akan mengantarkan seseorang untuk mengenal pencipta nya lebih dalam. Serta akan mengenal siapa nabi yang telah berjuang demi umatnya.

Baca Juga:  Cara Memperbaiki Kualitas Diri Menurut Para Ulama

Banyak dalil yang menjelaskan tentang keutamaan ilmu dalam islam, diantaranya adalah hadits riwayat Imam Bukhari,

أَنَّ ابْنَ عُمَرَ قَالَ سمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ أُتِيتُ بِقَدَحِ لَبَنٍ فَشَرِبْتُ حَتَّى إِنِّي لَأَرَى الرِّيَّ يَخْرُجُ فِي أَظْفَارِي ثُمَّ أَعْطَيْتُ فَضْلِي عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالُوا فَمَا أَوَّلْتَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْعِلْمَ

Bahwa Ibnu Umar berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku tidur, aku bermimpi diberi segelas susu lalu aku meminumnya hingga aku melihat susu yang diminum tersebut keluar dari kuku-kukuku, kemudian aku berikan sisanya kepada sahabat muliaku Umar bin Al Khaththab”. Orang-orang bertanya: “Apa ta’wilnya wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ilmu”.

Hadits tersebut menggambarkan betapa mulianya ilmu, hingga ia diibaratkan seperti halnya susu. Dan ilmu yang dimiliki oleh nabi, diwariskan oleh para sahabat-sahabatnya, yang kemudian diwariskan oleh para ulama, guru-guru, hingga sampai pada kita di zaman sekarang ini. Maka secara tidak langsung ilmu yang kita dapat adalah ilmu yang berasal dari Rasul SAW.

Baca Juga:  Antara Ilmu dan Akhlak, Mana yang Lebih Utama?

Dan cara Allah mencabut ilmu pun, bukan dengan cara Allah menghilangkan ilmu seseorang, akan tetapi Allah akan mengambil nyawa ulama’ yang menjadi pewaris ilmu nabi dan para sahabat, sebagaimana sabda Rasul

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan” (HR. Bukhari)

Ada juga kisah seorang ahli ibadah, namun dia tidak berilmu. Maka yang ia lakukan adalah terus-menerus beribadah tanpa henti, tak peduli siang dan malam, akan tetapi ia mengalungkan bangkai tikus di lehernya. Maka seberapa banyak ibadah orang tersebut tidak akan diterima, sebab ia membawa najis dalam shalatnya. Ini adalah bukti bahwa orang yang berilmu itu lebih penting daripada orang yang ahli ibadah. Sebab, ibadah tanpa ilmu tidak ada nilainya.

Baca Juga:  Persamaan Hak Perempuan dan Laki-laki dalam Al-Quran

Maka dalam kitab Allah juga disebutkan, bahwa setan lebih susah mengganggu orang yang berilmu, dibandingkan dengan orang yang ahli ibadah. Sebab orang yang berilmu akan beribadah dengan menggunakan ilmunya, sehingga ia bisa khusuk dalam ibadahnya. Namun orang yang rajin ibadah tapi tak berilmu, ia hanya akan ibadah dan ibadah tanpa tahu bagaimana cara untuk menggapai ridhoNya dari ibadah yang ia perbuat.

Begitu pentingnya ilmu dalam kehidupan manusia, tidak heran jika ilmu memiliki kedudukan tertinggi dalam agama, sebab keutamaan ilmu sudah tidak diragukan lagi dalam islam. Semoga bermanfaat.
Wallahu A’lam bisshowab.

Nur Faricha